[S E L E S A I]
[B R O T H E R S H I P]
"Ou sudah menemukan semua, dari teman; kakak; ayah dan bunda; juga jalan keluar masalah itu. Ou sekarang tinggal jaga diri untuk baik-baik saja, agar nanti bisa pulang dan kembali bertemu mereka semua...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sepertinya, ceritaku akan berakhir bahagia (?)"
. . . . .
"Kau ada pacar dan aku tak tahu?" tanya Orien kaget, sepertinya dia juga masuk ke jebakan yang dibuat Sirius.
"Tidak, aku—"
"Kelas 11-3? Satu kelas dengan Zevan bukan? Siapa namanya? Sejak kapan? Asihh kau ini tak bicara—"
"TIDAK KAK ORIEN?! Dia berbohong dan Kakak langsung percaya?" potong Orion cepat.
"Huh! Kak Sirius ingin apa kesini?" lanjut Orion.
"Ah tak ada apa-apa, hanya ingin bermain," jawab Sirius sambil menujukkan senyumnya.
Hari ini hari Minggu, seharusnya Orion masih nyenyak tidur dikasur kesayangannya. Bukan malah bertemu dengan kakak kelasnya satu ini. Mengganggu saja padahal masih pagi-pagi ingin bermain.
Mereka bertiga hanya diam fokus menonton program televisi yang entah sudah menyala sejak kapan. Sampai ada ketukan pintu didepan, Orion berdiri berniat membukanya.
Cklek
"Kak Zevan? Kak Thalla? Ingin bertemu Kak Orien?" sapa Orion setelahnya.
"Iya, ada didalam? Kami hanya ingin bermain," jawab Zevan tersenyum.
Hanya info, satu-satunya orang yang peduli ke Orion dulu. Setiap Orien membullynya ia yang menolong. Katanya Orion sudah dianggap adik kandung sendiri, karena dulu Zevan juga ingin punya adik laki-laki tapi tak terwujud, hehe.
Sebelum ada Sirius yang kini selalu membantu Orion tanpa dia sendiri tahu. Zevan, kakak kelas manis dari 11-3 yang menjadi kapten sepak bola sekolah. Satu dari dua temannya yang hanya waras saja.
"Ah iya, masuk saja Kak," ucap Orion dan mempersilahkan mereka berdua masuk.
Sedangkan Orien dan Sirius kaget dengan kedatangan Zevan dan Thalla. Mereka berdiri dan menyambutnya dengan senyuman lebar.
"Kalian tak memberi kabar jika ingin kesini?" tanya Orien.
"Harus?" jawab Zevan.
"Harus, setidaknya aku akan membersihkan rumah ini. Kalian kan tahu, Ayah Bunda pergi bekerja dan rumah ini sedikit kotor," jelas Orien.
"Tak apa, diterima dengan baik saja sudah cukup Kak," ucap Zevan.
"Ah ya, dia siapa?" lanjut Zevan bertanya.
Sirius yang merasa ditanyai pun tersenyum, "Aku Sirius kak, anak kelas 10-1," ucap Sirius memperkenalkan diri.
"Ouh Sirius, kapten basket sekolah itu kan? Teman Orion?" tanya Zevan lagi.
"Hehe iya kak."
"Thalla juga kenapa diam saja? Kau sakit? Atau diputuskan pacar?" sahut Orien dan tertawa.
"Hah? Sejak kapan Kak Thalla punya pacar? Pasti pacarnya cantik ya? Heum?" tanya Zevan ikut menggoda.
Ngomong-ngomong tentang pacar, Orien jadi ingat tentang ucapan Sirius tadi. Menggoda sang adik tak salah kan?
"Emm Zevan? Kau tahu pacar Orion? Katanya kelas 11-3, teman satu kelasmu?" Mulai Orien lagi, sedangkan yang disebut hanya menghela napas kasar.
"Kau juga punya pacar? Siapa? Kakak kelas juga? Satu kelas denganku?"
"Ou, kan sudah kakak bilang. Kau itu masih—"
"Tidak?! Kak Orien berbohong," potong Orion.
Orien hanya tertawa sebentar dan mengusak-usak surai hitam sang adik. Lucu sekali adik laki-lakinya satu ini, ingin diapakan?
"Emm Orion, kakak hanya ingin meminta maaf."
Mereka terdiam, siapa yang barusan berbicara? Thalla menatap Orion penuh harap, ia ingin diberi kesempatan kedua lagi.
"K-kak, ta-tak apa. Ini kan juga bukan lebaran, kenapa harus meminta maaf," jawab Orion berusaha mencairkan suasana agar tak tegang.
"Kau ini Ou, masih saja bercanda," sahut Sirius.
"Tak apa Kak, itu sudah lalu. Lagi pula Kakak ingin berubah kan? Kita semua bisa pelan-pelan kerja sama kan? Hehe," jelas Orion pelan.
Apakah ini akhir dari semua?
"AYAH BUNDA PULANG?!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.