10. Jadi itu Palsu?

437 31 0
                                        

"Jadi kalimat Kakak kemarin itu palsu? Hanya bagian rencana yang dibuatnya? Hah! Memang dunia ini semua palsu!"-a Orion

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi kalimat Kakak kemarin itu palsu? Hanya bagian rencana yang dibuatnya? Hah! Memang dunia ini semua palsu!"
-a Orion

.
.
.
.
.

"Kak."

Orion tersenyum miris, yang dipanggil hanya memalingkan wajah dan berjalan pergi. Tak berniat membalas sapaan Orion tadi. Entah Orion juga tak tahu apa penyebabnya, apa karena kalimatnya kemarin?

Alfa menghindarinya. Bisa dikatakan baik, bisa juga tambah buruk. Baiknya Alfa tak akan membullynya lagi, ia akan selalu selamat. Buruknya Alfa menjauhinya, katakan memang sedari dulu mereka tak pernah dekat, tapi kali ini lebih berbeda dari sebelumnya.

Setiap bertemu disekolah entah kapan itu, Alfa selalu mencegatnya, meminta uang atau menyuruh Orion mengerjakan sesuatu. Dirumah pun sama, kakaknya setiap pagi tak pernah sarapan bersama, makan malam pun terlewatkan. Setiap kali Orion menengok ke kamarnya pun tak ada penghuninya.

Setiap bertanya kabar pada Ayah Bundanya selalu dijawab sama. Kakakmu sedang sibuk sibuknya dengan sekolah Ou, dia kan sekarang sudah kelas dua belas, jadi banyak persiapan untuk ujian kelulusan.

Tapi malam tadi semua berubah, keajaiban datang tiba-tiba. Kakaknya malah keenakan terlentang di ranjang tidur kamar Orion.

Flashbacn onn

Orion membeku menatap orang tersayangnya tidur terlentang di ranjang. Senyumnya terukir, jika boleh ia ingin memeluk tubuh itu. Kembali meminta kehangatan yang hilang tiga tahun kemarin. Sampai yang dipikirkan pun sekarang memberi senyuman kearahnya.

'Aku ingin melihat itu lebih lama lagi Kak, bisakah waktu berhenti sekarang juga?' batin Orion, air matanya turun membasahi pipi mengingat perlakuan kakaknya selama ini.

"Kau kenapa? Sakit?" tanya Orien mendekatinya.

Bahkan sekarang dia menjadi peduli? Tunggu tunggu, apa ini bisa termasuk peduli?

"A-ah, tidak apa-apa," Orion mengusap air matanya dan tersenyum.

"Eumm... Kakak hanya ingin bicara denganmu," ucap Orien kembali duduk di tepi ranjang, diikuti Orion. Ia menatap wajah kakaknya, baru sekarang mereka bisa sedekat ini.

"H-hah? Ka-kak?"

Persetan! Orion malah gugup saat kesempatan yang selalu dimohonnya terkabul. Rasanya seperti ingin interview kerja kantor saja.

"Eh haha, belum pantas dipanggil Kakak ya," ucap Orien.

"Jadi Kakak mau mulai dari awal, bantu kakak ya?" lanjutnya.

"Bantu apa?" tanya Orion bingung.

"Bantu membalikkan keadaan seperti dulu, walau susah sepertinya," jawab Orien.

Orien berubah pikiran? Ia mau meluruskan kesalahpahaman selama ini? Orion segera memeluk tubuh kakaknya, Orien hanya diam tak berniat bergerak.

"Tidak. Ini tidak akan susah, terimakasih Kak Orien," ucap Orion.

Orien membalas pelukan itu, pelukan untuk menyemangati masing-masing. Pelukan yang Orion rindu dari dulu, ia mendapatkannya lagi. Lagi, ia tak mau lepas saat ini juga, ia ingin lebih lama.

Sampai suara isakan terdengar, pelukan itu semakin erat. Seakan sama-sama takut kehilangan, takut ditinggalkan. Lagi.

"Jangan menangis Ou, kau cengeng," ledek Orien.

"..."

"Kakak akan cerita semua. Jadi... Ayah Bunda setelah kita bertengkar kemarin menemuiku, ayah bilang kau pulang berantakan. Aku diam tidak tahu mau menjawab apa, karena itu juga karenaku.

Kakak cerita dari awal sampai akhir kakak diusir Sirius pergi. Kakak diberi nasihat sama Bunda, Bunda ngejelasin semuanya dari awal. Awal Kakak salah paham, awal Kakak nggak mau menerima kamu," Orien menarik nafas, menatap wajah Orion didekapannya. Matanya bengkak, air matanya masih terus saja mengalir. Bibirnya menjadi merah dan sedikit mengelurkan darah, Orion menggigitnya tadi.

"Kakak sadar, Kakak salah. Nangis Kakak tuh, kenapa Kakak baru sadar sekarang. Kakak bukan mau mengulang, tapi mau memperbaiki. Tapi kalau hati Ou nggak bisa diperbaiki, Kakak bisa apa?"

Orien menyudahi kalimatnya, pelukan mereka merenggang. Tangannya mengusap pipi sang adik, menatap kelereng indah itu beberapa saat.

"Kakak sayang Orion."

Flashback off

"Jadi Kak Alfa kakakmu? Dan nama aslinya Kak Orien?"

Sirius bertanya, yak! Orion bercerita kepada kakak kelasnya tadi pagi. Setelah Orien berubah saat bertemu disekolah. Mungkin akan ada solusi dari kakak kelasnya itu.

"Dan yang hanya tau kau, kakakmu dan dua temannya?" tanyanya lagi dan Orion mengangguk.

"Aku sudah menceritakan semua, kalau Kakak ingin membocorkan silahkan saja. Aku lelah, banyak yang palsu didunia ini. Bagaimana kalau aku-"

"Ya sudah! Jangan melantur Ou, terimakasih sudah bercerita tanpa ada paksaan.

Dan tentang palsu, aku tak seperti itu. Aku memang ingin berteman denganmu. Mau kuceritakan soal mengapa aku bisa tertarik padamu?"

"Tak usah! Tidak ada manfaatnya, aku semakin pusing nanti," jawab Orion malas.


Orion update, hehe!!! Jadi kapan Orion bakal nerima Sirius? Atau malah digantungin selamanya? Wkwk, sabar Sirius:>

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Orion update, hehe!!!
Jadi kapan Orion bakal nerima Sirius? Atau malah digantungin selamanya? Wkwk, sabar Sirius:>

19 Januari 2021

a Orion✔ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang