[S E L E S A I]
[B R O T H E R S H I P]
"Ou sudah menemukan semua, dari teman; kakak; ayah dan bunda; juga jalan keluar masalah itu. Ou sekarang tinggal jaga diri untuk baik-baik saja, agar nanti bisa pulang dan kembali bertemu mereka semua...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sedang menunggu semua yang belum sadar kehadiranku." —a Orion
. . . . .
Laki-laki berwajah manis itu terus menundukkan wajahnya sembari berjalan menyusuri koridor sekolah. Walaupun dengan senyum yang menambah kesan manis diwajahnya, bisikan-bisikan itu tak kunjung berhenti. Mereka tidak tahu betapa sakitnya hati laki-laki manis itu, tapi mereka toh tetap tak peduli.
Langkahnya terhenti didepan pintu bertulisakan 'perpustakaan'. Mengambil kartu identitas di sakunya dan menempelkannya di mesin. Setelah tanda centang berwarna hijau muncul ia segera memasuki ruangan itu.
Menghampiri salah satu rak dan mulai mencari buku yang akan ia baca. Sangat teliti, bahkan satu buku tak terlewatkan olehnya. Kegiatan ini sudah menjadi kesehariannya. Pulang sekolah pergi ke perpustakaan, membaca buku dan akan berdiam di situ sampai ada kabar jam klub mading mulai.
Sesekali laki-laki itu tersenyum dibuat cerita. Hanya cerita yang mampu mengertikannya. Cerita sering menghargainya dibanding semua orang 'sama saja'.
"Ah, aku lupa," gumamnya.
Ia baru mengingatnya sedari tadi. Segera mengambil earphone dan memasangkan di telinganya. Memutar lagu yang pasti favoritnya ditemani membaca buku.
"Love now i cant forget this love."
Bersenandung kecil mengikuti irama lagu yang didengarnya. Sudah komplit semua, tinggal menunggu yang diluar sana sadar akan adanya dirinya.
"Haha, Roy Wang gege kenapa aku semakin mengagumimu heum?" ucapnya pelan dan melepas earphone yang dipakai.
Ya! Sebut saja dia adik laki-laki Roy Wang -TFBOYS. Bakat menyanyi gegenya menurun, wajah imut dan manis gegenya juga menurun. Sudahlah jangan serius! Dia 'fans garis keras Bubu Roy Wang'.
"Sleep -My Bubu Roy Wang," gumamnya dengan tersenyum.
Laki-laki manis itu mempunyai panggilan khusus untuk idolanya itu, haha. Tiba-tiba dua orang temannya datang dan duduk dihadapannya. Ia hanya bisa tersenyum menyambut mereka.
"Orion, sebentar lagi klub mading dimulai. Apa kamu masih betah disini?" tanya temannya.
"Ah iya, aku akan mengembalikan buku ini dan segera pergi ke klub. Kalian berdua duluan saja." jawab laki-laki manis itu, sebut saja Orion.
"Baiklah, sampai jumpa disana." pamit mereka dan pergi meninggalkan Orion.
Orion segera mengembalikan buku yang ia baca tadi. Memasukkan kartu identitas dan keluar dari ruang perpustakaan.
Lagi-lagi ia berjalan menunduk, dilihat koridor sekolah masih agak ramai. Mereka tetap tak peduli, anggap saja angin lewat.
Ruangan yang didominasi beragam warna itu sudah agak ramai. Terdapat sekitar 8 siswa disini. Ya! Delapan 'siswa', bukan termasuk siswi perempuan juga.
Ruang untuk klub mading, klub yang kabarnya paling sedikit peminatnya disekolah ini. Siswi perempuan pun tak ada yang mendaftar. Menyisakan 8 laki-laki yang masuk klub ini.
Tujuan Orion tadi tempat ini. Tempat yang setiap pulang sekolah selalu ia datangi. Untuk mengasah bakat, menyalurkan perasaan, juga tempat menyelesaikan masalah.
Hanya disini Orion diterima, disini Orion disenangi. Berbeda dengan di tempat lain, ia selalu dianggap semua tak ada. Haha, jadi apa arti semuanya?
"Orion giliran kamu untuk menggambar bagian ini," teriak salah satu temannya.
"Iya aku akan mengerjakannya, dan panggil aku Ou saja," jawab Orion segera menggambar.
"Sudah 2 tahun kalian bertujuh bersamaku, memang susah memanggilku Ou saja?" lanjut Orion dengan muka kesal.
"Ash kamu ini, semakin imut kalau wajahmu kesal haha. Iya iya kita akan memanggilmu Ou," jawab temannya dan dibalas senyuman oleh Orion.
Setelah dua jam mereka berada di klub mading, akhirnya jadwal pulang tiba. Mereka merapikan barang-barang yang digunakan tadi. Satu per satu keluar dari ruang itu.
"Hey! Kalian jangan lupa kalau besok kita free, dan Orion tempel tugas kita ya di mading," ucap sang ketua klub.
"Baik, selamat tinggal," pamit semua.
Sedangkan Orion berbalik arah menuju papan untuk klub madingnya di depan gedung sebelah. Menempelkan tugas yang klub madingnya buat tadi. Itu sudah menjadi kegiatan mereka setelah pulang sekolah.
Tapi saat berbalik Orion mendapati tiga laki-laki berseragam SMA didepannya. Yak! Kakak kelas angkatannya.
"Wah semakin hari, gambaranmu semakin bagus yah?" ucapnya sembari menyeringai.
"Kak—"
"AKU BUKAN KAKAKMU?!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Orion, Orion, Orion Kobam JunXi, hehe:) Sixu lagi lupa ekh