"Gue gak tahu apa yang salah dengan angkatan kita, apakah kesalahan itu berasal dari gue atau kesalahan itu berasal dari kalian. Tapi, OSIS angkatan kita ini benar-benar keanggotaan yang paling buruk!"
Saat Rizky berbicara, tidak ada yang berani menyahut. Mereka semua diam dan mendengarkan dengan detail semua perkataan Rizky.
"Gue gak paham, harusnya otak kalian itu sudah terfilter, prosesnya sudah kita lalui juga, kan? Tapi kenapa hasilnya malah gak sama kayak angkatan sebelumnya, padahal rangkaian yang kita lakukan itu sama semua."
Anggota OSIS di sana memang tidak sembarang, tahun ke tahun mereka memang memiliki sisi religius, akademik dan tabiat yang baik, bahkan jauh lebih baik dari siswa biasa. Semuanya sudah difilter dalam LDKS, rangkaian yang mereka lakukan benar-benar berbeda dari sekolah biasa.
"Mulai semester depan, OSIS gak akan lakukan razia lagi. Moral kalian dengan anggota OSIS angkatan sebelumnya benar-benar berbeda 180 derajat. Introspeksi diri kalian sendiri sebelum mengeksekusi siswa lain."
Banyak sekali agenda yang rusak dan image yang hancur. Rizky malu, benar-benar malu menjadi pemimpin mereka.
"Kualitas anggota OSIS angkatan kita dengan anggota angkatan sebelumnya benar-benar berbeda. Dan gue gak paham sama semua hal yang ada di dalam pikiran kalian. Sebelumnya, kita sudah diberikan kebebasan untuk berpacaran antar anggota, tapi bukan berarti kalian bebas ngeseks dan GILAnya lagi, kalian lakukan itu di ruangan keramat."
Di sana benar-benar hening, ucapan Rizky memang benar, tetapi sepertinya tidak sepenuhnya benar.
"Lo anggap kecacatan OSIS angkatan kita cuman karena moral anggota doang? Lo harusnya nyadar deh Ky, Lo juga sama aja! Lo ketua yang gak mencerminkan perilaku pemimpin sama sekali! Gimana anggota Lo mau sesuai sama kualitas anggota OSIS sebelumnya, kalau Lo sebagai leader aja masih gak pantes dikategorikan sebagai leader!"
Rizky spontan menatap salah satu anggotanya dengan tatapan tajam, ia merasa sudah melakukan semua yang terbaik, ia juga sudah merasa bila dirinya mengikuti jejak ketua-ketua sebelumnya. Ia benar-benar merasa bila ia sudah melaksanakan semua prosedur dengan sempurna.
"Yang Lo jaga itu cuman image, cuman nama baik Lo dan nama baik almamater! Kalau Lo merasa kami di sini tidak pantas untuk menjadi anggota, harusnya Lo berkaca kalau Lo juga gak pantas jadi ketua!"
Rizky tersenyum miring, "Lo meremehkan gue?!"
Hening kembali, sepertinya Rizky akan meledak lagi.
"Lo masih meragukan gue? Oh ... Lo lupa, masa jabatan gue yang baru satu setengah bulan, tapi gue udah bisa mengurangi tingkat kenakalan di sekolah ini sebanyak 80 persen. Lo pikir ketua OSIS sebelumnya bisa? Gak ada yang bisa!"
Sebenarnya, yang mereka takuti bukanlah jabatan ketua yang Rizky miliki. Tetapi perangai buruk di masa lalu, memangnya siapa yang mau berurusan dengan mantan pembunuh? Pikiran mereka sudah terdoktrin dan terpacu pada "Rizky adalah seorang mantan kriminal" memiliki perangai buruk di masa lalu, dan akan sangat berbahaya bila ia ingat semuanya.
Rizky kini benar-benar marah,
"Berkat kinerja gue, OSIS angkatan kita dinilai sebagai OSIS angkatan terbaik! Tapi kalian berdelapan rusak semuanya gara-gara ngewe sembarangan! Lo kalau miskin, ngomong sama gue! Lo butuh duit berapa buat sewa hotel--"
"Tapi Ky, satu hal yang berbeda antara Lo sama ketua-ketua sebelumnya--"
Rizky menatap salah satu OSIS perempuan, rekan satu kelasnya. Ya, yang terlibat rapat dadakan hari ini memang anggota angkatannya saja.
"--cuman Lo satu-satunya ketua OSIS yang sombong, arogan, mau menang sendiri. Lo membiarkan diri Lo sendiri bersinar, dan meredupkan anggota Lo yang lain. Oke, kinerja Lo bagus, leadership Lo memang bikin sekolah kita berkurang dalam tingkat kenakalan. Tapi, Lo lupa ... kalau yang cacat sebenarnya bukan anggota Lo doang, tapi Lo pribadi juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
CUTE (BAD) BOY || BxB
Novela JuvenilRizky dan Alvian adalah musuh bebuyutan selama di sekolah. Keduanya tidak pernah akur karena sejak dulu terus saja memperebutkan perempuan yang sama. Namun, Bundanya Rizky dan Ayahnya Alvian pada akhirnya menikah, menjadikan keduanya sebagai saudar...
