[S E L E S A I]
[B R O T H E R S H I P]
"Ou sudah menemukan semua, dari teman; kakak; ayah dan bunda; juga jalan keluar masalah itu. Ou sekarang tinggal jaga diri untuk baik-baik saja, agar nanti bisa pulang dan kembali bertemu mereka semua...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ayolah! Apa ini cara satu-satu Kak Orien sayang padaku?" -a Orion
. . . . .
"Ou pulang."
Akhirnya Orion tiba dirumah, hari ini rasanya ingin cepat-cepat sampai di kasur kesayangannya. Ia melepas sepatu dan masuk kedalam. Bundanya datang menyambut dengan pelukan dan senyuman di sudut bibirnya.
"Ou langsung makan dulu yah, sudah ditunggu tuh," ucap beliau mengusap surai Orion lembut, dan ia mengangguk mengiyakan.
Ibu anak itu berjalan bersama kearah meja makan. Kelerengnya melihat sang Ayah yang merentangkan tangannya, segera Orion berlari dan membalas pelukan itu.
Tapi kali ini berbeda, kursi yang belum lama ini selalu absen makan bersama, sekarang sudah diduduki pemiliknya. Walau sang pemilik hanya diam tak bersuara, itu sudah lebih dari cukup membuat Orion senang.
"Ayo makan Ou, En," ucap bundanya dan mereka mulai makan.
"Kenapa kalian tak pulang bersama?"
Suara Ayahnya bergema di telinga Orion. Aishh, Orion dan kakaknya memang tak pernah pulang bersama, terakhir saja waktu Orion kelas 6 sekolah dasar. Bahkan sekarang menelan makanan pun terasa susah. Orion menatap sang ayah dan tersenyum.
"Ou tadi ada ekstra mading, awalnya dua jam tapi karena tugas selesai cepat jadi pulang lebih awal," jawab Orion, sang Ayah hanya mengangguk.
"Kalian sebentar lagi sama-sama menghadapi kelulusan, jadi harus rajin belajar," ucap sang Ayah lagi.
"Ou sudah janji kan kalau saat kelulusan bakal jadi juara 1 dan bawa pulang piala?" sahut Bundanya, Orion mengangguk, meneguk air putih dihadapannya.
"Iya, Ou bakal jadi yang nomor satu," ucap Orion dan tersenyum.
"Kamu juga En, nggak bakal kalah dengan adikmu kan?" ucap Ayah mereka.
"Hmm, Orien juga bakal bawa pulang piala," jawab Orien.
Orion senang, bisakah ia mendapatkan ini setiap hari? Semua lengkap seperti dulu, Orion rindu. Semoga saja ini awal kebahagiaan mereka, yang akan berlanjut sampai nanti. Orion sangat sangat berharap, untuk mereka bahagia sebelum ia pergi meninggalkan semua.
"Oh ya, kalian yang akur dirumah."
Deg!
Gawat, pertanda buruk datang, akan terjadi apa setelah ini? Apa mereka berdua akan ditinggal, lagi? Aishh, ini bukan hal baik bagi Orion.
"B-bunda? Ingin pergi?" tanya Orion ragu, semoga saja tidak pergi.
Bundanya mengangguk, "Iya, Ayah dan Bunda ada pekerjaan diluar kota lima hari," jawabnya.
Apa boleh buat, ini tentang pekerjaan. Tidak ada bisa yang menentang, termasuk Orion dan Orien.
"Lima hari? Tidak bisa lebih cepat kah?" tanya Orion.
"Lebih cepat? Ayah dan Bunda sudah menguranginya satu hari loh Ou, awalnya enam hari," jelas sang ayah.
"Aishh! Kenapa cuman satu hari? Kenapa tidak dikurangi 2 hari? 3 hari? Atau kalau bisa tidak usah keluar kota Yah, kerja dirumah saja," rengek Orion.
"Haha, lihat En, adikmu manja sekali.
Kan Ou dirumah dengan Kakak," ucap Bundanya.
"Yasudah lah, cepat pulang tapi," final Orion.
"Iya Ou, Bunda dan Ayah berangkat sekarang. Kalian baik-baik dirumah," sahut Bundanya dan berdiri memeluk kedua putranya.
"Harus hari ini? Aishh, tidak adil," rengek Orion, bagaimana bisa ia ditinggalkan hari ini juga?
"Hhh... Ou sudah, Ayah Bunda berangkat, kalian jangan macem-macem dirumah," ucap sang Ayah dan berjalan keluar rumah.
Ayah dan Bunda Orion sudah masuk mobil dan pergi meninggalkan rumah. Kini tinggal dirinya dan sang kakak yang sibuk melanjutkan makan siang. Aduh, rasanya canggung sekali. Ingin lari saja dari tempat ini.
Orion mendorong kursi kebelakang, berdiri dan melangkah menjauhi meja makan. Tapi tangan kakaknya lebih dulu memegang lengannya.
"Ingin kemana? Makan dulu, nanti sakit," ucapnya.
"E-eh, iya Kak. Ou makan," jawab Orion dan kembali duduk.
"Ou."
"Y-ya?"
"Kalau kakak balik kayak dulu, kau mau menerimanya?
Bantu kakak."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.