0.45 + rela adalah jalan terbaik.

1K 115 4
                                        

Sulit untuk melepas cinta pertama bagi Arsen. Kata orang, cinta pertama itu pahit, jarang ada yang manis. Sekarang ini, dia lagi ngerasain gimana pahitnya ngerelain Altha buat kembali jatuh dalam dekapan Tama yang berstatus sebagai teman dekatnya sejak lama.

Pikirnya, mereka sudah saling berhubungan lama. Toh, mantanan juga kan?

Tapi kan, mantan nggak bisa balikan?

Buktinya, bisa.

Kabar burung pun sudah sampai ke telinganya soal Altha dan Tama yang balik pacaran.

Bahkan, dirinya hingga detik ini belum sepenuhnya melepaskan Altha.

Sudah dibilang, sulit.

Kalo mau lepas, ya sekalian dilupakan.

Butuh waktu, karena rasa sakit itu masih ada.

'DOR!'

"Anjrit. Ngagetin." Arsen menepuk dadanya, efek terkejut karena Liliana mengagetkannya.

Sedangkan cewek yang sudah lama kenal dengannya itu hanya tertawa terbahak-bahak. Seolah mengagetkan Arsen adalah hal paling seru untuk dilakukan.

"Ketawa, iya. Gak tau jantung gue mau lepas dari tempatnya." Ujarnya dengan nada sinis.

'Halah, gitu aja ngambek.'

Liliana membalas ucapan sinisnya sembari menusuk-nusuk pipinya seperti jelly.

"Jadi, jam berapa om lo bisa di temuin?"

Lili melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya dengan sedikit menggumam.

'Lima belas menit lagi. Dia masih ada klien. Gitu sih kata mbak perawatnya.'

"Okelah, masih bisa kalo lima belas menit aja."

Kopi pahit dalam cup plastik yang berada di tangannya kembali di minum. Belum sampai tegukan kedua, Liliana merebut kopinya dengan ekspresi cuek.

'Mau, haus.'

Begitu, singkat dan padat.

Sudah paham bagaimana sikap Liliana kepadanya. Untuk dia nggak bersikap begitu ke orang lain. Bisa-bisa orang itu kesal bukan main. Hanya Arsen yang mendecih kecil jika makanan atau minumannya di habiskan oleh teman kecilnya itu.

"Makanya, tadi kali ditawarin itu mau."

'Boros. Jajan mulu gue dari kemarin.'

Layaknya seorang cewek ya, Liliana memang kerjaanya belanja sama hang out terus ke tempat tongkrongan yang edgy abis. Lili memang asalnya dari keluarga old money, jadi nggak usah heran kerjanya habisin duit bahkan untuk hal-hal yang gak penting untuk orang lain.

'Eh, eh, itu om. OM!'

Kebiasaan banget suka teriak-teriak. Untung yang punya klinik om nya sendiri, bukan orang lain.

Sosok pria paruh baya yang baru saja keluar dari ruangan mendadak terkejut saat namanya di panggil dan langsung di sergap pelukan erat oleh keponakannya itu.

Siang ini, tepatnya tiga minggu setelah Arsen setuju ajakan Liliana buat magang di klinik om nya, mereka bertiga memutuskan untuk bertemu untuk bicara soal posisi dan detail pekerjaan yang bakal dilakuin selama tiga bulan kedepan.

'Posisi yang kosong ada di asisten klinik. Tugas yang paling utama itu menjadwalkan pertemuan antara klien dan psikolog yang lagi bertugas. Terus nanti kalian berdua juga harus pastiin jadwal psikolog nya, sibuk atau nggak. Jadi, kalau semisalnya klien mau ketemu, tapi psikolognya lagi nggak ada di tempat, kalian bisa banti jadwalin ulang atau bantu mereka buat janji dengan psikolog lain.'

Sejauh ini, baik Arsen dan Liliana sama-sama paham akan tugas mereka kedepannya.

'Kalian juga boleh ikut masuk waktu konsultasi, asal klien mengijinkan adanya orang lain. Terus, nanti kalau ada konseling kelompok ke tempat-tempat tertentu, kalian bisa berpartisipasi. Nggak usah khawatir sama pengalaman atau gaji. Disini kalian bakal punya banyak pengalaman karena klien kita lumayan banyak, terutama untuk sekolah yang perlu seminar atau layanan konseling.'

Bekerja sementara disini jelas akan membuat dirinya perlahan melupakan Altha, walaupun ia yakin dalam waktu tiga bulan bekerja disini pun, pasti temen satu grup nya bakal ngajak ngumpul bareng. Ya sekedar nongkrong di warung kopi atau di gerai fast food yang gak jauh dari klinik.

Seenggaknya, ada upaya yang dia lakuin buat ngelupain Althafandra Adhiyaksa.

────────────────────

Penasaran sama endingnya gimana?
Jangan lupa tinggalin jejak berupa tanda bintang dan komentar ya.
Soon, bakal buat 'mantan' di buku kedua.
Ditunggu ya 🤓

Mantan +btsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang