0.23 + kesalahan.

2.8K 705 35
                                        

Awal cuma kecupan biasa yang dikasih Altha. Lama-lama, semua jadi kusut dan meledak-ledak.

Masa muda, identik sama gairah yang meluap-luap.

Di ruangan sempit 1.5 x 1.5 meter, mereka saling tukar saliva dan ciuman. Tama duduk sambil pangku Altha, sibuk meredam lenguh butuh mantan pacarnya itu. Cowok itu sepenuhnya sadar di awal kalo apa yang dimulai Altha itu total salah.

Kesalahan yang Tama benarkan.

Dia lawan semua fakta kalo Tama udah punya sahabatnya sendiri. Semua itu karena dibutakan sama rindu dan gairah.

'Ah- mmm. . .'

Pelukan di leher makin erat pas Tama perdalam ciumannya. Total buta sama waktu yang sekarang nunjukin jam 9 malem. Geliat pelan Altha gak lantas bikin Tama selesain semuanya. Yang ada, dia malah rengkuh erat pinggang sempit mantan pacarnya sambil jelajahin leher jenjang dengan kecupan kecupan halus menggoda.

"Tam-. . ." Panggil Altha sendu, mata bulatnya memejam pas Tama gigit bagian bawah rahangnya. "Jangan suruh aku selesai soal ini." Sela Tama. Sumpah, dia gak bisa lepasin Altha kalo gini caranya. Perasaan egois dan mau menang sendiri langsung nguap.

Altha harus balik ke pelukannya.

Tapi dia bimbang.

Karena dia gak mau korbanin pertemanannya sama Arsen juga.

Compli banget? Iya emang.

Ada disituasi begini bukan opsi yang dipilih sama putra pertama keluarga Wirayuda.

-----

Berdua duduk di mobil, lantas gak bikin suasana canggung mereda. Yang ada, malah makin canggung karena Tama ataupun Altha gak berani buka mulut. Mereka masih mikir kegoblokan yang tadi dilakuin di lab.

Bisa-bisanya kelepasan.

Altha jelas ngutuk rasa butuh nya tadi. Gara gara rindu, diajadi se-liar gitu.

"Tha, udah sampe."

Sadar, Altha langsung buru-buru turun dari mobil mantan yang juga temen sekelasnya itu. Dia berdiri gugup di depan pagar rumahnya, gak berani tatap Tama yang seolah nuntut penjelasan. Oh, selesai ciuman di lab tadi, memang sama sekali gak ada penjelasan dari Altha soal perlakuan yang total hancurin upaya move on dari Tama.

"Masuk. Jangan tidur larut. See you." Kesan dingin belum bisa dihilangin Tama dari omongannya. Karena cowok itu total kacau karena Altha sikap yang seakan narik ulur dirinya. Iya,

Altha pacaran sama Arsen.
Tapi, dia belum bisa lepasin Tama sepenuhnya.

Dan tadi, entah sengaja atau gak,
Altha secara gak langsung narik dia kembali buat ngedeket setelah beberapa hari ini berusaha ngebangun dinding pembatas.

Hidupnya gini amat, tarik ulur mulu kayak layangan.

-----

Tatap jendela seberang yang jelas nampakin siluet seorang Tama, Altha total diam. Jari telunjuknya telusuri bibir terus gigit bibir bawahnya pelan. Masih keinget soal kejadian tadi. Diawali dengan kebodohan berujung sama sama nikmatin. Ada rasa nyesal campur seneng, jadi satu, mixed feeling.

LINE!

1 message received | 20.35
Kak Arsen♡

Kamu udah dirumah, sayang?

Reply

Udah kak. Tadi dianter sama Tama dengan selamat, captain.

Send

Taro hp sembarang, Altha masuk kamar mandi, mau ganti baju tidur. Gak ada niatan mau mandi karena masih ngelekat jelas aroma khas Tama. Dia kangen sama aroma ini, aroma yang biasanya setiap hari sapa indera penciuman.

Piyama hitam dengan corak bintang kuning jadi pilihan Altha malem ini. Duduk di atas kasurnya, pandangin jendela seberang yang masih hidup lampu. Keliatan lagi siluet Tama, cuma kali ini dia lagi main gitar.

Siluetnya Tama itu indah, banget.

Cuma siluetnya aja sukses bikin jantung seorang Altha degup kenceng.

Yang jelas, degupnya beda sama yang dirasain ke Arsen.

Yaiya, Altha anggep Arsen sebagai kakak. Bahkan, Arsen belum pernah sampe sejauh apa yang dilakuin Tama.

Karena, Tama itu istimewa bagi Althafandra.

-----

Paan nih astaga😭😭😭
Mereka udah terabas ciuman aja
Tapi aq like cemiwiw.

Komen, komen.

Aq double up nie.

Mantan +btsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang