Tragedi Malam

25 3 0
                                        

Mental setiap orang berbeda-beda. Ada yang kokoh meski di guyur ucapan panas ada pula yang tumbang hanya disentil kata sindiran.
Jagalah lidahmu sebab luka yang dibuat kata-kata sukar menjadi baik.

~pengagumhujan_rya


Akibat kejadian-kejadian yang tak terduga pagi tadi, cafe hanya di buka malam hari saja, sekitar jam delapan malam. Itupun banyak menu yang tak bisa di sajikan karena kehabisan bahan mentah.

Namun bagaimanapun keadaan yang terjadi jika rezeki itu datangnya untuk kita maka tak akan salah alamat atau bahkan terlambat. Walau cafe buka larut, pelanggan masih ramai. Cafe sederhana milik mereka bertujuh memang sangat nyaman untuk bersantai atau mengerjakan tugas kuliah.

Mereka yang datang sebenarnya tak punya niat untuk membeli, namun sekadar duduk menikmati jalanan dan sesekali membaca buku juga tugas masing-masing.

Tapi sungguh tidak punya perasaan jika hanya duduk manis namun tak memesan salah satu menunya. Mau tidak mau maka harus mau, kita sebagai manusia mesti punya rasa segan untuk menjalani kehidupan. Sebab rasa segan merupakan benteng diri untuk tak melampaui batas yang nantinya merusak akhlak.

"Bakso krispi sama lemonteanya, ya," ucap seorang pelanggan pada Eko yang melayaninya memilih menu.

"Baik, Mbak segera datang." Eko melaporkan pesanan wanita cantik yang tampaknya berkutat dengan tugas dan fokus pada laptop berstiker kartun muslimah bercadar.

"Mungkin ..., Mbak ini baru hijrah, semua cassing alat eletroniknya bernuansa kartun muslimah, bercadar juga. Tapi si Mbaknya tak bercadar," batin Eko sebelum meninggalkan pelanggannya.

Di pojok kanan Farhan hanya duduk terdiam, teman-temannya tak mengizinkannya untuk melakukan aktivitas malam ini. Sebenarnya Farhan sudah memaksakan diri untuk bisa mengerjakan sesuatu, tapi apa daya teman yang sudah menjadi saudaranya itu sangat perhatian padanya.

Kebosanan menggerogoti diri Farhan, matanya lelah melihat pelanggan yang mondar-mandir datang, ke kanan dan ke kiri mengikuti alur tragedi malam ini.

"Permisi, boleh saya duduk disini," sapa seorang gadis berpakain minim pada Farhan.

Mata Farhan terbelak melihat paha gratis di depannya, bak model korean girl dengan rambut hitam kemerah-merahan mengibaskan rambutnya menambah pesona yang menggoda tiap adam yang melihat.

"Astagfirullah." Farhan langsung mengalihkan pandangnnya.

"Saya duduk disini, ya? tanyanya sekali lagi.

"Oh, Iy-iya, silahkan." Tawar Farhan menunjuk kursi disampingnya dengan suara yang terbata-bata.

Gadis molek itupun duduk sambil mengambil sesuatu dari tas kecilnya, lagi dan lagi mata Farhan hampir keluar saat ia melihat yang di ambil gadis itu adalah rokok.

"Apa? Gadis ini merokok?" batin Farhan tak percaya.

Melihat Farhan yang memperhatikan  tingkahnya gadis itu menawarkan rokoknya setelah menghisap dan menghembuskan untuk memulai aktivitas menghabiskan si kretek di tangannya.

"Mau?"

Dengan cepat Farham menggeleng dan mengalihkan pandangannya ke objek lain.

Tujuh Sajadah HijauCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang