0.44 + patah hati.

852 114 5
                                        

Pagi berikutnya bukan pagi yang baik untuk Arsen. Setelah semalam mendapati Altha dan Tama di ruang UKM Seni, cowok itu langsung berjalan menjauhi gedung khusus UKM dengan langkah tak bersemangat.

Pupus juga cintanya.

Altha tidak pernah menganggapnya sosok laki-laki selama ini. Pemuda itu hanya menganggapnya sebagai teman dan kakak tingkat.

Ya sudah, mau bagaimana lagi?

Kalau diteruskan, rasanya nggak baik.

Mereka berteman erat sudah lama, ia dan Tama. Jadi nggak mungkin mementingkan perasaannya sendiri sementara pertemanan yang sudah terjalin begitu erat harus hancur karena Altha. Ditambah, posisi Altha yang jelas sama sekali nggak akan diuntungkan jika dirinya berbuat diluar batas.

Dalam hati, masih belum bisa melepaskan Altha begitu saja.

Tampangnya sudah kusut sekali seperti kertas bekas. Belum lagi beberapa kaleng bir yang berserakan di kamar kos nya.

Ampun, untung nggak lagi tinggal sama orang tua.

Bisa langsung di coret dari kartu keluarga.

[ calon penghuni surga - 6 ]

Tama: Pagi penghuni surga

Antara: Sebuah pembohongan publik banget

Candra: 😂😂😂

Naufal: Candra, lo harusnya ganti nama grup jadi calon penghuni neraka

Candra: Memang lo pada mau masuk neraka semua? Gua sih ogah

Antara: Gue sih nggak mau

Naufal: Mending kamu tobat dulu @naufal

Tama: Arsen kemana sih?

Apaan tam? Gua disini, mantengin

Tama: Gua kira lo kemana anjir

Candra: Mungkin lagi loyo aja si Arsen makanya nggak banyak omong. Biasanya juga kayak radio rusak, nggak berhenti ngomongnya. 😂😂

Gak tau, gua lagi loyo banget, man. Capek.

Naufal: Capek kenapa? Mau jalan nggak?

Antara: Ikut

Naufal: Nggak, kamu bau

Antara: :((

Naufal: Nggak usah sok sedih. Sana lihatin aja adek tingkatmu.

[ Naufal left the group ]

Tara: Lah? Anjir, ada pertengkaran rumah tangga

Antara: 😭😭😭😭😭😭😭

Samperin gih ke kos nya?

Antara: Takut, nanti aja kalau udah nggak marah

Tama: Anjir lo apain bang?

Antara: Mana gua tau anjir

Tara: Hayolo bang

Antara: Diem lu pade

😂😂😂😂😂😂

──────────────

Masih murung ekspresi wajahnya, gak nafsu mau makan siang. Beneran efeknya nggak main-main kalo patah hati ini. Ya itu sebenernya resiko yang harusnya udah harus didapat kalo memang orang yang disuka malah suka sama orang lain.

"Altha, altha. Kenapa aku bisa suka sama kamu?"

Sebenarnya Altha nggak ngapa-ngapain. Anak itu punya kepribadian baik, sikapnya manis, meski agak kekanak-kanakan untuk ukuran seorang mahasiswa. Beberapa orang yang bahkan hanya melihat Altha lewat pun, bakal menaruh perhatian pada sosok pemuda itu.

Bunyi dering panggilan yang masuk ke ponselnya pun langsung membuat atensinya teralihkan.

Liliana, teman kecilnya itu menelpon.

Tumben banget telepon. Biasanya langsung terobos masuk kosan.

"Halo, ngapa nelpon gua li?"

Yang diseberang sana mendecih kesal.

'Gue dapet tawaran buat magang di klinik konseling punya om gue. Lo mau nggak, sen? Ntar kalo mau biar gue bilang ke om.''

Selalu, nada bicara Liliana memang super santai sekali.
Tapi memang Liliana bukan tipe cewek yang bisa ngomong formal.

Ya gimana, temenan udah dari bayi.

"Jadi apa dulu?"

'Asisten psikolog. Ntar untuk detail tugasnya, bakal disampein kalo lo mau ambil tawarannya.''

Arsen berpikir soal tawaran dari Lili.

Wah, koneksi ternyata sepenting itu ya buat nyari kerjaan.

Kalau nggak diambil, rasanya sayang.
Toh, libur semester ini juga gak ada kerjaan dan tiga bulan nganggur di kos. Boros pengeluaran, tapi pemasukan nggak ada.

Sekaligus upaya buat ngelupain Altha.

Jadi, ambil aja lah.

"Oke, Li. Gue ambil."

'Nah, gitu dong. Nanti buat kunjungan ke klinik, gue kabari lagi ya, Sen.''

"Yoi, Li. Makasih ya."

'No need, Sen. Daripada ngegabut kan?'

"Iya, sih. Lo bener. Dah sana tutup teleponnya."

Telepon di tutup dan ia segera mengambil handuk untuk mandi. Ya, walaupun patah hati, seenggaknya ia nggak akan biarin wajahnya yang sudah kusut seperti revisian proposal mata kuliah metodologi penelitian.

Omong-omong soal revisian, Arsen sama sekali belum garap semenjak selesai ia seminar.

Malas, nggak ada niat sama sekali.

Mending tidur. Tau-tau lulus.

Mana mungkin anjir, kalo nggak ada usaha mah.

Aneh-aneh aja.

────────────

Lama nggak update mantan ya?
Sebentar lagi, mantan bakal selesai kisahnya.
Menurut kalian, harus nggak buat buku kedua?
Ya, ini baru planning aja sih.

Rencananya, nanti versi kedua ini, mereka udah pada lulu dan kerja. Fokusnya nanti bakal ada di pasangan Altha-Tama-Arsen-Liliana dan seputar pekerjaan mereka.
I will add an adult conflict too. Ya, khas hubungan akhir dua puluhan hampir kepala tiga gitu lah.

Jangan lupa ya buat tinggalin jejak berupa kritik dan saran di kolom komentar!
Apapun masukan soal buku kedua nanti, boleh komen atau hubungi langsung di direct message wattpad!

Terimakasih dan selamat membaca 💜

Mantan +btsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang