Sepertinya doa jaeyoon dua minggu yang lalu percuma saja, sekarang ia baru saja selesai membersihkan perpustakaan.
"Lain kali aku akan mengatakan yang sebenarnya saja."
"Nanti sampai di rumah appa akan memarahi ku karena tidak berlatih bertarung. Eomma akan memarahi ku karena pulang terlambat."
Sepertinya nasib jaeyoon sedang tidak baik. Tadi pagi ia datang terlambat, membuat hukuman dari eunbi bertambah. Dan nanti ia akan mendapat ceramah dari kedua orang tuanya.
Saat berjalan ke parkiran, ia melihat seseorang yang cukup familiar. Tapi orang itu ada di kawasan para omega Blue Moon dan beberapa Pack.
Bukannya berjalan ke mobilnya, ia malah berjalan mendekati orang yang sedang duduk sembari bermain handphone.
"Seorang omega tak baik pulang larut." Jaeyoon membuat omega di depannya terkejut, sampai hampir melempar handphone ditangannya. "Senang bertemu dengan mu lagi, Park Sunghoon."
Entah kenapa pundak kiri nya terasa panas. Lebih panas saat ia bersama heeseung di hutan saat itu. Dan entah kenapa jiwa werewolf nya memaksa keluar.
Omega di depannya langsung berdiri. "Kau yang menolong ku saat itu?" Tanya omega bernama Park Sunghoon. "Terima kasih telah menolong ku, kalau tidak ada kau entah apa yang terjadi dengan ku."
Jaeyoon hanya tersenyum sembari menahan panas di pundaknya. Entah dorongan dari mana, ia melangkahkan kakinya mendekati sunghoon.
Sunghoon tidak bisa mundur sama sekali. Sampai akhirnya hanya tersisa sedikit jarak diantara keduanya.
Jaeyoon dengan mata merahnya menatap mata sunghoon yang bewarna dark blue. Jiwa werewolf nya terus meronta ingin keluar.
'Mate...'
"Diam kau jake!" Ujar jaeyoon kesal.
Jaeyoon langsung tersadar atas kelakuannya. Ia memundurkan tubuhnya, menggaruk tengkuknya canggung. Warna matanya kembali bewarna hitam, werewolf di dirinya benar-benar hampir menguasai tubuh nya.
"Maaf kan aku." Ujar jaeyoon pelan.
Keduanya tak menyadari ada dua orang yang melihat semuanya dari awal. Dan mendesah kecewa. "Sedikit lagi jaeyoon. Setelah itu kau akan mengetahui semuanya."
"Kau yakin mereka mate?"
"Tentu omega ku sayang."
"Sudahlah, lebih baik kita kembali. Jangan sampai orang tau keberadaan kita."
Dua orang yang memantau jaeyoon dan sunghoon langsung pergi entah kemana.
"Sunghoon-ah!!"
Keduanya langsung menatap seseorang yang baru saja datang.
"Kau lama bodoh." Ketus sunghoon.
"Aku hyung mu, berlaku lah sopan."
"Kita hanya terpaut 7 bulan." Sunghoon langsung berjalan ke arah mobil jongseong. Ia masih merasa canggung dengan kejadian tadi.
Jongseong langsung menatap orang di depannya penuh tanya. "Apa kau sudah menjalankan rencana ku?"
Dahi jaeyoon mengernyit bingung. "Rencana apa? Aku tak ingat."
Rasanya jongseong ingin memukul kepala jaeyoon, tapi ia ingat tangannya pasti akan sakit.
"Aku ingat jongseong-ah. Tapi itu terlalu cepat, dan belum tentu adik mu mate ku."
Jongseong menghelan nafas jengah. "Sunghoon-ah!"
Jaeyoon terkejut, saat temannya memanggil sunghoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] Werewolf || Jakehoon
Werewolf[END] Api dan Es tak bisa bersatu. Begitupun Jake dan Sunghoon. Jake seorang werewolf berelement Api dan Sunghoon werewolf berelement Es. Start = 25 Oktober 2020 End = 30 Maret 2021 [19/03/21] #2 Jakehoon [14/04/21] #1 Jakehoon [18/04/21] #1 Jakeho...
![[✓] Werewolf || Jakehoon](https://img.wattpad.com/cover/245169490-64-k806420.jpg)