Ladies and gentlemen
Please welcome...
.
.
.
Nanon Korapat x Chimon Wachirawit
Fiction
🌸🌸🌸🌸🌸
"WAVE!"
"WAVE!"
"Aisshh anak itu!"
"Woy gue acak-acak ya kamar lo! Budeg banget kalo di panggil tuh!"
Wave menghentikan langkahnya dan menatap datar kearah cowok yang sekarang sedang mengatur nafasnya.
"Sekali lagi lo teriak-teriak kayak tadi, gue tabok mulut lo pake laptop gue"
Pang meringis pelan mendengar ancaman itu. Kalau Wave sudah mengatakannya, berarti ia tak pernah main-main.
"Suruh siapa dipanggil gak nyaut" ucap Pang pelan. Kini mereka berjalan beriringan menuju kelas. Usut punya usut, tadi Wave meninggalkan Pang begitu saja lantaran cowok bongsor itu terlalu lama bersiap-siap. Dan sebagai siswa teladan, mana mau Wave terlambat hanya karna menunggu cowok itu sedang memakai sepatu. Kelamaan. Toh juga Pang bisa menyusul Wave.
"Suruh siapa telat bangun" singkat padat dan menusuk ke hati Pang. Sakit hati Pang tuh di katain mulu sama Wave. Tapi memang benar sih yang dikatakan Wave. Dia telat bangun, dan dia juga lelet tadi.
"Iya iya maaf" ujar Pang yang hanya di tanggapi dehaman pelan dari wave.
Kriieett
Pintu kelas terbuka, dan seluruh mata menatap mereka berdua yang baru masuk. Tanpa memperdulikan yang lain, Wave langsung ngacir ke tempat duduknya, sedangkan Pang cuman bisa menyengir bodoh di depan pintu.
"Untung Pak Pom belum masuk kelas" Pang mengelus dadanya lega. Karna mereka dateng tepat 2 menit sebelum kelas dimulai. Mepet banget.
"Tumben lo telat" Claire berbalik kearah Wave, ia penasaran tumben banget anak teladan sekolah Ridha ini telat masuk.
Wave cuman melirik ke arah Pang, dan Claire paham maksud dari lirikan itu. Wave menunggu Pang yang kesiangan, Makanya itu cowok berkaca mata di depannya ikutan telat. Dan Claire cuman mangut-mangut paham.
"Pagi anak-anak. Kita hari ini akan belajar..."
*****
Di kantin, anak-anak kelas berbakat pada berkumpul di satu meja yang sama. Mereka makan dengan tenang, menghiraukan bisikan bisikan iri di luar sana.
Seperti yang kalian tau, The gifted adalah salah satu program unik yang dimiliki oleh sekolah Ridha. Semua murid mengincar kelas berbakat, karna siapapun yang bisa masuk ke program itu, mereka akan diberikan fasilitas yang sangat mewah. Kamar sendiri, bebas berpakaian seragam, mendapat jatah makan yang banyak, meja kantin sendiri, akses bebas ke perpustakaan dan ruang komputer. Semua bisa mereka dapatkan.
"Mereka kira enak apa masuk kelas berbakat" ucap Claire yang disetujui oleh Korn.
"Gue bahkan sampai lupa bagaimana rasanya tertidur"
"Apalagi gue, sekali menggunakan kekuatan langsung mimisan. Gak ada keren-kerennya"
"Lebih kasian Punn gak sih?" Mendengar perkataan Mon, mereka pun menoleh pada lelaki bersweater hitam yang sedang menatap mereka datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chimon Harem OneShoot
Roman d'amourKumpulan oneshoot harem chimon . . . Pair : - Pluemon - Namon - Chimon x all
