💎💎💎
"Siapa pun yang akan dipilih aku percaya pasti mereka memang yang terbaik dan kita harus setuju dengan pilihan itu "
Mereka memutuskan untuk istirahat untuk persiapan perjalanan mereka besok pagi tempat terakhir yang akan menentukan bagaimana nantinya takdir perjalanan mereka ini. Athalan , Leon dan Gevan berjaga di luar pondok suara hewan-hewan di hutan ini menjadi peneman mereka di malam ini.
" Banyak kejadian yang kita alami tapi aku merasa masih banyak rahasia yang di sembunyikan keempat putri itu " ucap Athlan , Leon dan Gevan melihat ke atas menatap langit yang penuh dengan bintang.
" Tidak semua hal bisa dikatakan begitu saja pasti ada alasan kenapa mereka masih merahasiakan nya " Ucap Gevan santai
" Ya benar walaupun sepenesaran apapun jangan sampai membebani ke empat putri itu" tambah Leon.
Malam itu benar-benar dilewati dengan banyak pikiran yang berkecamuk dalam kepala setiap orang , tapi banyak di anatar mereka tidak tau bahwa sesuatu telah menunggu mereka , kejadian besar yang bisa aja akan mengubah semua hal yang sekarang terlihat begitu tenang.
" Arthemis aku ini menanyakan satu hal " Aprhodite duduk di sebal Arthemis yang sedang melamun entah apa yang di pikirkan gadis itu , Arthemis tersentak kala baru menyadari keberadaan Aprhodite di sebelah nya.
" Maaf Apri tadi kamu bilang apa ? tadi aku tidak dengar " tanya Arthemis melihat wajah cantik di hadapannya , sedangkan Aprhodite mengarahkan tangan kanan nya ke dahi Arthemis mengecek apakah saudara nya itu sedang sakit , wajah Arthemis tampak pucat " Apa kamu baik-baik saja " tanya Aprhodite
Arthemis tersenyum mengambil tangan Aprhodite di dahi nya menggenggam nya " Ya aku baik-baik saja , tenang saja Apri " ucap Arthemis , Aprhodite mengangguk " baiklah , aku hanya ingin bertanya tadi " Arthemis mengangguk sebagai jawaban.
" Darimana kau mendapatkan bunga yang di dalam sebuah lapisan bola es itu " tanya Aprhodite , dia berusaha membaca ekspresi Arthemis tapi nihil gadis itu benar-benar susah di tebak " Aku mendapatkannya dari seseorang yan sepertinya sudah lama mengenal ku " ucap Arthemis .
Aprhodite hanya mengangguk saja tak mau bertanya lagi , bila Arthemis saja tak mau memberi tau namanya mungkin saja dia memang akan terganggung bila Aprhodite terus bertanya tentang orang itu.
" Pergilah tidur Apri aku akan mengambil minum lalu menyusul mu kesana " ucap Arthemis dia bangkit berdiri menuju teko yang berisi air , Aprhodite mendengar itu menuju tempat Athena tertidur dan tidur di sebelahnya.
Arthemis keluar dari pondok itu menatap langit malam itu , dia mengeluarkan bunga yang terlapisi bunga es tapi tiba-tiba bunga dalam bola es itu bercahaya dan Arthemis merasakan kehadiran seseorang " Terima kasih " gumam Arthemis lalu kembali masuk ke pondok.
💎💎💎
Suara burung menyapa pendengaran mereka ini adalah hari terakhir misi mereka harus benar-benar selesai atau gagal karna mereka sudah benar-benar tak punya waktu lagi , waktu libur mereka yang di berikan Academy juga selesai lusa besok.
" Baiklah buka portal nya ini adalah tahap terakhir misi kita " Leon menatap teman-teman penuh dengan harapan terlihat dari matanya.
" Sebelum itu terima kasih Alexa , Wendy dan Firly karena sudah membantu kami " ketiga wanita yang disebut namanya itu tersenyum seneng karna mereka juga senang bisa membantu leon dan yang lain , mereka juga bisa bertemu mate mereka lagi setelah sekian lama.
Alexa berjalan mendekat kearah Aprhodite , dia tersenyum manis menatap wajah cantik Aprhodite , lalu dia memberikan sebuah kalung berbatu ruby hijau " Aku pernah mendapatkannya dari seorag peramal yang menjual barang-barang ajaib , dan dia mengatakan di masa depan aku akan bertemu wanita cantik berambut pirang yang setiap kali dia berbicara dia terdengar seperti bernyanyi karna suara nya indah sekali , dan di balik itu semua wanita itu menyimpan kekuatan kehidupan , dan dia bilang aku harus memberikan kalung ini kepada wanita itu , karna kalung ini adalah milik nya " Aprhodite menatap kalung ruby hijau itu , dia ingat pernah memberikan kalung ini kepada seorang anak laki-laki karna dia sakit-sakitan dan tak ada satu pun obat yang mampu mengobatinya , karna merasa kasian melihat anak itu kesakitan Aprhodite memberikan kalung nya kepada anak itu dan akhirnya dia sembuh.
Aprhodite mungkin memang dewi kecantikan dan cinta kasih sayang tapi melihat seorang anak menderita seperti itu dia tidak tega , dia meraih kalung itu lalu memakai nya batu ruby hijau itu sempat bercahaya senyum mengembang di bibir Aprhodite " Terima kasih Alexa " di balas anggukan oleh Alexa.
" Baiklah mari kita pergi " gevan membuka portal sendiri karna Arthemis masih harus memulihkan tenaga nya lagi.
Mereka masuk kedalam portal meninggalkan Alexa , wendy dan Firly yang sedang melambaikan tangan dengan senyum manis.
Disisi lain seorang pria sedang terdiam menatap kerajaan es yang di sekeliling nya terhampar tumpukan salju " ah rumah sudah lama sekali aku tidak pulang , terlalu sibuk mengembara aku jadi lupa pulang , tapi aku masih harus menunda pulang karna masih ada tugas yang harus ku lakukan " tiba-tiba angin berhembus kencang yang membuat dia menutup mata.
Portal teleportasi muncul dan menampakan para pangeran dan putri yang sudah di kenal jelas oleh jack , dia hanya tersenyum miring tampa membalikan badannya.
Sedangkan disisi lain Attalan menyadari siapa yang sejak tadi berdiri diam di hadapan mereka " Hei Jack apa yang kau lakukan disini , berhentlah mengikuti kami apa kau tak punya pekerjaan " Attalan memandang remeh Jack.
" Alan kau seharusnya tidak berkata begitu " Aprhodite menatap kesal Attalan , bagaimanapun Attalan tidak pantas berkata seperti karna Jack juga sudah banyak membantu mereka.
Jack merasa jengah dengan semua perkataan Attalan yang terdengar menyebalkan , Tapi dia tetap berusaha tenang karna ini bukan saatnya untuk bertengkar , dia berbalik menghadap para pangeran dan putri itu dengan wajah datarnya.
" Apa kau berkata apa yang ku lakukan disini , apa kau lupa sedang berada dimana " tanya Jack lalu dia menunjuk kerajaan nya , menunjukan pada meraka bahwa meraka sekarang berada di wilayah kekuasaannya.
Attalan seketika mengalihkan pandangannya ke arah lain , karna melupakan dimana ia sekarang , Jack hanya menyeringai melihat perubahan ekspresi Attalan " Selamat datang di Fosrt Castle , Apa yang membawa kalian kesini " tanya jack pura-pura tidak tau , dia melirik Arthemis yang sedang menatap istana nya.
" Apa kau ingat tempat ini " batin Jack
" Kami sedang mencari tempat yang tidak bisa di sentuh dan tidak bisa di padamkan , dingin , sunyi dan hanya yang suci yang bisa masuk " ucap Leon
" Apa disini ada tempat seperti itu jack , jika iya bisa kau tunjukan arahnya kemana , dan bila itu pun kau tak merasa keberatan " ucap Juan ikut menimpali
" Mungkin ada yang seperti itu " Jack sengaja menjeda ucapan nya , dan membuat perasaan kesal di antara pangeran dan putri yang sedang menunggu kalimat lanjutan jack.
" Tempat itu di jaga seekor griffin tua yang sudah sejak dulu ada disitu dan...
💎💎💎
teteretet... dan selanjutnya hahaha
semoga suka dan maaf klo byk typo.
See you next cap
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystical World [BLACKBANGTAN] END
FantasíaKami berada di antara mereka , kami memilih menginjakkan Bumi ini dari pada diam di Olympus dengan begitu banyak kenikmatan, demi Menjauhkan kehancuran dunia ini dari sebuah peperangan antara Kegelapan dan Kebaikan. Tugas takdir yang di berikan kepa...
![Mystical World [BLACKBANGTAN] END](https://img.wattpad.com/cover/188600720-64-k434955.jpg)