17

409 39 16
                                    

"Halmonie, kalau kau butuh sesuatu telfon aku "

"Kau selalu berkata seperti itu setiap akan pulang dari sini"

"Acha, jaga dirimu baik-baik "

"Ne! Halmonie! "

Nenek Honam hanya tersenyum, di sebelahnya ada Eunja yang meminum sekotak jus

Acha berjongkok di depan Eunja dan mengelus - elus kepalanya

"Eunja~yaa kita baru bertemu tapi kau sudah memikat hatiku, hahahahaha"

Entah apa yang yang di rasakan Acha kali ini, Eunja memiliki aura yang positif hingga memikat dirinya. Berwajah kecil dengan yang indah membuat Acha suka melihat Eunja.

"Eunja, ingat tadi bagaimana nada lagunya? "

"Ya! Aku selalu ingat "

"Bagus! Hi five! "

Eunja menepuk telapak tangan Chanyeol yang sangat lebar

"Halmonie, kita pulang dulu "

Acha dan Chanyeol melambaikan tangannya

Mereka kemudian berjalan menuju mobil melewati pesisir pantai

"Achaa!" Panggil Chanyeol

"Ya? "

"Pake ini... " Chanyeol  melepas jaketnya kemudian memakaikannya pada Acha

"Lo ga akan kedinginan, lihat baju lo "

Acha menunduk, ia melihat bajunya sendiri

"Kenapa baju gue? Baju gue biasa aja" Elak Acha

"Lo pake lengan pendek Cha "

"Tapi gue ga kedinginan sama sekali Chanyeol, sekarang masih belum malam banget "

"Terserah lo " Chanyeol berjalan kembali ke arah parkir mobilnya meninggalkan Acha yang masih berdiam diri seperti patung disana

Acha memanyunkan bibirnya, kemudian melihat jaket yang menggantung di bahunya

"Lumayan juga jaketnya "

•••••

"Satu ice americano, ukuran Tall"

" Empat ribu empat ratus won "

Seokjin mengeluarkan kartu dari dompetnya untuk membayar kopi tersebut.

Barista itu menerima kartu Seokjin dengan gerak - gerik yang terlihat gugup. Tak hanya itu, ketika menggesek dam mengembalikan kembali kartu Seokjin dia tetap menunjukkan gerak - gerik gugup dan sedikit bergetar

Bariata kedua segera membuatkan kopi dengan gemetar dan mencuri-curi pandang pada Seokjin

Seokjin bertopi hitam dan bermasker putih, berdiri dengan tangannnya masuk ke dalam saku celana jeans. 

" Haishh...Ada apa dengannya" Ucap Seokjin memperhatikan tangan gemetar barista tersebut.

"Bagaimana bisa dia menjadi barista kalau buat kopi saja tangan gemetar? "

Seokjin mencibir barista tersebut dari balik maskernya. Dari dua mata yang terlihat saja sudah ketahuan bahwa Seokjin memandang aneh wanita tersebut.

Namun semakin di pandang aneh, barista perempuan tersebut makin tersenyum lebar dengan mata yang berbinar.

Seokjin menoleh ke kanan dan kiri, cafe ini terlihat sepi. Jadi dia bisa aman untuk berdiam diri lebih lama disini.

"I--ini... "

For Me And You 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang