Bodo amat deh, Reyhan langsung menuju ke tempat duduknya setelah memperkenalkan diri. Toh juga buat apa lama lama berdiri dan memperhatikan 2 orang yang sedang becanda tanpa memperdulikan kehadirannya? Heemmmm..
Panas.. Panas..
______________
Pelajaran pagi ini berlangsung dengan tenang. Nggak tau alasannya kenapa pagi ini Reyhan tidak mengganggu Raina. Raina sih senang senang saja, setidaknya dia tidak akan di beri hukuman lagi oleh gurunya.
Sampai saat bel istirahat berbunyi, membuat semua siswa meninggalkan kelas masing masing dan segera menuju kantin untuk sekedar mengisi perut atau hanya nongkrong nongkrong saja.
Setelah dari kantin untuk membeli minum, Raina dan Sakti menuju ke lapangan basket. Mereka hanya ingin sekedar iseng iseng main basket sambil menunggu bel tanda masuk berbunyi.
Keringat dan peluh sudah bercucuran di dahi Raina dan Sakti, akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti dan duduk di tepi lapangan.
"Gue menang lagi!" teriak Sakti menghampiri Raina yang sudah lebih dulu duduk dan sedang meminum airnya. Dia nampak ngos ngosan.
"Ya lo curang!" ucap Raina memukul lengan Sakti yang sudah duduk di sampingnya.
"Yang penting menang kan? Hahahah!" Sakti menjawab dengan tertawa dan mengacak rambut Raina yang sedikit basah oleh keringat.
"Lain kali gue yang bakal menang! Liat aja!" Raina menatap tajam Sakti yang masih tertawa.
"Coba aja kalo bisa!" ucap Sakti dengan sisa tawanya.
"Cuma berapa menit kok capek banget ya?" Raina mendekat dan menyenderkan kepalanya di bahu kiri Sakti.
"Udah lama nggak main soalnya," Sakti menjawab dengan sesekali meneguk airnya.
"Hmm.. Iya kali, btw aku mau nanya deh, Sak," tiba tiba Raina mengangkat kepalanya dari bahu Sakti dan beralih menatapnya.
"Apaan?"
"Rasanya jatuh cinta itu gimana ya?" tanya Raina yang membuat Sakti langsung menoleh ke arahnya.
"Kenapa lo tanya gitu? Habis liat orang pacaran dimana?" jawab Sakti dengan tertawa miring dan menoleh ke sekitar lapangan, mencari penyebab sahabatnya menanyakan pertanyaan semacam itu.
"Ih enggak! Gue tiba tiba kepikiran gitu. Abisnya gue nggak pernah tuh ngerasain gimana yang namanya jatuh cinta," bantah Raina cepat dengan menarik wajah Sakti agar kembali menatapnya.
"Ya nggak tau lah, lo kan juga tau kalo gue belum pernah pacaran,"
"Nggak pernah pacaran kan juga bukan berarti nggak pernah jatuh cinta," Raina mulai mengerucutkan bibirnya setelah mendengar jawaban dari Sakti.
Sakti bingung sih mau jawab apa, ya emang dia bener bener belum pernah ngerasain juga, "Kata orang sih. Jatuh cinta itu menyenangkan tapi, kamu juga harus siap dipatahkan," ucap Sakti tiba tiba, membuat Raina langsung memusatkan perhatiannya kepada Sakti.
"Jatuh cinta itu, hanya dengan menyebut namanya saja hati lo akan merasakan sesuatu, ngebuat lo merasa berbeda, ngebuat lo rela memberi apapun hal hal terbaik yang lo punya," Sakti meneruskan bicaranya dengan ekspresi yang bisa dibilang antara serius dan bingung. Membuat Raina tersenyum menahan tawa.
"Oooooh gitu yaaaa.." Raina mengangguk anggukkan kepala dengan masih tersenyum.
Sakti menaikkan alisnya heran, "Kenapa lo senyum senyum gitu?" tanyanya.
"Hemmm.. Nggak papa, lucu aja liat ekspresi lo kayak gitu. Hahaha!" jawab Raina disusul dengan tawanya.
Sakti hanya menggelengkan kepala.

KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan dan Kamu
Teen Fictiondari jutaan manusia yang hidup di bumi, tercipta diantaranya dua manusia yang bernama Reyhan dan Raina. dengan sikap Reyhan yang usil dan nggak bisa diem berhasil membuat Raina tiba tiba suka sama Reyhan