Pangwave : Finally

2.8K 178 17
                                        

Top! Pang
Bottom ! Wave
Warning!



Chapter kali ini lumayan panjang dari sebelum sebelumnya. Semoga kalian gak bosen ya 🙏








"Finally"


*****

"Kau selalu membantuku, terima kasih sudah membantuku"

"Semua orang percaya padamu pang"

"Apa.. kau juga percaya padaku namtarn?"

"Ya.. aku percaya padamu"

Wave melihatnya.. bagaimana lelaki itu tersenyum hangat dengan mata berbinar bahagia menatap gadis cantik di depannya itu. Saat dirinya akan mencari pang di ruang rapat, Wave melihat mereka. Tersenyum dan tertawa. Pang terlihat bahagia. Jelas saja bahagia, Namtarn... cinta pertamanya Pang kembali.

Wave merasa, perjuangannya selama ini sia-sia. 3 tahun mereka bersama, bahkan dirinya rela hampir mati dan menghianati teman-temannya yang lain hanya untuk menemui anak bodoh kelas delapan itu. Dan dirinya tersadar saat dia melihat pang dan namtarn sedang berpelukan, dirinya tidak pernah berada di hatinya.


.....


"Disini kau rupanya" suara itu... suara yang sangat ingin wave hindari. Dari semua orang, kenapa harus anak kelas delapan itu yang menemuinya.

"Hmm" jawab wave singkat.

"Aku mencari mu wave" ucap pang.

"Untuk apa?" Jawab wave sekenanya.

"Namtarn kembali. Aku sangat bahagia saat dia menemuiku di ruang rapat. Akhirnya setelah sekian lama dia kembali juga"

Sakit. Itu lah yang di rasakan wave saat melihat pang bercerita bagaimana lelaki itu merindukan cinta pertamanya. Binar dimananya tak pernah ilang. Ingin sekali rasanya wave loncat dari atas gedung ini agar tidak perlu merasakan sakit lagi.

"Kau duluan saja" ucap wave.

"Kau tidak ikut? Namtarn jauh-jauh kesini untuk membantu kita wave"

"Aku yang membantumu bahkan rela hampir mati untukmu bagaimana pang? Apa kau melihatku?"

"Aku akan menyusul"

"Kau baik-baik saja?" Tanya pang memastikan.

"Tentu"

"Tidak. Aku tidak baik-baik saja"

"Congrast... cinta pertama mu kembali" ucapan wave entah mengapa menusuk ulu hatinya.

"Wave..."

"Cukup pang, aku tak mau terlihat bodoh lagi. Tiga tahun aku bertahan, seharusnya aku mendengarkan perkataan pun waktu itu. Bahkan kau tidak mengucapkan terima kasih"

"Wave.. dengerin dulu" pang mendekat, tapi wave buru-buru menjauh darinya.

"You don't need to say anything".

"Aku sadar diri pang. Yang ada di hatimu bukan aku, tapi dia. Dan aku sudah bodoh karna tidak pernah menyerah untukmu. Have fun with her. Bye"

Wave berbalik dan meninggalkan pang sendiri disana. Hatinya hancur. Sekali lagi, dia merasakan yang namanya dihianati. Dia selalu dimanfaatkan oleh orang orang yang dia sayangi. Setitik air mata jatuh membasahi pipinya. Dia membenci semua... membenci dirinya yang lemah, membenci kenyataan yang ada, dan membenci anak bodoh dari kelas delapan itu.

Chimon Harem OneShootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang