"Katanya mau ke luar kota, kenapa tiba-tiba ada di rumah lagi?!"
Akhirnya Rizky dan Vian sampai di rumah mereka setelah melewati kejadian yang menurut Vian menakutkan tadi. Ya, seekor kelelawar menabrak kaca mobil mereka.
Saat mereka masuk ke dalam, keduanya terkejut karena rumah itu tidaklah kosong, padahal biasanya hanya ada Rizky dan Vian di dalam, karena orangtua mereka selalu pergi berdua.
Satu bulan pasca Ayah dan Bunda menikah, mereka memang kerap kali pergi, tetapi tidak lama ... hanya berkisar sehari dua hari saja. Katanya, hari ini Ayah mau mengurusi perkebunan miliknya di provinsi lain, yang otomatis membutuhkan waktu beberapa hari. Ah, tetapi entah kenapa mereka malah kembali lagi.
"Ayah sama Bunda kok gak jadi pergi sih?!"
Rizky bertanya dengan agak kesal, kemudian duduk di sebelah Vian. Mereka kini sedang berada di meja makan, sepertinya hendak makan malam.
"Kenapa Ky? Kok kelihatannya kayak gak suka gitu?" Bunda bertanya, membuat Rizky gelagapan.
"Enggak ... bukan begitu kok, ya maksudnya kenapa balik lagi? Ada apa? Bukan maksudnya gak suka, Bunda aneh-aneh aja ...."
Ayah terkekeh, kemudian membuka bungkusan kertas nasi yang mereka bawa. Di dalam kertas nasi itu sudah ada berpuluh-puluh sate, makanan kesukaan Vian.
"Asikk!"
"Ayah sama Bunda beli limapuluh tusuk loh, kata Ayah Vian suka banget sama sate, kan?"
"Iyaaa! Yey! Kita kan ada empat orang, Vian duapuluh ya ... ya ya ya ...."
"Ambil aja."
"Gak meledak tuh perut? Kecil-kecil makannya banyak!" Rizky Julid.
Vian langsung mendelik, "KENAPA? GAK SUKA?!"
"Udah udah ... jangan berantem di depan makanan. Ayo sekarang kita makan, ambil berapapun yang kalian mau ...."
Vian langsung mengambil sepuluh tusuk, serta tiga centong nasi, membuat piringnya begitu penuh. Sementara Rizky, hanya mengambil satu centong nasi dan dua buah tusuk saja.
"Ayah sama Bunda pulang lagi, soalnya pas di perjalanan tadi, tiba-tiba Bunda pingsan. Kami ke rumah sakit deh, eh ternyata Bunda lagi hamil ... empat minggu ...."
"HAH?!/WOWW!"
Rizky dan Vian menyahut bersamaan.
"Wow! Ayah tokcer banget! Hahaha!"
Rizky langsung menjitak Vian, sementara Bunda hanya terkekeh.
"Ayah sama Bunda gak jadi pergi deh, biarin perkebunan di sana diurus sama anak buah Ayah aja. Kasihan kalau Bunda diajak pergi jauh, takut dia sama kandungannya bermasalah ...."
Vian dan Rizky mengangguk paham.
"Terus Yah, kan tujuan Ayah nikah sama Bunda tuh biar ada yang ngurusin Vian, kalau Bundanya sama Ayah dibawa sering-sering buat kerja ... Vian sama siapa? Diurus sama siapa?"
Ayah terkekeh karena mendengar sahutan kesal anaknya itu.
"Kan ada Kak Rizky, Vian diurusin sama Kak Rizky ...."
Tentu saja Vian kesal. Ah, ia juga tidak berani mengadukan kelakuan Rizky pada Ayah atau Bunda. Ia takut bila Rizky akan lebih nekat dari yang sebelum-sebelumnya.
"Vian mau bobok sama Ayah, boleh?"
"Sama Iky emangnya kenapa Vi?"
Vian berpikir, mencari jawaban agar Ayahnya mau mengizinkan.
"Mau jagain Bunda juga maksudnya, hehehe. Katanya, yang lagi hamil tuh cantiknya berkali-kali lipat, nanti kalau Ayah tergoda terus khilaf, gimana? Kasian dong adeknya Vian, ketemu botak tiap malam ...."
KAMU SEDANG MEMBACA
CUTE (BAD) BOY || BxB
Novela JuvenilRizky dan Alvian adalah musuh bebuyutan selama di sekolah. Keduanya tidak pernah akur karena sejak dulu terus saja memperebutkan perempuan yang sama. Namun, Bundanya Rizky dan Ayahnya Alvian pada akhirnya menikah, menjadikan keduanya sebagai saudar...
