Bagian 6 // Hitam dan Putih

31.8K 3.4K 374
                                        

Rizky agak gusar, Wenda gila, gadis itu benar-benar gila. Ayolah, gadis normal mana yang akan menyuruh seorang laki-laki untuk mencium laki-laki lain? Tapi, demi citranya nanti, apakah Rizky harus melakukan itu?

"Sekalian, lidahnya main, ya, hihihi. Terus, kalau mau kayak mesin sedot debu itu, juga boleh. Bikin Viannya jadi nge-fly, biar 5 menitnya enggak kerasa lama."

Wenda orang gila! Dan Rizky bersumpah untuk tidak berurusan dengan gadis gila itu lagi.

Ah, mulutnya Vian pasti bau rokok. Membayangkan itu saja rasanya Rizky sudah mau muntah, apalagi bila harus mencicipi bibir Vian, dalam waktu 5 menit pula.

Tapi, itu satu-satunya syarat dari Wenda yang harus Rizky lakukan. Biarlah nanti ia ditonjok oleh lelaki bar-bar itu, yang penting harga diri Rizky di depan banyak orang tidak jatuh.

Rizky memang lelaki yang menjunjung tinggi harga dirinya. Image yang ia miliki sudah baik, ia tidak mau merusaknya.

"Gimana? Calon cewek gue ada ngomong sesuatu sama Lo?"

Rizky tidak menjawab, bila ia meladeni perkataan Vian, pasti akan sangat lama untuknya mencuri ciuman Vian. Bila ia meminta persetujuan Vian juga, pasti prosesnya akan lebih lama lagi. Mereka harus berdebat, dan Vian sudah pasti tidak mau diajak berciuman secara baik-baik. Lelaki itu akan bersikap bodo amat, harga dirinya tidak akan hancur karena Video itu tersebar, oh ... ya, memangnya Vian ada harga diri? Rizky rasa, tidak ada!

"Ky? Yang tadi pergokin Lo tiup-tiup pentil gue tuh Wenda atau kuntilanak? Bukan Wenda, ya? Lo abis kesurupan? Kok diem begitu? Serem bego, ih!!"

Rizky tidak bereaksi, orangnya segera mengunci tubuh Vian dengan tubuhnya sendiri. Vian sepertinya terkejut dengan perlakuan tiba-tiba dari Rizky. Rizky meletakkan tangan kirinya di sebelah kepala Vian, sementara tangan kanan miliknya ia gunakan untuk meraih tengkuk sekaligus rahang Vian.

Oke, Rizky hanya harus melakukannya selama lima menit, dan setelah itu ia akan menyuruh Vian untuk melupakan semuanya. Karena ini bukan apa-apa, ciuman yang hanya berlandaskan keterpaksaan semata!

Lagipula, mereka sama-sama lelaki!

Vian menahan dada Rizky saat ia mendapati Rizky menempelkan kedua belah bibir mereka. Vian juga menahan napas, terlalu terkejut dengan perlakuan Rizky yang tiba-tiba. Sepertinya Vian belum pernah mengalami yang seperti ini, tidak ada yang pernah mencium bibirnya selama hampir tujuhbelas tahun ia hidup di dunia.

VIAN SEMPAT NGE-FREEZ!!!

Tentunya, Vian bergerak tidak nyaman. Rizky benar-benar mengapit tubuhnya dan ia benar-benar terimpit. Ia hendak berbicara, meminta Rizky untuk menjauh karena rasanya agak aneh. Pergerakan Vian barusan ternyata malah menimbulkan efek geli untuk Rizky. Rizky menjadi gila seketika.

Bibir keduanya semula hanya menempel begitu saja. Namun, setelah Vian mencoba berbicara meskipun akhirnya gagal, Rizky jadi bisa merasakan tekstur bibir Vian yang cukup kenyal dan lembut. Tidak ada bau rokok yang ia cium, hanya ada aroma permen rasa strawberry yang sepertinya Vian makan saat Rizky berbincang dengan Wenda tadi. Mulut Vian terasa manis dan wangi, oh ... tidak, Rizky merasa mabuk dengan aroma itu. Lagi, Rizky penggemar strawberry kelas berat.

Tunggu dulu, bila bibir Vian saja terasa manis, apalagi lidahnya yang menyesap permen tadi? Pasti akan lebih manis, dan tentunya ... lebih memabukkan. Benar kata Wenda tadi, Rizky hanya harus menikmati agar ciuman mereka tidak terasa lama. Tapi, Rizky menikmati ini untuk hal yang lain.

Oke, ia akan mencoba. Lagipula, ini bisa Rizky jadikan simulasi untuk berciuman dengan Amel nanti, kan? Selama berpacaran, Rizky hanya berani mencium pipi saja, tidak berani lebih jauh seperti yang ia lakukan pada Vian saat ini.

CUTE (BAD) BOY || BxB Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang