"Kangen tuh bilang." Aku bermonolog, Shanks menoleh seraya tersenyum lebar,
Ia menepuk kepalaku sebelum bangkit dari bangku. "Dasar." balasnya lalu melangkah ke rak buku
Aku mengikutinya, kabin Shanks tidak besar namun juga tidak sempit, "Sebenarnya, Ada apa sih?" Tanyaku penasaran. Soalnya kalau sampai Roo-san menghubungiku, tidak mungkin itu hal yang sepele
Shanks manggut-manggut. Ia menyodorkan sebuah liontin berwarna ungu kebiruan.
Aku spontan membelalakan mata.
"Kau gila?" Pekikku terkejut
Bagaimana tidak? Aku jelas tahu liontin apa itu. Liontin violet milik Kitaōji, yang sudah ditangan gorosei, akibat penyerangan kediaman kitaōji saat aku berumur 15 tahun dimana aku sudah berada di Foosha Village.
Aku menghela napas. Pasti orang ini antara melakukan kesepakatan dengan gorosei atau mengambilnya diam diam? Entahlah, yang jelas keduanya berbahaya.
Aku meraih liontin violet,
lalu menggenggamnya sebelum tersenyum hangat pada pria dihadapanku. "Makasih banyak, Shanks."
"Anything for you, Milady."
Aku memilih menetap disini untuk dua malam. Tentunya aku sudah izin kapten karet itu. Dia masih tidak mau ikut menemui Shanks, pertanda aku tidak bisa mengubah takdir besar disini.
Seperti biasa, Bajak laut Akagami sedang melakukan pesta. Memang tidak diragukan lagi, selain Benn-san, semua kru disini telah memakan buah Party-party no mi.
"Gimana dengan Luffy? Sekarang sedang apa?" Tanya Benn-san mengawali pembicaraan. Yasopp-san pun ikut menimbrung, "Ya! Apa petualangan yang sedang ditempuh anakku dan kawan-kawannya?"
Aku tersenyum sebelum meminum seteguk cocktail. "Skypiea." Monologku, Benn-san manggut-manggut. "Sepertinya aku pernah kesana."
"Woah, Sora jima ya! Aku merindukan makanan mereka! Super lezat!" Roo-san berteriak heboh.
Aku terkekeh menanggapi. Mereka semua saling berbincang mengenai pengalaman mereka tentang pulau langit. Aku bangkit izin ke belakang kapal, menghampiri Shanks yang sedang minum sake.
Aku ikut duduk sila disampingnya, lalu menyender pada pagar kapal. Shanks menatapku, ia menarik senyumnya lalu menjadikan pahaku sebagai bantalnya.
"Aku bakal kesemutan." Protesku, lalu Shanks menyodorkan segelas sake.
Aku menghela napas, lalu menerimanya. "Omong-omong, sepertinya aku tak akan kembali dalam beberapa waktu." Kataku yang ternyata membuat Shanks mengernyit.
"Kenapa?" Suara baritonnya mulai terdengar.
Aku diam sebentar lalu menampakkan senyum kecil.
Memilih mengubah topik, "Oh iya, aku bertemu Spade-kun dan.." Ucapku menggantung. "Teach, ah bukan maksudku, Kurohige." Lanjutku sembari menyisir kecil rambut merah ini.
"Ah, dia." Ujar Shanks. "Hey! jangan mengalihkan pembicaraan, berikan dulu alasanmu," Katanya setelah tersadar
Aku mendengus kala itu. "Ada, lah alasannya. Kalau kuperkirakan, kita akan bertemu lagi di.."
Marineford. Tentu aku mengucapkannya dalam hati.
"Dimana?" Tanya Shanks
Aku menggeleng. "Tidak tahu." Ucapku berbohong. Shanks menyipitkan matanya, Lalu mencubit pipiku dengan tenaga gilanya.
"Aww, dasar om-om tua, sakit!!"
Kemudian tangannya melingkari perutku, memeluknya erat, "i'm gonna miss you so bad, then."
***
Hehe part ini cuma kurang lebih 500 words, tapi semoga puas ya ^^ chapter spesial Shanks soalnya ntar gamuncul muncul 😔
KAMU SEDANG MEMBACA
Aria: One piece x OC
FanfictionCerita tentang [Name] yang reinkarnasi di dunia One Piece, dan berjuang hidup di kehidupan keduanya sebagai Aria Kitaōji One piece x fem!OC (you) LAGI REVISI, BACA ULANG AJA!!!! Semua karakter dan alur cerita adalah milik Eiichiro Oda, saya hanya me...
