Bagian 11 // Vian Bangke!!

28.4K 2.8K 49
                                        

Yudha dan Rio saling memandang kemudian terkekeh. Kedua lelaki itu akhirnya menoleh pada sosok lelaki mungil yang kini sedang tertidur pulas tanpa pakaian bagian atas.

Bukan, Rio dan Yudha tidak melakukan apapun pada Vian, mereka hanya tidur di atas kasur yang sama, dengan Rio dan Yudha yang berebut untuk menjadikan Vian sebagai guling.

Vian tidur di posisi tengah, dengan kedua adik kelas kurang ajarnya yang membuat hawa panas semakin terasa. Vian berkeringat, menimbulkan efek sexy keluar dari dalam dirinya.

Vian sendiri tidak masalah bila ia tertidur dengan keadaan tubuh bagian atas terekspos, ia tidak merasa khawatir atau takut bila kedua adik kelas sekaligus sahabat-sahabat baiknya itu akan menodainya atau melakukan hal-hal yang melanggar peraturan. Serius, itu tidak akan terjadi, Vian jago beladiri, dan bila mereka berani macam-macam, sudah pasti pukulan keras melayang ke arah mereka.

"Yo ... Vian keringetan ...."

Yudha membisik, lelaki itu menelan ludah merasa gugup. Rio mengangguk, ia juga merasakan sesuatu yang aneh tiba-tiba menyelinap ke dalam dirinya.

"Lap aja keringatnya, gue takut nerkam dia sekarang ...."

"Kalau bangun, bisa gawat, Yo ....".

"Vian tidurnya kayak bangke, gak akan bangun, percaya deh Lo sama gue ...."

Yudha mengangguk patuh, lelaki itu kemudian mengambil tisu yang terletak di nakas sebelahnya.
"Loh? Kok tisunya sisa segini? Lo yang pake buat coli, ya?!"

Rio terkekeh, "hehehe ...."

"Goblok!"

****

"Udah kayak gembel aja deh gue."

Rizky luntang lantung di jalanan sepi, untuk apa lagi kalau bukan mencari Vian.

Ayahnya Vian telah menitipkan bocah itu pada Rizky, katanya malam ini Ayahnya Vian tersebut akan mengunjungi rumah Neneknya Rizky, bersama Bundanya Rizky juga tentunya. Pernikahan mereka tinggal menghitung hari, habis itu ... Rizky resmi menjadi seorang Kakak.

Tapi, sejak jam 7 malam, saat Rizky mengunjungi rumah Vian, Vian tidak ada di sana. Sudah Rizky pastikan bila lelaki nakal itu terlibat balapan motor lagi malam ini.

Alhasil, Rizky juga menghampiri lokasi yang kemungkinan dijadikan tempat untuk balapan liar. Apa yang Rizky dapat? Hanya pertengkaran Rama dengan Dian, yakni pimpinan masing-masing geng.

Tidak lama kemudian, Rizky mendengar suara sirine polisi, mereka langsung kocar-kacir. Tapi, tidak ada Vian di sana. Hingga satu jam kemudian Rizky baru ingat bila dia sudah menyimpan nomor Vian di ponselnya.

Oke, tertawakan Rizky akan kebodohannya. Lelaki itu langsung mengirim pesan, karena Rizky memang tidak suka bertelepon. Sialnya, yang membalas pesannya bukanlah Vian seperti yang ia harapkan.

"Maksudnya Yudha sama Rio suka sama Vian?"

Rizky menggumam, lelaki itu agak heran dengan percakapan ambigu antara dirinya dengan kedua adik kelasnya itu. Ah, tapi sudahlah ... itu bukan urusan Rizky. Karena, yang menjadi urusannya saat ini adalah Vian harus pulang ke rumahnya!

Bundanya sudah berpesan, dan mau tidak mau memang Rizky harus menurutinya. Bila terjadi sesuatu pada Vian, pasti Rizky akan diomeli lagi. Belum jadi saudara saja perlakuan bundanya sudah seperti itu, bagaimana kalau sudah ... apakah Rizky akan didepak dari posisi anak kesayangan?

Drttt

Drttt

Drtttt

Rizky sedikit berjengit saat ia mendapati ponsel yang terletak di saku celananya tiba-tiba bergetar. Lelaki itu mendecak kesal, kemudian mengambil ponselnya itu dan mendapati nomor Vian menghubunginya.

"Lo di mana?!" sambut Rizky, dengan kesan mendesak.

"Hallo Njing ... ada apa Lo chat gue malem-malem, hah! Hoammm ...."

"Ck ... jawab pertanyaan gue, Lo di mana?!"
Rizky mendadak kesal, suara serak Vian di seberang sana membuatnya tidak sabaran. Vian ini tidak bisa langsung to the point!

"Kosannya Rio sama Yudhaaa ...."

Dari suaranya, jelas saja Vian sedang mengantuk. Bahkan lelaki itu terdengar menguap beberapa kali.

"Gue ke sana sekarang."
Rizky berjalan menuju motornya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi ... tidak apa-apa, keberadaan Vian lebih penting, karena bila tidak, maka Rizky juga yang akan diomeli oleh keluarganya yang lain.

"Ngapain sih Ky--"

"Gak usah banyak bacot!"

Vian mendecak, kemudian mematikan panggilannya. Rizky juga tidak merasa sakit hati saat panggilan mereka Vian matikan sepihak, lelaki itu bergegas pergi ke tempat kost Yudha dan Rio yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi ia berdiri saat ini.

***

"Ya udah sih ... kasian Vian, dia udah ngantuk begitu masa Lo paksa buat pulang, sih? Calon kakak yang biadab banget Lo!"

"Awas Lo kalau Vian lecet karena juntay dari motor, gue rebus Lo!"

Rio dan Yudha menyewot ke arah Rizky, namun Rizky tidak peduli dan langsung menyeret Vian untuk berjalan ke motornya.

"Gue bawa motor sendiri yaelah!"

"Besok Lo ambil lagi motor Lo!"

Vian mendecak kesal, mau tidak mau akhirnya ia harus naik ke motor Rizky dan dipaksa pulang oleh lelaki itu.

"Dadahhh!!"

Vian menyahut semangat ke arah Yudha dan Rio hingga pada akhirnya lelaki itu kembali tidur di punggung Rizky. Motor Rizky melaju dengan suara klakson bising yang terkesan menyebalkan di telinga Yudha dan Rio.

"Rizky emang gak pernah biarin kita bahagia, ya, Yo! Awas aja tuh orang ...."

Rio kembali mendecak kemudian menutup pintu kosannya dan masuk kembali ke dalam, bersama dengan Yudha tentunya.

"Belum jadi saudara aja udah ngatur begitu, apalagi kalau udah jadi saudara beneran!"
Rio menggerutu kesal, yang spontan diangguki oleh Yudha.

"Yud ... jaketnya Vian masih di sini, terus tadi Vian pulang pakai apa? Kok gue gak sadar?"

Yudha menghampiri Rio, lelaki itu turut melihat jaket berwarna hitam yang tentunya milik Vian, sedang tergeletak di lantai kosan mereka.

"Pake kaos doang, mana tipis ... masuk angin dah pastinya. Mampus dah Rizky, kalau Vian masuk angin kan suka repotin ...."

Rio terkekeh, "kalau Vian masuk angin di depan gue sih, enggak apa-apa ... hehehe ...."

Yudha ikut terkekeh juga, "sambil modus ya kan .... Untung Rizky gak belok, deh ... semenggoda apapun Vian di mata kita, bagi Rizky tetap biasa-biasa aja, haha ...."

Rio mengernyit seketika, "tapi tuh Ketos tukang pencitraan udah ambil first kiss-nya Vian! Duh ... rasa bibirnya Vian gimana, ya?"

Yudha ikut berpikir, "mungkin manis ... dia kan suka makan permen yupi, gue juga jadi pengen, deh ...."

"Dahlah, Yud ... udah malem, tidur aja ... masih ada besok buat ketemu Vian sekalian modus ...."

Drttt

Drttt

Drttt

Yudha dan Rio saling melirik heran, "HP Lo bunyi tuh, Yud ...."

Yudha mengambil ponselnya dan menemukan Johan menelpon ke nomornya
"Hallo, Kak ... kenapa? Kok telpon malam-malam begini?"

Napas Johan di seberang sana terdengar memburu, "gawat! Rama ditangkap polisi!"

"HAH!!"

***

.
.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.

.
.

.

TBC

***


Senin
14/03/2021
13:15

CUTE (BAD) BOY || BxB Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang