Bagian 28 // Siapa Rizky yang Sebenarnya

21.8K 2.2K 189
                                        

"MAKSUD LO NYURUH GUE PAKE KUTANG SAMA ROK MINI PUNYA PACAR GUE BUAT TAWURAN NANTI TUH, APA?! LO NGAJAK RIBUT SAMA GUE NIH CERITANYA?!"

Vian sudah menggulung lengan bajunya, bersiap untuk menonjok Rio yang kini malah menampilkan cengiran tak berdosa miliknya.

Teman satu geng Vian yang lain setuju, tetapi Vian menolak usul itu mentah-mentah.

Memangnya, laki-laki waras mana yang mau menggunakan bikini serta rok mini perempuan untuk dipakai dalam acara tawuran?

"KALIAN BERTIGA JUGA! UDAH SETRES ATAU GIMANA?! KENAPA NGEIYA-IN OMONGAN SI BABI NGEPET INI, HAH?! MAU GUE GUNTING BULU ANU KALIAN??"

Yudha mendecak, kemudian menjitak kepala Vian sampai lelaki mungil itu berkaca-kaca, kemudian hampir menangis.

"Sakitt:("

"Aduh, sial-- cup cup cup cup ...."

Vian itu aneh, kadang galak, kadang bar-bar, kadang setres, kadang badung, kadang ngeselin, kadang baik hati, kadang jadi anak soleh, kadang manja, kadang berubah jadi anak macan yang sedang ngamuk, kadang berubah menjadi anak kucing yang minta dielus, dicium, dan dimanja.

Yudha jadi tidak tega, lelaki itu kemudian menepuk-nepuk kepala Vian.

"Maaf ya Vii--"

Tiba-tiba mata Vian melotot kemudian membalas untuk menjitak kepala Yudha sampai adik kelasnya itu oleng kemudian terjerembab ke dalam tempat sampah di sebelah kirinya.

"INI KEPALA, WOY! BUKAN BOLA BASKET YANG SEENAKNYA BISA LO JITAK!"

Rama dan Johan sejak tadi hanya diam, takut untuk menerima amukan Vian yang benar-benar sulit untuk diatasi.

Masalahnya, Vian pernah melemparkan satu tumpuk pasir ke arah wajah mereka, menyebabkan keduanya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Jadi, mereka tidak berani lagi untuk menghadapi Vian yang sedang kesurupan macan begini.

"Gue mau main basket aja lah. Males banget harus ngomong sama kalian!"

Lelaki itu kemudian melangkah pergi ... tetapi, tidak lama kemudian, ia menoleh pada mereka lalu memberikan tatapan membunuh.

"Kalau sampai kalian ngide lagi nyuruh gue pake kutang sama rok doang, gue beneran cukur bulu anu kalian, sampai botak! Sampai licin! Sekalian gue pecahin bijinya juga!"

Setelah itu, Vian langsung pergi menuju lapangan.

Mereka berempat spontan memegang milik mereka di balik celana.

"Ancamannya buset ...."

***

Lapangan sedang kosong, Vian memilih berlari dan mendribble bola untuk bermain basket sendirian.

Kelasnya sedang jamkos, sementara teman-teman satu kelasnya yang lain memilih untuk mengerjakan tugas tambahan dari guru, daripada keluyuran keliling sekolah seperti hantu penunggu, macam Vian ini.

"Kalau baju gue bau matahari, nanti Wenda ngomel-ngomel, berakhir sama gue yang dia taplokin pake minyak wangi eskulin Cherrybelle--"

Vian membuka bajunya, memilih untuk menyisakan kaos berwarna putih yang sangat tipis sekali.

Jam istirahat tidak lama lagi, Vian yakin bila setelah ini banyak siswa laki-laki dari kelas lain yang mencoba untuk melayaninya bermain basket.

Vian ini tergolong sebagai salah satu pemain basket terbaik di sekolahan itu. Tetapi, ia tidak tergabung dengan ekstrakurikuler basket, dengan alasan Rizky adalah kapten basketnya serta kejadian tidak menyenangkan ketika penerimaan anggota basket kelas 10 lalu.

CUTE (BAD) BOY || BxB Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang