Setelah melalui banyak sekali drama dibonceng Reyhan pakai sepedah, akhirnya mereka berdua sampai di rumah Raina.
"Mumpung gue baik hati, lo nggak mau masuk dulu?" tawar Raina sambil menyibak rambutnya yang sedikit basah.
"Yaudah kalo lo maksa, yuk!" jawab Reyhan dengan memarkirkan sepedah miliknya.
"Anggap aja rumah sendiri," sambung Reyhan yang dengan tidak tahu malunya tiba2 nyelonong masuk ke dalam rumah Raina.
Raina pun mengekor masuk menyusul Reyhan dan langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil handuk.
"Assalamualaikum calon ibu mertua!" sapa Reyhan kepada Ibunya Raina yang sedang berada di dapur.
Reyhan menyalimi tangan wanita paruh baya itu seraya tersenyum. Ibunya Raina membalas senyum dan mengelus puncak kepala Reyhan.
"Kok basah basahan gini?" tanya Ibunya Raina.
"Iya bu, tadi kehujanan sedikit. Nggak sengaja ketemu Rain di warung nasi goreng, karena Rey adalah cowok yang ganteng dan baik hati, jadi Rey anterin Rain pulang, bu," jawab Reyhan yang tentu saja tidak kehilangan narsisnya.
"Nih," Raina datang dan melempar handuk yang mendarat tepat di muka ganteng, eh bukan! Yang mendarat tepat di muka Reyhan.
Ibunya hanya geleng geleng melihat keduanya yang sedang adu melotot satu sama lain.
"Mau tetep disini atau makan nasi goreng?" tanya Ibu yang kemudian berlalu ke ruang tamu.
Hujan masih setia membasahi bumi, suasana dingin di luar sangat kontras dengan suasana hangat di ruang tamu rumah Raina.
Disana sudah ada Ibu, Bang Dani, Raina, dan tentu saja Reyhan. Mereka sedang menikmati nasi goreng Pak Yono yang super duper lezat! Tak jarang suara tawa sesekali memenuhi ruang tamu tersebut.
Reyhan benar benar ajaib! Dia bisa cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Bahkan sekarang dirinya sedang mengobrol heboh dengan Bang Dani. Entah ngobrolin apa, Raina tidak peduli. Raina hanya fokus memberi amunisi kepada perutnya yang sedari tadi kelaparan.
"Rey pamit pulang dulu ya, Bu, Bang Dani, Rain, mama pasti khawatir sama Rey dan nungguin nasi gorengnya soalnya Rey nggak bawa hp buat kabarin mama tadi," ucap Reyhan berpamitan setelah menghabiskan satu porsi nasi goreng plus teh hangat bikinan Ibu.
"Tapi masih hujan lo Rey, bawa payung ya?" ucap ibu menawarkan payung yang dimilikinya kepada Reyhan.
"Nggak usah, Bu, rumah Rey deket kok. Ini juga untung cuma gerimis, Ibu nggak usah khawatir," jawab Reyhan dengan senyum yang sangat tulus.
"Yasudah, Rey hati hati ya!"
"Siap calon Ibu mertua!" jawab Reyhan dengan memasang sikap berdiri tegap layaknya pasukan tentara yang mendapat perintah dari komandannya.
Raina yang mendengar panggilan Reyhan kepada ibunya langsung melotot dan mengarahkan kepalan tangannya ke arah Reyhan, yang malah membuat Reyhan tertawa melihatnya.
"Terima kasih ya sudah antar Raina pulang, sampe rela hujan hujanan," ucap Ibu berterima kasih kepada Reyhan.
"Nggak ngerepotin kok, Bu. Rey kan emang calon mantu yang baik, ya nggak Rain?" jawab Reyhan yang terus saja menggoda Raina.
"Nggak denger," jawab Raina malas.
"Yasudah, Bu, Bang, Rain, Rey pulang dulu. Assalamualaikum,"
" 'Alaikumsalam,"
Ibu dan Bang Dani memasuki rumah, sedangkan Raina masih berdiri memandang punggung Reyhan yang semakin lama semakin menghilang di bawah rintik gerimis malam. Tanpa sadar bibirnya tersungging dan Raina tidak melawan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan dan Kamu
Teen Fictiondari jutaan manusia yang hidup di bumi, tercipta diantaranya dua manusia yang bernama Reyhan dan Raina. dengan sikap Reyhan yang usil dan nggak bisa diem berhasil membuat Raina tiba tiba suka sama Reyhan
