Bagian 9 // Balada Video Bokep

34.4K 3.1K 275
                                        

"Vian belum datang?"

"OTW katanya, bangun kesiangan dia."

"Dia bakalan bolos atau gimana?"

"Iya, bolos juga ...."

Rio tidak terlalu fokus dengan percakapan Rama, Johan serta Yudha yang kini sedang membicarakan Vian. Orangnya masih fokus untuk on twitter dan melakukan stalking pada salah satu base gembokan yang ia ikuti di platform burung biru tersebut.

Ada salah satu sender yang mengirim foto Vian, Rio agak heran dengan hal itu. Setahunya, Vian pernah memakai celana seperti pada di foto saat mereka sedang berkumpul di apartemen milik Rama. Selain itu, Rio juga sedikit familiar dengan tempat dari foto tersebut.

Idealnya, bila ia mengenal lokasi foto itu, harusnya ia tahu siapa sender yang mengirim menfess ke dalam base tersebut. Karena, yang bisa masuk ke apartemen Rama hanyalah ia, Yudha, Johan serta Vian saja.

Lantas, apakah anggota geng-nya yang lain juga masuk ke dalam anggota grup yang ia masuki?

'Siapa yang foto pantatnya Vian, ya? Gue yakin kalau lokasinya ada di Apart Kak Rama. Apa jangan-jangan, salah satu dari mereka suka Vian juga?'

Rio kemudian mengamati mereka yang kini masih tertawa-tawa karena kekonyolan yang Yudha buat.
'enggak mungkin, deh .... Ah, bisa jadi Vian difoto di tempat lain, kan? Cuman kebetulan palingan ....'

BRAK!

Pintu markas tiba-tiba dibanting secara kasar, pelakunya siapa lagi kalau bukan Vian.

"Argghh!! Semalam gue gak bisa tidur, makanya bangunnya jam 10 siang begini! Mau masuk kelas pasti telat banget ya, kan? Duh ... sial banget coba, Ayah mau nikah lagi! Oke sih kalau cuman sekedar nikah, tapi dia nikahnya sama Bundanya si Rizky!!!"

Baru datang sudah marah-marah, siapa dia? Jelas Vian jawabannya. Bukan hal baru, sudah sering sekali. Bila orangnya habis dihukum oleh Rizky juga ia akan marah-marah sambil membanting pintu, berlagak seperti orang yang paling tersakiti di dunia. Padahal, dia sendiri yang membuat masalah.

"Kalau Ayahnya Kak Vian nikah sama Bundanya Kak Rizky, bagus dong. Artinya, pas kak Rizky mandi, Kak Vian bisa kunci dia di dalam, biar dia gak sekolah dan gak kasih hukuman lagi, hahaha!"

Vian tersenyum atas ide yang Yudha katakan tadi.
"Hebat juga pemikiran Lo Yud! Hahaha!" orangnya segera melesat lalu duduk di antara Yudha dan Rama.

"Kalian mau nonton, ya? Nonton apa nih? Jangan kasih gue Anabelle lagi anjir! Gak bisa tidur! Kebayang si bonekanya masuk ke kamar gue!!"

Niat mereka berkumpul pada hari itu memang untuk menonton, lebih tepatnya mengajarkan pada Vian hal-hal baru yang harusnya ia tahu sebagai laki-laki remaja pada umumnya.

Vian memang banyak bicara, bisa dibilang ia paling cerewet di dalam geng itu. Yudha tidak jauh berbeda, kedua orang itu memang happy virus. Rio lebih sering diam dan mengamati mereka, Rama paling dewasa dan Johan yang memang agak cuek.

"Sabun bayi Kak Vian belum habis?"

Vian mencium aroma tubuhnya kemudian menatap ke arah Yudha yang bertanya tadi.
"Masih kecium, ya?"

Yudha mengangguk, kemudian menarik leher Vian lalu menghirupnya dalam-dalam, sekaligus mencari kesempatan.
"Masih, Kak ... wangi banget."

Vian terkekeh, agak kesal sebenarnya. "Wenda waktu itu maksa minta dianter ke minimarket, buat beli skincare katanya. Eh, taunya dia malah mampir di perlengkapan bayi, terus beli sabun bayi, buat hadiah karena gue mau antar dia ke sana. Kalau sabunnya gak dipake nanti dia ngamuk .... Gak cocok, ya, Yud? Udah gede tapi masih pakai produk bayi ...."

CUTE (BAD) BOY || BxB Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang