Happy Reading guys🦋🦋
"Nanti aja klian ngebacot nya ayok masuk"
Ucap Nanda dan membopong Rio untuk
masuk.
🐣🐣🐣
Mereka menuju ruang tamu. Tasya
mengambil kotak p3k di lemari.setelah mengambilnya dia pun mengobati
luka rio.
"Kenapa bisa kayak gini" Ucap Nanda
sambil menunjuk ke arah wajah Rio
yang memar.Yang ditanya hanya nyengir nyengir nggk jelas.
"Biasa, anak laki laki" Ucap nya santai.
"Lo tawuran lagi yah?" Tanya Nanda
antusias.Rio mengangguk dan
mendapat pukulan dari Tasya.
"Apaan sih lo dek, ngapain lo mukul gwe?"
Ucapnya sambil mengusap-usap bahunya.
"Ngapain abang ikut tawuran. Mukak jelek
aja sok sokan ikut tawuran".ucapnya sambil menekan kuat memar yang ada di wajah Rio.
" Yaampun dek, pelan pelan dong"ucap Rio. "Apa hubungannya cobak sama jelek ke tawuran. Terus kamu bilang abang jelek.Kamu ngga tau aja pacar abang itu banyak" Ucapnya panjang lebar.
Tasya hanya memutar bola matanya malas. Dan membereskan kotak p3k nya. "Ayok bang kita makan malam, biarin aja bang Rio disini"
Ucapnya dan menggandeng tangan Nanda pergi ke arah dapur.
"Dasar adek laknat, abang bangsad"
Ucapnya dan pergi menyusul ke meja
makan.
🐣🐣🐣
Saat mereka makan malam bersama.
Tepatnya hanya ada Tasya, Nanda, Rio.
Tasya baru mengingat kakak ke tiganya Vano.
"Bang, bang varo kemana kok nggak ikut makan malam sih" Tanya Tasya.
Nanda dan Rio melihat ke arah Tasya.
"Kayaknya Vano lagi balapan deh sya. Ucap
Rio. Tasya melotot kan mata nya pada Rio.
Dan menggebrak meja makan. Membuat Nanda tersedak.
" Uhuk, uhuk. Apaansih kamu sya.untung
Gwe nggak mati"ucap Nanda sinis.Tasya nyengir dan berkata "Awas aja nanti kalok
bang Varo udah pulang" Ucapnya dan meminum susunya.
Setelah itu Tasya beranjak hendak pergi ke kamar nya. Tetapi baru dua langkah dia balik lagi ke meja makan. Tasya mengingat sesuatu dan langsung duduk lagi.
"Kenapa balik lagi, jangan bilang kamu mau
Nyuruh gwe atau bang Nanda ngegendong lo
Ke kamar" Ucap Rio sambil memasukkan
Nasi kedalam mulutnya.
"Apaansih bang, aku mau nanyak. Besokkan
Aku sekolah,terus aku sekolah di mana bang?"
Tanya Tasya sambil memakan buah yang sudah di potong potong.
"Kamu besok sekolah di SMA merpati, tempat nya Rio sama Varo bersekolah" Ucap Nanda.
Tasya menggebrak meja lagi dan kali ini
Rio lah yang tersedak saat minum.
"Uhuk, uhuk bangsat lo sya" Ucapnya sambil melap bibir nya.
"Kenapa nggak sekolah tempat abang aja? " Ucap Tasya kepada Nanda. Dan tak memperdulikan umpatan dari Rio.
"Lah kok sama abang sih" Ucap Nanda. "Kan abang udah kuliah sedangkan kamu masih sama" Ucapnya lagi dan dibalas kekehan oleh Tasya.
Tasya menggaruk tengkuknya yang
pastinya tak gatal."hehehe, Tasya lupa" Ucapnya.
"Kalo mau gitu berarti Tasya satu sekolah dong sama bg Rio sama bang vano. Terus Tasya di teror dong". Ucapnya antusias.
" Kok di teror"Ucap Nanda dan Rio kompak.
"Soalnya kan nanti di SMA merpati nanti pasti
banyak fans berat abang " Tunjuk rasya pada
Rio.
Rio tersenyum lebar"iyah dong. Abang banyak punya fens, secara abang kan genteng, cool, pintar,anak geng. Terus most wanted lagi, apa
Kurang nya lagi cobak"Ucapnya dengan gaya sombongnya.
"Kurang otak" Ucap Tasya dan Nanda berbarengan. "Bangsat" Ucap Rio kesal.
"Pokoknya, nanti di sekolah, Abang nggak boleh bilang bilang kalok aku ini adek kalian"
Ujar Tasya dengan wajah serius. "Lah, kenapa
Kayak gitu, kan kalok orang-orang tau kamu itu adek kita,pasti laki-laki hidung belang nggak deketin kamu".ucap Rio
" Tasya malas aja ngeladenin fans berat para abang Tasya yang kekurangan otak itu"Ucapnya nyengir.
"Yaampun punya adek kok gini kali yah"
Ucap Rio. "Yaudah sih bang tinggal bilang
iyah aja kok susah".ucap Tasya agak ngegas.
" Dek, emang harus yah kayak gitu?"tanya nanda dan dibalas anggukan oleh Tasya.
"Yudah iyah, nanti abang bilangin juga sama varo. Kalok di sekolah nggak bolehh bilang bilang kamu itu adek kita"ucap rio tak iklas. Padahal niatnya nanti di sekolah dia mau pamer kepada teman temannya kalok dia punya adek cantik.
" Bagus "Ucap Tasya dan langsung mencium pipi kanan Rio. Rio hanya menatap Tasya kesal.
" Rio ajanih yang di cium "goda Nanda. Dan dibalas ciuman oleh Tasya." Halah sirik aja lo"
Ucap Rio.
"Ehh bang, Tasya mau nanyak nih" Ucap nya pada Rio. "Hmmm" Ucap Rio berdehem karena dia sedang minum susu.
"Bara sekolah nya dimana?" Tanya nya.
"Lo kangan sama bara? " Tanya Nanda sambil memicingkan matanya.
"Yah kangen lah, secara kan bara sepupu
yang baik.Aku mau kasih dia suprais,
jadi Abg nggk boleh bilang sama
bara kalok aku udah balik ke Jakarta. oke" Ucapnya sambil senyum sumringah.
Nanda dan Rio hanya manggung manggut saja. "Dia juga sama kayak sekolah kita. Di sekolah merpati, tapi jangan lupakan kalok dia itu satu geng sama abang" Ucap Rio.
"Maksudnya bara juga ikut tawuran yah? " Tanya Tasya dan di balas anggukan dari Rio.
"Jangn pilih kasih dong, dia itu harus dapet hukuman juga sama kayak aku sama Vano" Ucap Rio dramatis.
"Udah deh Tasya mau bobok manja,
tapi bang nanti pagi aku nggk mau barengan sama abang" Ucapnya dan langsung pergi ke kamarnya.
🐣🐣🐣
Selepas dari meja makan tadi. Tasya
kini pergi ke balkon kamarnya. Menatap bintang yang ada di langit dengan tatapan nanar.
"Wahyu, gwe kangen sama lo. Tapi kenapa
saat gwe ingat di mana lo ngehianatin gwe.
Lo selingkuh sama Bianca. Hati gwe sakit.
Lo udah menghancurkan segalanya, lo udah merusak kepercayaan gwe sama lo. Lo itu cinta pertama gwe yuu.
Dan lo tau Bianca itu musuh gwe,
seharusnya lo jauhin dia. Ini malah lo pacarin.cocok memang sama sama
bangsat, nggk punya otak" Ucapnya
menahan emosi dan sesak di dada.
Seketika angin bertiup kencang.
Tasya memutuskan masuk kembali ke
kamar nya. Dia mengambil boneka
Pemberian dari wahyu itu dan memeluknya.
Tasya tertidur di kasur doraemon nya dan
masuk ke alam mimpinya. Tetapi saat sudah tertidur. Pintu kamar Tasya terbuka dan memperlihatkan Nanda dan Vano.
Nanda dan Vano mendengar semua
perkataan Tasya tadi. Mereka memang
sudah tau semua tentang hubungannya
dengan wahyu. Oppa nya rama, yang memberitahukan kepada mereka.
"Gwe rasa kita harus menjaga Tasya agar
tidak sakit hati lagi" Ucap Rio dan dibalas anggukan dari Nanda
Nanda berjalan mendekat ke Tasya dia menundukkan badannya dan mencium kening
Tasya"selamat malam princess " Ucapnya dan pergi dari kamar Tasya.
Kini hanya ada Tasya dan Rio. Rio juga melakukan yang sama, seperti Nanda tadi.
Rio mencium pipi kanan Tasya dan berkata.
"Tidur yang nyenyak adek laknat " Ucap nya nyengir dan pergi ke kamarnya yang berada di samping kamar Tasya dan Vano.
Yeeee author up lagi guys🐣🐣
.
.
.
.
.
Jangan lupa
Vote
&
Spam komen
29 November 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories
Teen FictionIni cerita tentang Tasya yang mempunyai tiga saudara laki laki. Dia mempunyai masa lalu yang tak ingin dia ingat. ketika dia menaiki kelas 1smp dia pindah ke Bandung tempat oppa dan omanya berada. Dia disana mempunyai seorang pacar yang bernama wah...
