Pluemon : Feeling

965 95 0
                                        

Edisi Chimon's special day 🎉

Happy reading 😊

.
.
.
.
.
.
.
.
.

*****




Chimon menatap sendu layar ponselnya. Orang yang dia harapkan ternyata tak sesuai harapan. Seminggu yang lalu, Pluem berjanji padanya akan merayakan ulang tahunnya dan menjadi yang pertama bersamanya. Tapi nyatanya, sudah pukul 01.45 tak ada tanda-tanda dari yang lebih tua itu untuk menemuinya atau sekedar mengucapkan ulang tahun. Dan yang membuatnya sedih bercampur kesal adalah, Pluem yang seenak jidatnya mengatakan jika ia tak bisa datang karna ada urusan. Urusan apa? Urusan dinner dengan perempuan yang menjadi lawan mainnya di series Friendzone itu?

Sudah sedari tadi sebenarnya ia menahan air matanya. Ia tak mungkin menunjukan muka sedihnya saat ada begitu banyak kado dari fans yang berasal dari berbagai negara dan di depan teman-temannya itu. Untungnya ada Marc yang selalu berada di sampingnya untuk menenangkannya.

"Gue serius bakal nonjok kak Pluem kalo sampe nanti dia gak ngucapin ultah ke lo" ucap Marc yang kini sudah mengepalkan tangannya. Dia tak suka jika kakaknya sedih, terlebih jika yang membuatnya sedih itu Pluem, kekasih kakaknya yang super sibuk dan banyak alasan.

"Jangan Marc. Gue gak pernah ngajarin lo buat main tangan!" Memang benar, Chimon tak suka jika Marc sudah main tangan. Pernah sekali ada teman sekelasnya yang membuatnya menangis, dan besoknya anak itu sudah babak belur karna dipukuli oleh Marc. Dan hal itu membuat Chimon tak berbicara pada Marc hampir beberapa hari.

"Tuh, coba buka kado dari fans indonesia. Gue dari tadi penasaran sama itu"

Chimon pun mengambil dan membaca satu per satu pesan yang berada disana. Ia terharu, sungguh. Ternyata, diluar sana masih banyak yang menyayanginya. Matanya berkaca-kaca, walaupun ia sedikit tak paham dengan beberapa kata yang berada disana, tapi setidaknya ia paham jika para fansnya sedang menyalurkan rasa sayang dan cinta mereka untuk dirinya.

Sampai saat tangannya tak sengaja membuka satu hadiah yang membuatnya terdiam. Disana, terdapat fotonya dan juga Pluem Purim mengenakan baju orange saat syuting Arm Share tempo lalu. Ia pun menghela nafas, fansnya masih berharap banyak pada mereka. Moment Pluemon sangat sedikit. Ia bahkan sering di teror oleh fansnya sendiri.

"Banyak banget kadonya, apa uang jajan mereka gak habis cuman buat beliin gue kado?"

"Tahun ini gue harus kerja keras buat fans gue"

Saat ia membereskan semua hadiah yang ia terima, terdengar suara ribut dari luar. Suara Marc lebih mendominasi, adeknya itu terdengar marah dan menyuruh seseorang pergi. Karna penasaran, ia pun menyusul keluar.

"Ada apa ini?"

"Mon?"

Chimon membelalakan matanya saat melihat siapa yang datang pagi buta ke rumahnya.

"Kak Pluem?" Ia masih mematung di depan pintu rumahnya.

"Masuk kak. Pulang lo sana! Kita gak nerima orang gak tau diri kayak lo!" Saat pintu akan tertutup, Chimon menahan tangan Marc.

"Marc, sopan sedikit. Dia lebih tua darimu" ucap Chimon pelan.

"Tapi kak-"

"Masuk Marc, gue gak papa"

Setelah Marc masuk, disinilah mereka sekarang. Di halaman depan rumah Chimon dengan saling diam-diaman.

"Mon"

Chimon Harem OneShootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang