[ Pertandingan 3 ]

3.1K 290 4
                                        


💎💎💎

"BAIKLAH SEKARANG ADALAH PERTANDINGAN KE 103 SIAPAKAH MEREKA...

- ATTALAN JAMES AVOND VS APRHODITE AGAPTI ROSELINE-

WAH.. SILAKAN KEPADA ATTALAN JAMES AVOND DAN APRHODITE AGAPTI ROSELINE UNTUK KE ARENA"

Aprhodite langsung turun dari podium menuju arena " wah aku akan melawan Atta aneh ya padahal tadi kita baru saja berbicara banyak sekarang malah akan saling melukai...baiklah aku akan serius " Aprhodite menyemangati dirinya sendiri.

Attalan sedikit tidak bersemangat karena lawannya adalah gadis yang baru saja membuat terkagum dengan mata dan senyum yang begitu cantik. Attalan hanya takut dia akan menyakiti gadis itu , atau malah gadis itu yang menyakiti nya intinya dia takut terjadi apa-apa , perasaanyan sudah mulai tidak enak.

Attalan dan apriodite saling berhadapan tapi terpaut cukup jauh, Aprhodite mengembangkan senyum manisnya sedangkan attalan terlihat tersenyum kaku dan terus melihat ke segala arah.

"BAIKLAH KITA MULAI PERTANDINGAN NYA....."

Aprhodite langsung mengangkat kedua tangannya dan muncul Biola kebanggannya, semua orang tampak terkejut sejak tadi tak ada yang menggunakan sihir musik baru aprhodite yang akan menunjukkan sihir musik, Attalan nampak terlihat terkejut tapi dia buru-buru merubah ekspresi nya menjadi datar, dia langung memasang barir untuk menghindari dari segala lagu yang akan dimainkan Aprhodite.

Mata apriodite langsung berubah menjadi hijau dan sulur itu tiba-tiba muncul mengelilingi aprhodite seperti tornado dan aprhodite berada di tengahnya.

Attalan langsung mengeluarkan pedang cahaya , semua orang dibuat takjub dengan pedang cahaya milik attalan karena Pedang cahaya itu hanya ada satu itu merupakan milik Raja matahari dan mungkin saja attalan merupakan renkarnasi dari raja matahari makanya attalan bisa memilikinya.

"nanana....

Tidurlah...

Semua kan baik-baik saja...

Hitam itu indahh...

Mereka.. Akan datang...

Gelapp....

Dia akan membawa jiwa mu...

Nanananaa.....

Semua orang yang berada disana seketika dibuat merinding , saat mendengarkan nyanyian lagu kematian Fase pertama bagian lagu yang cukup biasa tapi tetap bisa membuat seseorang  Koma belum sampai tahap kematian , tapi itu juga sudah berbahaya bila Aprhodite menyanyikan lagu fase kedua saat pertama kali mendengar telinga kalian akan panas dan tanpa sadar mengeluarkan darah dan pendengaran kalian dan saraf-saraf otak kalian akan rusak dan itu cukup menghantarkan kalian ke kematian.

Attalan bersyukur telah memasang pelindung untuk dirinya menggunakan kekuatan matahari pelindungan ini sangat kuat bahkan tidak bisa ditembus oleh pedang dewa hades sekalipun,  pelindung ini bisa berubah bentuk sesuai kemauan attalan , tapi biasanya attalan merubahnya menjadi baju besi dan perisai.

Attalan masih setia berdiri menunggu  gadis itu selesai , dia sama sekali tidak berniat untuk menyerang , Tornado sulur-sulur yang mengurung Aprhodite tiba-tiba hilang begitu saja dan terlihat jelas apriodite yang masih setia memegang biola nya dengan mata tertutup. Attalan mengangkat pedang dia sudah siap dengan serangan apapun , Mata indah Aprhodite terbuka perlahan dan menghadap kedepan tepat kearah attalan , senyum manis tercetak di bibir Aprhodite.

Tiba-tiba saja muncul sulur-sulur dari bawah tanah tepat di bawah kaki Attalan dan sulur itu sekarang mengikat seluruh tubuh attalan sehingga dia tidak bisa menggunakan Pedangnya " Maaf attalan tapi sepertinya  aku yang akan menang sebenarnya aku tidak mau menyerang  , tapi aku terpaksa dan aku lebih suka memanggilmu Alan dari pada Atta " Ucap Aprhodite ke Attalan , saat Apriodite berjalan kebelakang merasa karena dia sudah menang tapi dia tidak tau tiba-tiba...

Duar.....

Sulur-sulur yang mengikat Attalan hancur dengan ledakan itu " Maaf rose tapi aku belum kalah,  dan aku senang kau memanggil ku Alan " Attalan menebas pedang dan telihat cahaya mengerah ke Aprhodite,  Aprhodite langsung mengubah biola nya menjadi pedang dan menangkis cahaya itu " Baiklah mari kita serius " gumam Aprhodite , dia langsung berlari ke arah Attalan dan menyerang Attalan dengan brutal.

"Apa dia bodoh kenapa terbawa emosi , dia kan kurang dalam bermain pedang aku tidak meremehkannya hanya saja itu fakta , dia antara kami berempat memang Angel dan Apri kurang dalam bermain pedang makanya mereka lebih sering menggunakan cambuk atau kipas tapi kenapa malah mengubah jadi pedang dasar anak bodoh" gumam Arthemis , dia hanya tidak mau Aprhodite terluka seeprti Athena dan Angel.

Attalan bisa dengan mudah membaca gerakan Aprhodite , dan saat telah menemukan titik mati untuk menyerang attalan meniup pedang nya dan tiba-tiba pedang itu terlapisi Api biru,  Attalan langsung menyerang aprhodite tampa ragu dan sempurna pedang itu menembus perut apriodite.

"Aprhodite maafkan aku terlalu serius sampai membuat begini " Attalan baru sadar dengan apa yang dia lakukan,  darah apriodite mengenai tangannya buru-buru Attalan membacakan mantra untuk menghilangkan pedangnya  , pedang itu hilang apriodite langsung ambruk dan attalan sigap menangkapnya.

"A-alan aku ti uhuk.. dak apa-apa ko j-jangan menangis " Ucap Aprhodite terbata-bata , Attalan langsung mengucapkan mantra teleportasi untuk ke ruang kesehatan " Maafkan aku,  aku janji tidak akan pernah menyakitimu lagi.

Arthemis mengepalkan tangannya , dia menangis melihat apa yang terjadi pada Aprhodite tadi,  dia langsung melesat ke arah ruang kesehatan , Arthemis membuka pintu ruang kesehatan dan terihat jelas laki-laki yang masih setia menunggu angel itu dan pandangan arthemis beralih pada Athena yang tertidur dengan posisi duduk tapi kepalanya diranjang lawannya tadi ,  Arthemis melihat kearah laki-laki yang setia menggenggam tangan apriodite dengan wajah khawatir,  Arthemis yang tadinya ingin menghajar attalan dia urungkan niatnya , dia keluar dari ruang kesehatan .

Saat arthemis menutup pintu  , dia berbalik tapi tubuhnya menumbur seseorang " ohh maafkan aku" kata orang itu , Arthemis mengdongak dn melihat wajah orang utu ternyata seorang pria " tidak apa-apa " Arthemis langsung melewati pria itu dan pergi.

"BAIKLAH INI PENGUMUMAN  HASIL PERTANDINGAN TADI,  ATTALAN MEMENANGKAN PERTANDINGN DENGAN SKOR 96 DAN APRIODITE 85 , BAIKLAH PERTNDINGAN AKAN DILANJUTKAN BESOK KARENA HARI SUDAH MULAI MALAM,  KEPADA PARA SILAKAN BERSIAP UNTUK MAKAN MALAM "

Arthemis menghela napas setelah mendengar  pengumuman  itu setidak nya energi masih bisa ia kumpulkan untuk hari besok dia janji untuk menang karena dia tidak mau membuat dirinya terluka juga dan itu akan membuat Angel,  Athena dan Aprhodite sedih " Aku harus menang " Arthemis berjalan kearah gedung asrama perempuan untuk membawakan baju sodara-sodaranya.

"kau cukup berbeda hm.....

.......Jane " gumam seseorang setelah arthemis menghilang .

💎💎💎

oke sebelumnya saya minta maaf karena udah gak pernah update lagi,  saya harap kalian menyukai ini dan terima kasih telah membaca MWBB

See you next capter..

Mystical World [BLACKBANGTAN] ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang