7.Who is she?

57 3 3
                                        

Finally...paketan sudah berlaku kembali.T^T.#nangisbombay wkwk...betewe aniwai busway...Author cuma mau ngingetin kalo nulis itu nggak gampang ;).Paling enggak vote-lah cerita yang udah sekilas-sekilas dibaca...Toh vote itu kan nggak bayar hehehe...Banyak omong jadinya-_-.Yaudah...cekidott ajaa :3

Naven PO.V On

Gue buru-buru menutup pintu supir."Mau kemana Ven?!,"tanya Elle dari belakang.

Gue menekan tombol pembuka jendela.

"Gue pergi dulu...,"jawab gue sambil melongokkan kepala ke luar jendela."Ikuuuttt!,"teriaknya nyaring.

Gue terpaksa menghentikan mobil.Dia membuka pintu penumpang sebelah supir.

"Go!!!,"teriaknya senang sampai2 gue harus menutup telinga menghindari penyakit akutnya. 'Teriak di telinga orang'.

-Jet'aime Prambanan-

Ratu PO.V On.

"Sudah lama?,"tanyaku riang menatap Raja.

"Barusan kok.Duduk aja kali,"jawabnya sambil menyilahkanku duduk di bangku tinggi putar di sampingnya.

"Jadi... apa yang mau kamu bilang?," tanyaku penasaran.Raja mengatur posisi kami berdua agar berhadapan.Dia lalu memegang kedua tanganku.Tubuhku refleks menegang."Raja?,"panggilku memastikan dia masih sadar dengan apa yang sekarang terjadi.

"Ratu...selama ini...aku...su...,".Perkataan Raja terpotong Naven yang mengalungkan tangannya posesif di leherku.

"She's mine,"geram Naven.

Aku mendongak menatap Naven,baru kali ini dia berekspresi seseram itu.

"Naven...Naven... please wait me,"kata sebuah suara tak asing.

Aku menengok ke sumber suara.

"Cewek itu?Yang ditelepon kemarin.Siapa dia?," gumamku bertanya-tanya.

"Ven...I want to go home,"katanya centil sambil memeluk erat lengan Naven yang sedang memelukku."Kenapa ini?,Siapa dia"tanyaku dalam hati.

Ratu PO.V Off.

-Jet'aime Prambanan-

Naven PO.V On.

"Lepasin Elle,"geramku."Nggak," jawab Elle sambil mengeratkan pelukannya dan menyenderkan kepalanya ke lenganku.

"Ven...dia siapa?,"pertanyaan itu meluncur langsung dari mulut Ratu.Aku merasakan tubuhku menegang dengan pertanyaannya.

"Jawab... Ven...jawab!,"seru Ratu.Air mata mulai menggenang di pipi chubbynya.

"Kalau kamu nggak mau jawab dia siapa.

Aku akan jauhin kamu!,"seru Ratu.Aku terdiam mendengar perkataannya.

"Ra...aku bisa jelasin semua ini," ujarku lirih.

"He's my boyfriend,stupid girl," sambar Elle memotong ucapanku, memandang rendah Ratu sambil menggeratkan pelukannya di lenganku.

Aku melepaskan pegangan tangan Elle.

"Ratu...,"panggilku sambil memegang tangannya.

"Bhet".Dia melepaskan tanganku dengan kasar sambil masih menatap kosong ke arahku.

"Ven... Mulai sekarang... jangan dekati dan hubungi aku lagi,"kata Ratu sambil memecahkan suara tangis yang memilukan untukku."Tapi Ra...,"ucapku pelan.

"Ja...tangan kamu udah sembuh kan?,"tanya Ratu sambil menatap Raja.

"Ah...eh udah sih.Kenapa?,"tanya Raja bingung.

Jet'aime PrambananCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang