Bagian 47 // Romantic Feelings

12.6K 1.3K 331
                                        

Ini Rizky waktu baca readers misuh-misuh ke dia.

Ini Rizky waktu baca readers misuh-misuh ke dia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.
.

.
.
.
.
.

.
.
.
.
.

.
.
.
.
.

.
.
.
.
.

"Udah kayak pacaran beneran aja ya Vi, haha ...."

Vian tersenyum ia kemudian mengaduk eskrim milik mereka, kebetulan sekali tadi mereka sempat membeli eskrim yang ditaruh di dalam cup berukuran besar, jadinya bisa dimakan satu wadah berdua.

"Iya ya, cocok banget kita, hihihi."

Keduanya kini berada di taman bermain, niatnya memang ingin bermain di sana dan mencoba beberapa wahana anak-anak, tetapi ternyata Vian sudah kelelahan lebih dulu, makanya mereka memutuskan untuk duduk di bangku taman, sekaligus menunggu malam datang.

Untuk apa? Niatnya hari itu akan mereka lanjutkan dengan berjalan-jalan dengan romantis di pasar malam.

"Belepotan sayang, sini bersihin dulu."

"Belepotan apanya sih? Ini gak belep--"

Oh, niatnya memang mau modus.

Iya, saat Rizky mengatakan bahwa Vian belepotan, lelaki itu menoleh ke sekeliling kemudian mengecup bibir Vian sekilas saat ia rasa tak ada siapapun yang melihat mereka berdekatan seperti itu.

Hari-hari biasa mungkin Vian akan ngamuk, lalu menonjok Rizky juga. Tetapi, karena sekarang mereka sedang berada di tahap PDKT, di tahapan yang akan menentukan nyaman atau tidaknya keduanya, maka sebisa mungkin Vian menahan emosinya.

Bahkan, saking tertahannya, yang ada malah semburat merah merona yang keluar dari wajahnya. Rizky selain pandai di bidang pelajaran, lelaki itu juga pandai membuat Vian berdebar-debar.

Iya, Vian pernah menyatakan diri bila dirinya memiliki rasa, memangnya siapa yang tidak akan berdebar-debar bila dikecup oleh sosok yang disuka? Terlebih, saat sedang berada di dalam suasana romantis, serasa dunia hanya milik berdua, yang lain ngontrak saja.

"Ky, ini ruang publik ... kalau mau cium-cium tuh nanti aja kalau udah di rumah, malu ...."

Meskipun jatuh cinta, tetapi Vian masih memiliki kewarasannya.

Rizky hanya terkekeh, ia kemudian mencolek eskrim yang mulai mencair itu, kemudian mencolek pipi Vian pula.

"Kalau udah berdua di rumah berarti bebas ya? Mau cium dari pulang sekolah sampai subuh juga gak apa-apa?"

Vian terkekeh, 'ya pegel lah bego, bibir Lo nanti jontor, terus mengundurkan diri buat jadi anggota tubuh. Serem amat hidup tanpa bibir.' Vian membatin.

"Gak usah ngaco ah, Vian gak mau kalau Iky mesum begini."

'Gue bukan alat pemuas ya anjing!'
Meskipun memiliki rasa, tetapi Vian tak akan lupa hinaan Rizky kala itu.

CUTE (BAD) BOY || BxB Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang