Bokuto hanyut dalam pikirannya sendiri memikirkan bagaimana masa indahnya dulu bersama seseorang yang dicintainya.
Sebelum akhirnya terbawa ke alam mimpi, suatu adegan terbesit dalam kepala Bokuto. Kata 'maaf' dan penyesalan menjadi penutup baginya sebelum sepenuhnya tertidur.
Keesokan paginya Bokuto bangun seperti biasa, langsung mandi, kasurnya ga diberesin. Setelah itu mengambil beberapa roti tawar polosan lalu memakannya.
Sesuai kegiatannya hari ini Bokuto ada jadwal kelas pagi, sebelum berangkat ke kampus Bokuto telebih dahulu menghubungi Akaashi.
Satu panggilan, dua panggilan, bahkan hingga berkali-kali Akaashi tetap tak mengangkat. Bokuto akhirnya memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Akaashi.
Bokuto Koutaro
Keijii masih tidur ya?
Bokuto Koutaro
Kalo udah bangun jangan lupa sarapan ya, jangan sampe perut kamu kosong
Bokuto Koutaro
Aku berangkat ngampus dulu, nanti siangan aku ke rumah kamu
Bokuto Koutaro
Kalau kamu butuh apa-apa telpon aku, semangat ya kerjanya
Setelah mengirimkan beberapa pesan teks pada Akaashi, Bokuto pergi ke tujuan awalnya. Dalam perjalanan Bokuto sempat memikirkan sesuatu, semacam apa yang akan diberikan untuk Akaashi atau memikirkan semacam rencana perjalanan bersama Akaashi.
Memang baru hanya rencana.
Sesampainya di kampus Bokuto langsung masuk kelas, saat kelas dimulai meskipun dosen sedang menjelaskan Bokuto sama sekali tak memperhatikan. Memang matanya menghadap ke dosen tapi pikirannya naik beca alias kemana-mana.
Selesai kelas tadinya Bokuto bermaksud langsung pergi ke rumah Akaashi, Bokuto sebenarnya masih bingung dengan benda yang akan diberikan untuk Akaashi.
Jadi keputusan akhirnya Bokuto berniat untuk mengajak Akaashi makan bersama, barangkali ada sesuatu yang Akaashi inginkan Bokuto akan segera memberikannya baik itu sebagai kejutan ataupun tidak.
Belum sampai di parkiran Bokuto dihadang seorang wanita, wanita yang dulu pernah main bersamanya, Yukie.
"Mau kemana kak? Kok buru-buru?" Tanya Yukie.
Bokuto memdengus, ia sebenarnya malas berususan dengan Yukie, "Aku mau nyamperin seseorang."
"Siapa? Pacar?" Yukie bertanya lagi.
"Bukan urusan kamu, udah ya kakak lagi buru-buru."
Bokuto tak dikasih kesempatan pergi oleh Yukie, jemari telunjuk Yukie memegang pelan bibir Bokuto.
Yukie menatap Bokuto dengan maksud tertentu, "Ssst.. kakak gamau main lagi sama aku? Kemarin katanya kakak suka sama permainanku."
Bokuto membuang mukanya, "Ga, kakak gamau main lagi."
Hampir merasa kalah Yukie memcoba lagi, kali ini tangan Yukie memegang pipi Bokuto menyebabkan mereka bertatapan lagi. "Beneran nih kakak gamau? Aku bisa loh kasih sesuatu yang kakak mau."
Tangan Yukie yang semula di pipi mengelus pelan area disana lalu turun, turun lebih bawah lagi meraba keseluruhan tubuh Bokuto seakan menggoda.
Bokuto tiba-tiba menghentikan pergerakan Yukie dengan mencengkram pergelangan tangannya.
Yukie menyeringai, "Gimana?"
"Ga." Jawab Bokuto singkat, kemudian Bokuto langsung pergi meninggalkan Yukie.
Baru beberapa langkah Yukie kembali membuka suara.
"Ka Bokuto tau ga kalau semisal tingkah kakak ini kaya suatu peribahasa. Habis manis sepah dibuang haha, mana ada orang yang mau sama kakak." -Yukie
Bokuto berbalik menghadap Yukie, "Emang bener saya jahat, meskipun begitu dari semua perlakuan buruk saya cuman ada satu orang yang mau dan bisa nerima saya, tapi saya bodoh. Saya akuin saya bodoh matahin perasaannya, disini saya mau berubah, saya mau dapetin kembali orang itu." -Bokuto
Bokuto lalu pergi meninggalkan Yukie, di sisi lain Yukie terkekeh mendengar ucapan Bokuto barusan.
"Ck kita liat aja nanti, palingan ga beberapa hari lo bakal balik lagi sama gue, semua laki-laki tuh sama. Cuman nafsu aja yang bisa digedein." -Yukie
Akaashi POV
Akaashi bangun cukup siang mungkin karna efek kelelahan menangis, baru bangun Akaashi langsung membuka ponselnya. Terdapat beberapa panggilan tak terjawab dari Bokuto sekaligus beberapa pesan masuk.
Akaasi tak membaca pesan itu, satu fakta wallpaper ponsel Akaashi itu foto Osamu. Akaashi menatap lekat foto Osamu lalu tersenyum kecil.
Setelah beberapa menit Akaashi beranjak dari kasurnya lalu pergi mandi, kemudian Akaashi menyiapkan beberapa makanan untuk dimakan.
Dirasa kenyang Akaashi kembali memfokuskan diri pada pekerjaannya, beberapa jam berlalu Akaashi masih sibuk mengutak utik layar laptopnya.
Tiba-tiba suara bel rumah Akaashi berbunyi, Akaashi tak membukakan pintu.
POV berakhir
Orang yang memencet bel adalah Bokuto, Bokuto langsung masuk kerumah Akaashi. Ini sudah menjadi kebiasaan karna Akaashi tak pernah mengunci pintunya.
"Keiji." Panggil Bokuto.
Akaashi hanya berdehem, matanya masih fokus pada pekerjaannya.
"Kamu udah makan?" Tanya Bokuto
"Makan pagi udah, sekarang belum." Jawab Akaashi.
"Yaudah gimana kalo kita makan bareng? Kita makan bubur mank Ukai yuk." Ajak Bokuto.
Akaashi diam sejenak, tangan yang tadinya fokus mengedit beberapa panel juga ikut berhenti.
"Ga." -Akaashi
"Eh ga gimana? Kamu kan belum makan, ayo makan dulu atau kamu mau makan yang lain?" -Bokuto
"Iya, aku mau makan onigiri." -Akaashi
'Onigiri lagi.' Batin Bokuto.
"Tapi Keiji kamu setiap hari makan itu terus, gimana kalu kita ganti, atau kita makan kfc aja kan enak tuh-"
"GA." Ucapan Bokuto terhenti karna nada penolakan Akaashi yang meninggi.
Akaashi tak tau apa yang ada dalam pikirannya sekarang tapi saat sekilas Akaashi sadar semuanya.
Akaashi mulai menitihkan air mata, tanganya diremat kuat. Bokuto yang tau hal itu berniat memeluk Akaashi tapi Akaashi tetap menolaknya.
"Aku mau ke toilet dulu." Ucap Akaashi seraya berdiri.
"KEIJI." Panggil Bokuto, suaranya terkesan sedikit meninggi membuat Akaaahi refleks berhenti dari langkahnya.
"Aku gamau tau kamu harus makan, aku gamau liat kamu sakit." -Bokuto
Akaashi berbalik menatap Bokuto, "Kenapa? Lagian kalau aku sakit kan urusanku, sebenernya kamu ga perlu repot ngurusin aku, aku kan ga minta."
Bokuto terdiam sejenak, seperti ada sesuatu yang menusuk hatinya.
"Nantinya kalau kamu sakit itu bakal ngaruh ke pekerjaan kamu, makan dulu ya, kamu mau makan onigiri aku bakal beliin tapi kamu harus makan." -Bokuto
"Silahkan." Jawab Akaashi pelan lalu pergi meninggalkan Bokuto.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Go || BokuAka
FanfictionKisah lanjutan - I always love you - BokuAka WARN : NSFW 🔞 - ⚠️ OOC - [END] Menceritakan perjuangan Bokuto yang ingin kembali mendapat kepercayaan dan hati Akaashi. Sedangkan Akaashi sendiri masih kehilangan dan mencari sosok kebera...
