"AKU BAKAL NANGIS!"
"Apa... yang sebenarnya telah terjadi?" Aria muncul dibelakang Nami. Sontak perempuan bersurai orange itu memekik senang lalu memeluk Aria,
"KAU KEMBALI!!" Seru Nami. Agaknya ia habis ditinggal sama kesatria langit, Gan Fall.
Kemudian Nami menyeret Sanji dan Usopp yang gosong, setelah melawan Enel.
"Ya ampun," Aria membantu Nami membaringkan Sanji dan Usopp. "Aku akan menyembuhkannya, tenang sa—"
Tiba-tiba terjadi suatu ledakan dan memperlihatkan milky road, diiringi suara terompet keras-keras.
"Nami-san! Heso."
Conis dan ayahnya. Nami sontan mengernyit, "Kenapa kalian disini?" Tanyanya lalu menatap gadis kecil yang sedang mengamuk ingin pergi sendiri.
Setelah perbincangan kecil mulai dari Aria yang memperkenalkan dirinya sampai Nami yang diajak berantem sama gadis kecil yang diketahui bernama Aisa.
"Kitaōji-san, aku akan membantumu merawat mereka.." Kata Conis sembari membantu Aria yang sedang membopong Sanji dan Usopp menuju kabin.
"Uhm, tolong ya,"
Setelah Sanji dan Usopp dibaringkan, Aria memulai mediasinya.
Nami menggigit kuku. "Apa mereka akan langsung sembuh, seperti Ojisan kala itu?" Tanya Nami, Aria menggeleng.
"Sayangnya tidak. Mungkin butuh waktu lebih dari satu jam, karena mereka habis melawan pengguna buah iblis yang bertipe logia." Jelas Aria setelah menyelesaikan mediasinya, lalu membalut Sanji dan Usopp dengan perban dibantu oleh Conis.
Merry go kembali berlayar diatas milky road, Tak lama Aisa merasa satu suara dari kemampuan hakinya, lagi-lagi menghilang, ia menggeram lalu menyeburkan diri ke laut awan, Nami langsung ikut nyebur dan nahan Aisa.
Tiba-tiba ular besar, Nola, muncul ke permukaan air. Sontak membuat Aria keluar dari kabin untuk mengecek keadaan, sedangkan Nami dan yang lain sudah tak bergeming, ketakutan.
Aria sudah bersiap, tapi tiba-tiba Nola, bergoyang, nampak kesakitan. Agaknya itu ulah Luffy yang berada didalamnya.
Dengan tak sengaja, Nami mengendarai wavernya bersama Aisa untuk kabur lalu memasuki hutan,
Aria memijat pelipis. Tampaknya ia tak ingat jelas apa yang terjadi di arc ini kecuali bagian lawan Enel serta Chopper yang terluka parah.
"Uh, Conis-san, Pagaya-san." Aria memanggil keduanya yang sedang kuatir oleh Nami dan Aisa. "Maaf banget, tapi bisa tolong jaga mereka sebentar? Aku akan kembali dalam tiga puluh menit." Ucap Aria sembari menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Conis menangguk paham. "Baik. Serahkan padaku, Heso!"
"Heso!" Sahut Pagaya
Aria membungkukkan badannya sejenak, lalu berpindah ke orang yang paling tersesat.
Ya, Zoro. Tapi Aria gatau kalo Zoro lagi diposisi kayak gini????
Aria mendarat di langit, hampir terjatuh kalau saja ia tidak menggenggam erat kaki kanan Zoro, yang sedang bertahan di udara sembari memegangi tas besarnya yang dibawa seekor burung besar.
"GAH! itte!" Zoro memekik terkejut kala menyadari Aria yang sedang bertahan dengan mencengkram kaki kanannya.
Aria bersungut. "Kenapa bisa kau dibawa seekor burung, Zoro-kun?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aria: One piece x OC
FanfictionCerita tentang [Name] yang reinkarnasi di dunia One Piece, dan berjuang hidup di kehidupan keduanya sebagai Aria Kitaōji One piece x fem!OC (you) LAGI REVISI, BACA ULANG AJA!!!! Semua karakter dan alur cerita adalah milik Eiichiro Oda, saya hanya me...
