[20] Rahasia yang selaras dengan kebohongan

51 5 2
                                        

Satu hal yang tidak kusukai di hidup ini. kebohongan. – Alterra

*

Alterra khawatir. Wajah pucat Arka membuatnya berdebar di sela kendalinya pada motor demi menyusul mobil Bimo. Arka terlihat murung saat ia melihatnya di dalam ruang siaran namun Alterra tidak pernah membayangkan jika lelaki periang itu justru dalam keadaan sakit.

Mobil Bimo masuk ke dalam pekarangan perumahan dan berhenti ketika mereka berada di depan rumah dengan nomor 10. Alterra berinisiatif turun dan mematikan motornya terlebih dahulu lalu membukakan pagar rumah Arka. Ia disusul oleh Ali yang sudah mengambil kunci rumah dari saku Arka.

Mereka beriring mengantar Arka ke kamar yang berada di tak jauh dari ruang keluarga. Keadaan kamar yang rapi seakan tidak ada orang yang tinggal disana memancing atensi Alterra. ia tidak pernah menemukan lelaki serapi Arka. Terlebih dalam urusan kamar. Biasanya, ia akan menemukan kamar berantakan khas lelaki.

"Gue udah telepon orangtuanya Arka dan gak bakal bisa buru-buru pulang. Ada yang sukarela nungguin Arka disini?" tanya Wildan.

Bimo, Ali dan Riyo setuju untuk menginap dan menemani Arka sampai orangtuanya pulang. Namun, mereka menoleh ketika Alterra ikut mengangkat tangannya.

"Gue juga mau nemanin Arka disini."

"Tapi, Ra, lu cewek. Gimana kata orangtua lu nanti kalo tau lu nginep di rumah cowok?"

"Mereka gak peduli sama gue. So, gue bisa nginep disini."

Suasana menjadi canggung setelah mereka mendengar jawaban dari Alterra. bagaimanapun, mereka ikut mengetahui tentang keadaan tempo hari dimana ayah Alterra datang ke kantor. Bimo akhirnya mengangguk menyetujui sebelum berpamitan untuk membeli obat.

Alterra bergerak kearah dapur. Ia mengambil panic yang tergantung lalu mencari tempat beras. Selama ia mencari, Riyo yang memperhatikan gerak-geriknya pun mendekat.

"Lagi cari apa, Ra?"

Alterra menoleh sekilas, "Lagi cari tempat beras. Lu tau dimana?"

Riyo menggeleng, "Gue baru ini kerumah Arka. Biasanya gak ada yang kesini. Dia juga jarang dirumah. Kalo lu mau bikin bubur, mending batalin. Ali udah pesan di ojek online."

Alterra akhirnya memusatkan perhatiannya pada Riyo. Ia tertarik mendengar cerita Arka yang bahkan tidak pernah ia ketahui.

"Lu udah berapa lama kerja di blackshot?" tanya Alterra.

Riyo mengambil mug dan mengisinya dengan air putih dari dispenser, "Kurang lebih 3 tahun. Tapi gak begitu akrab juga sama Arka. Biasa aja. sering nongkrong tapi jarang ngobrol."

"Cuma satu hal yang gue tau banget tentang Arka. Dia jarang pulang kerumah dan memilih tidur di ruang siaran." Jelas Riyo.

Alterra mengerutkan dahinya bingung, "Ngapain dia tidur di ruang siaran kalo dia punya rumah?"

"We don't know too. Semua juga menanyakan hal yang sama. Sampai akhirnya mereka berhenti untuk bertanya." Riyo mencuci mug bekas ia pakai tadi. "mungkin lu harus nanya sama Bimo. Seenggaknya dia tampak sering ngobrol dan tau banyak hal tentang Arka." Saran Riyo sebelum masuk kembali ke dalam kamar Arka.

Alterra merasa terlalu banyak rahasia yang dimiliki Arka hingga ia tidak dapat meniti lebih lanjut. Namun, Alterra tidak dapat mengenyahkan rasa penasarannya begitu saja. Maka, ia putuskan untuk menyusul Bimo yang tengah merokok di halaman rumah Arka.

"Bim, gue mau nanya sesuatu?"

Suara Alterra membuat Bimo sontak menoleh dan mematikan rokoknya ke tanah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 01, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Arka's ValentineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang