Disinilah saat ini gadis tomboy itu berada. Masih di warung nasi goreng, duduk bersebelahan dengan cowok yang menurutnya paling menyebalkan di dunia.
Beberapa menit yang lalu..
"Pak, mau pesen nasi gorengnya 3!"
"Pak, mau pesen nasi gorengnya 4!"
Ucap Raina bersamaan dengan seseorang yang baru Raina sadari ada di sebelahnya. Raina menoleh, kemudian terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Lo?!" ucap keduanya bersamaan.
Raina sedikit terkejut, eh banyak aja deh..
Bisa bisanya dia bertemu dengan seorang Reyhan Mahardika di saat seperti ini? Kenapa harus selalu berhubungan dengan nasi goreng?
Reyhan juga baru ingat kalau warung nasi goreng pak Yono ini ada di sekitar rumahnya Raina. Kenapa dia bisa lupa ya? Tau gitu kan dia bisa apel sekalian. Ekhemm!!
Raina memandang datar cowok yang ada di sampingnya.
"Jadi, siapa dulu ini yang pesen?" suara Pak Yono, penjual nasi goreng, memecahkan perhatian keduanya.
"Saya Pak!" jawab Raina dan Reyhan kompak. Kemudian mereka saling menoleh bertatapan. Raina dengan tatapan sengitnya dan Reyhan dengan tatapan jahilnya.
Melihat 2 pasangan dihadapannya, Pak Yono jadi bingung sendiri.
"Eh eh ini niatnya kesini pada mau berantem apa beli nasi goreng?" tanya Pak Yono sekali lagi, berusaha melerai tom and jerry yang mungkin sedang menyamar menjadi Raina dan Reyhan ini.
"YA BELI NASI GORENG LAH PAK!" teriak Raina berapi api tanpa menoleh, tatapan permusuhan nya masih setia kepada Reyhan.
Reyhan jadi heran, segitu bencinya ya Raina dengan dirinya?
Reyhan semakin tersenyum jahil,
"Udah, pak, bikinin barengan aja. Biar jadinya barengan juga, kayak saya sama pacar saya ini, barengan terus. Ya nggak sayang?" ucap Reyhan seloroh yang berhasil membuat mata Raina melotot bukan main.
"Udah, duduk aja sayang, sini!" Reyhan menepuk kursi di sebelahnya.
Raina masih tidak bergerak, tatapannya memicing seolah olah dia dapat mencium bau bau tidak menyenangkan akibat omongan Reyhan barusan.
Reyhan terkekeh pelan, kemudian dia berdiri dan menaruh jari telunjuknya di atas kepala Raina, mengarahkan ke bawah agar badan Raina ikut terduduk di kursi yang ada di sampingnya.
"Duduk yang manis," ucap Reyhan dengan senyum yang sangat menyebalkan menurut Raina.
"Aneh banget!" Raina menepis tangan Reyhan yang masih setia di atas kepalanya. Membuat Reyhan terkekeh pelan.
Tiba tiba saja, gerimis mulai turun. Perasaan, tadi langit masih terlihat cerah cerah saja.
Raina tersenyum tipis, suasana yang sangat dia sukai. Sayangnya senyumannya luntur akibat mendengar decakan dari cowok yang saat ini sedang duduk di sebelahnya, Reyhan. Raina melihat raut kesal di wajah Reyhan.
"Kenapa sih? Harusnya tuh bersyukur kalo hujan turun. Bukan malah ngeluh, lagian mau lo ngeluh kek mau nangis kek hujan tetep nggak akan berhenti kalau emang belum waktunya untuk berhenti."
Reyhan menoleh mendengar ucapan Raina yang entah masuk apa tidak di kepalanya. Dia melihat wajah Raina yang sebal dengan pipi menggembung. Ingin sekali Reyhan menarik kuat kuat pipi Raina. Tapi tidak dia lakukan, bisa bisa ditonjok dia sama Raina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan dan Kamu
Teen Fictiondari jutaan manusia yang hidup di bumi, tercipta diantaranya dua manusia yang bernama Reyhan dan Raina. dengan sikap Reyhan yang usil dan nggak bisa diem berhasil membuat Raina tiba tiba suka sama Reyhan
