Bagian 8 // Rencana Pernikahan

30.1K 3.1K 88
                                        

"Vi, cepetan mandi ... terus dandan yang ganteng."

"Mau kemana, Yah?"

Vian menatap sang Ayah dengan wajah herannya. Lelaki dewasa yang begitu ia sayangi itu kini memakai setelan baju batik yang rapi, seperti mau pergi ke kondangan saja.

"Kita mau ke rumah calon Bunda baru buat kamu."

Vian loading sebentar, namun seketika matanya langsung melotot kaget mendengar penuturan Ayahnya itu.
"APA?! VIAN MAU PUNYA BUNDA BARU?"

Sang Ayah hanya mengangguk, ia takut bila anaknya tidak mau menerima keputusan yang ia buat. Tapi, wajah Vian tampak berseri-seri dan terlihat bahagia. Apakah Vian merestui bila ia menikah lagi?

"ASIK!! VIAN PUNYA IBU!!"

Bocah itu segera melucuti pakaiannya hingga lepas semua, kemudian berlari menuju kamar mandi. Membuat sang ayah terheran-heran, namun seketika ia langsung tersenyum.

"Akhirnya kamu bisa tahu rasanya punya ibu, ya, Vi ...."

****

"Tumben Bunda masak banyak, buat siapa?"

Rizky baru saja sampai di rumahnya. Ia langsung masuk ke dapur saat hidungnya mencium aroma masakan. Agak mengherankan untuk Rizky, di rumah itu hanya tinggal mereka berdua saja, rasanya sangat tidak perlu untuk memasak sebanyak itu. Siapa yang hendak menghabiskan? Oh, apakah nenek kakeknya Rizky akan datang sekarang?

"Calon ayah barunya kamu nanti ke sini, sama anaknya. Anaknya itu makannya banyak, jadinya Bunda masak banyak juga biar dia senang."

Bundanya Rizky menjawab sambil tersenyum ceria, ia masih asyik menggoreng ayam dengan ekspresi wajah bahagia. Rizky mengernyitkan dahi heran, ia menghembuskan napas kasar kemudian mendudukkan tubuhnya di dekat Bundanya berada.

"Yakin banget kalau Iky kasih izin Bunda nikah lagi."

Bundanya Rizky segera menghentikan aktivitas memasaknya. Ia terdiam sebentar, perkataan anaknya tadi spontan membuatnya merasa sedih. Ia tahu bila sejak awal Rizky tidak pernah merestui pernikahannya dengan lelaki manapun, dengan alasan ... Rizky tidak mau dirinya disakiti lagi.

"Ky, Bunda yakin kok, kalau calon ayah kamu yang sekarang ini orang baik. Ya, meskipun kami baru saling mengenal sejak satu Minggu yang lalu, tapi Bunda yakin kalau dia orang yang tepat."

"Apa?! Kalian baru kenal satu Minggu yang lalu? Dan Bunda mengiyakan waktu dia ajak nikah? Bun! Iky gak habis pikir sama isi kepala Bunda! Kenapa Bunda mudah banget buat terima dia, hah? Kalau seandainya dia orang jahat, gimana?!"

Bundanya Rizky mematikan kompor karena aktivitas memasaknya telah selesai. Ia kemudian menoleh ke arah Rizky dengan helaan napas gundah serta wajah teduhnya.

"Bunda merasa cocok sama dia. Apalagi pekerjaan kami ada di bidang yang sama. Dia juga memiliki anak yang seumuran dengan kamu. Jadinya, kamu enggak akan kesepian di rumah, kamu jadi punya teman main--"

"Enggak! Sampai kapanpun, Rizky gak akan pernah restui Bunda untuk menikah lagi!!"

Dengan begitu, Rizky segera pergi ke kamarnya berada. Emosinya menggebu-gebu, ia tidak mau bila sebentar lagi akan terjadi sesuatu di luar kendalinya. Jadi, sebaiknya ia memang pergi dari hadapan Bundanya yang masih keras kepala itu.

"Jadi Iky gak mau lihat Bunda bahagia?"

Ucapan spontan dari Bundanya seketika membuat Rizky terdiam. Langkahnya otomatis berhenti, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat kemudian menonjok tembok yang berada di sampingnya.

"Kalau ada sesuatu di luar kendali Bunda atau Iky, jangan tanya itu salah siapa!"

****

"Silakan masuk ...."

CUTE (BAD) BOY || BxB Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang