'Gapailah cita-citamu meski lelah menghampiri. Jangan berhenti hingga lelah itu lelah dengan usahamu'
~pengagumhujan_rya
Akhir-akhir ini pelanggan ramai sekali yang datang. Tujuh sahabat itu sampai kewalahan meladeninya.
Hal itu sungguh membuat mereka sangat-sangat bersyukur sebab rezeki yang diperoleh lebih baik dari bulan lalu.
"Maunya sih ramai terus ya, tapi kalau sering kali juga ... gimana kita atur waktu belajar, bagaimanapun kita juga mahasiswa," ucap Raja sambil memasukkan kripik rumput laut ke mulut kecilnya.
"Iya, seminggu lalu aku lupa ngerjain tugas karena capek, jadi ketiduran," sambung Zaki.
Terkadang lelah yang menggerogoti membuat malas impian yang tinggi. Tapi untuk bersemangat kembali kita harus ingat apa tujuan kita ada di posisi ini sekarang.
"Where there is a will there is a way!” Fang memberikan pepatah yang sangat ia sukai kepada teman-temannya dalam bahasa Inggris.
"Ya Allah, Fang! Kita udah capek, lelah, pusing, ente tambah lagi dengan bahasa orang kaya." Raja merengek bak anak kecil.
"Capek sama lelah apa gak sama ya?" tanya Fang polos.
"Iya sama, tuh kan, bahasa indonesia aja ane kalap apa lagi bahasa begituan." Raja kembali merengek menyadari kesalahannya.
"Belajar, Ja. Saya juga masih belajar, coba Fang artinya tadi itu apa? Biar kita pada tahu," tutur Farhan.
“Artinya ..., 'Dimana ada kemauan, pasti disitu ada jalan' gitu." ujar Fang lembut.
"Iya belajar, tapi tetap aja gak bisa-bisa, dua belas tahun ane belajar tu bahasa, tapi gak ada kemajuan. Terus yang paling ane malu itu nilai rapot bidang itu tinggi banget."
Kebanyakan sekolah demikian, begitu juga yang Raja alami, terkadang guru tak peduli lagi bagaimana tingkat kepahaman siswa-siswinya, yang terpenting adalah bagaimana ia menghargai pelajaran itu dan gurunya.
"Jangan bilang gitu, Ja. Bukannya Allah berfirman dalam Alquran surah Ar ra'd :
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Farhan mebacakan Kalam Allah itu dengan suara merdunya, membuat siapa saja yang mendengar pasti akan tersentuh.
"Nah artinya ... 'Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia' Jadi kita harus mengubah diri kita barulah Allah akan mengubah hidup kita." ujar Farhan bijak.
Teman-temannya tertegun dengan penjelasan Farhan, di malam yang temaram itu mereka mendapat siraman rohani yang sangat memotivasi.
"Alhamdulillah bulan ini kita dapat hasil yang lebih baik," ucap Bayu yang selesai menghitung pendapatan mereka.
"Alhamdulillah," sambut yang lainnya serentak.
"Tapi capeknya juga Alhamdulillah sekali," sahut Raja sambil menghela nafas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tujuh Sajadah Hijau
Spiritual"Ini sajadah hasil dari usaha kita, sampai kita selesai pada tujuan masing-masing, tujuh sajadah di ruangan hijau ini gak boleh berkurang." Itulah perjanjian dari tujuh orang pemuda yang meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu ke ibu kota...
