Billkin POV
"mau aku ajarin?"
kata kata itu terus terngiang di otakku, ya memang aku yang menawarkan diri untuk mengajarinya bahasa inggris, dan memang aku tulus ingin mengajarinya. yang aku kawatirkan saat ini adalah aku takut dia tersinggung, karna aku yang siswa kelas 11 ini so soan mau ngajarin dia yang sudah kelas 12 itu, astagaa Kin kamu tuh mau pamer atau emang bodoh sih. semakin aku mikirin hal itu semakin teringat kembali ucapannya
"aah... kamu bisa?" tanya nya dengan wajah agak ragu
"hmm bisa kok" jawabku dengan percaya diri
"nanti aku kabarin lagi ya"
"okee"
dan sekarang aku kawatir dia menganggapku sebagai anak yang so pamer, so pinter, dan semakin buruk dari itu. disaat aku masih berputar dengan pikiran ku tentang pp, tiba2 hp ku bergetar memberitahukan kalau ada pesan lewat instagramku, saat aku liat siapa yang mengirimi ku pesan malam malam ini aku melihat nama 'pp.kriit' di layar hp ku, ternyata itu pesan dari pp
"okee, aku setuju menjadi muridmu"
hanya itu pesan darinya tapi entah kenapa jantungku seperti mau copot oh Tuhan ada apa dengan jantungku, ah mungkin aku hanya gugup mau mengajari murid kelas 12 , yaa aku hanya gugup.
pp POV
minggu pagi yang cerah aku sudah rapih dan siap untuk pergi keluar. biasa nya di hari minggu ini aku akan memulai aktifitasku di siang hari atau bahkan di sore hari, tapi hari ini tentu saja aku tidak akan melakukan itu. sebelumnya billkin menawarkan diri untuk mengajari ku beberapa materi bahasa inggris walaupun dia masih kelas 11 tapi bahasa inggrisnya sangat bagus, dan aku yakin dia bisa mengajariku, dan aku yakin aku bisa semakin dekat dengannya.
aku keluar dari kamarku dan menuruni tangga menuju meja makan, ada kedua orang tuaku dan kakaku.
"makan dulu kriit"
"enggak deh mah, aku buru2 sudah di tungguin temanku"
"teman yang mana?" tanya kakaku
"ada deh, udah ya byee"
aku bergegas keluar dan mengendarai mobil ku, aku pergi ketemat aku dan billkin janjian. sebuah cafe yang tenang di pinggir kota, aku sengaja memilih tempat itu karna disana sangat tenang dan tidak terlalu banyak orang, jadi aku dan billkin bisa belajar dengan tenang juga.
Billkin POV
disebuah cafe yang nyaman aku menunggu pp yang belum datang, kami janjian jam 10.00 pagi, jam di tanganku menunjukan jam 09.40. aku pergi dengan supirku, tapi aku menyuruh supirku pulang dulu, aku takut dia menunggu terlalu lama karna aku yakin aku dan pp akan lama disini.
setelah menunggu sendiri akhirnya aku melihat sosok laki laki tinggi dan putih sedang berjalan kearahku sambil menunjukan senyumannya yang memperlihatkan seluruh gigi depannya. astaga Tuhan kenapa bisa laki laki berwajah semanis itu?.
"hay Kin, lama ya? maaf ya"
"ooh gpp, baru sampai kok"
"sudah makan?"
"belum, kamu?"
"sama belum juga, kita makan dulu ya baru belajar"
"okee"
akhirnya kita makan dulu sebelum memulai belajar. sesekali aku memperhatikan pp, wajahnya sangat indah, terutama matanya. melihatnya dari dekat seperti ini lebih baik dari pada melihatnya dari jauh
"kamu suka makan apa Kin?
"aku suka apapun yang kamu pesen kok"
astagaa Kin kamu ngomong apa, dasar bodoh
"haha, aku pesenin sayuran aja yaa"
"..." oh Tuhan ketawa nya juga indah
"aku boleh nanya gak p?"
"boleh, kenapa enggak?"
"kenapa kamu percaya dan mau aku ajarin, aku kan masih kelas 11 sedangkan kamu kelas 12?"
"yaa karna aku yakin kamu bisa, aku tau kamu cerdas kin, dan aku ngerasa nyaman aja belajr sama kamu dari pada sama Mr di tempat kursus, haha, lagian kan umur kita sama kin, gak usah berlagak muda deh"
"loh aku memang muda, kamu tuh yang ketuaan sekolah nya kecepetan"
"enak aja"
lalu kami mengobrol dan membicarakan segala hal yang kita suka dan tidak suka, ternyata ayahnya pp adalah pengusahan sukses yang bergerak dibidang export import. keluarga pp juga mempunya usaha jual beli mobil dari luar negri.
aku sangat menikmati berbicara dengan pp, mendengar dia bercerita tentang segala hal yang dia suka atau bercerita bagaimana keluarga nya memulai bisnis nya, sampai bercerita bagaimana dia sangat dekat dengat kaka satu2nya.
tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, dan sekarang sudah menunjukan pukul 15.00, kita sudah selesai belajar dan bergegas untuk meninggalkan cafe. aku langsung mengambil hp ku hendak menelpon supirku.
"aku anter saja ya"
"eehh..."
bersambung....
apa kalian nungguin lanjutannya? maaf ya kalau enggak sebagus cerita bkpp yang lainnya
aku tunggu respon kalian, aku takut cerita ku gak bagus , dan maaf yaa kalau penulisannya masih kaku banget , kalo banyak yang suka aku lanjut yaa
thanks
KAMU SEDANG MEMBACA
Story About Billkin PP
Romance#bkppshipper cerita ini mengandung muatan BL 21++ dan tidak dibolehkan bocah cilik dan homophobic baca ini, cerita disini mengandung info info yang insya Allah fact yang aku temui di twitter atau instagram mengenai bkpp , semoga menghibur dan sela...
