03. ruang uks

59 6 0
                                        

Gadis bertopi hitam turun dari taxi menuju ke sebuah rumah yang dapat dikatakan mewah, salah sangat mewah. Rumah berlantai dua, berwarna putih dan emas terdapat dua orang penjaga di depan atau sebut saja satpam.

Membuka pagar besi berwarna putih, bisa dilihat terdapat sebuah taman bunga disekitar jalan masuk. Langkahnya sampai didepan pintu rumahnya, berjalan melewati ruang tamu dan menaiki beberapa anak tangga menuju kamarnya dan mengunci pintu kamar itu.

Beberapa saat kemudian terdengar ketukan pintu kamarnya.

"Non udah pulang? Ga makan dulu Non bibi baru aja masakin nasi goreng loh masih anget nih hehe" ujar seseorang dari luar.

"Ngga Bi, Rara masih kenyang buat Bibi aja atau Pak Ridho di depan" tolaknya.

"Yaudah deh Non, ntar kalo laper panggil Bibi aja ya"

"Iya Bi"

Dia melirik jam dari handphone nya, tertera pukul 18.00 masih sore lalu dia merebahkan tubuhnya di kasur king size berwarna mocca. Selain abu-abu warna favorit lainnya adalah mocca, seluruh kamarnya berisi kedua warna itu baik dinding maupun ornament hiasan-hiasan kamar.

Drrtt..drrtt..

Sebuah notifikasi mucul.

"Papa"

"Papa udah tf ke rek kamu, baik-baik disana ya sayang"

'Papa send picture'

Dia melemparkan handphonenya asal, memandang langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong, air mata lolos dari pipi mulus gadis itu.

"Pa, andai papa tau Rara gamau ini semua"

***

Pagi ini cukup cerah, banyak kendaraan berlalu lalang memasuki kawasan Sma Bhinabakti. Salah satunya Kenzie dengan motor mogenya yang berhasil menarik perhatian para gadis-gadis pagi itu, kecuali Rara dia tak pernah tertarik pada pria itu bahkan sebisa mungkin dia harus menjahuinya agar hidupnya damai.

"Hei Ra! apa kabar?" Salsa menepuk bahu sahabatnya dia datang bersama Jo karena rumah mereka yang berdekatan.

"Apasih lo, tiap hari jumpa juga" cuek Rara yang sedang malas berinteraksi dengan siapapun.

"Ih Ra, ga asik deh lo pantesan jomblo terus lagian jadi orang jangan cuek dong" tambah gadis berambut pendek.

"Ck!"Rara meninggalkan dua orang itu memilih ke kelas daripada berbicara dengan mereka.

"Udah deh Sal, Rara lagi badmood tuh jangan di ganggu"

"Hai ken! Bukannya hari ini lo turnamen kan? Kenapa malah ke sekolah?" Salsa tak menggubris kata-katanya Jo karena melihat Ken yang barusaja lewat.

"Bukan urusan lo" lelaki itu mempercepat langkahnya agar tidak di usik eh lebih tepatnya di intrograsi oleh Salsa.

"J-Jo! Ken tadi barusan ngomong sama gue kan?!" Salsa menghentakkan kakinya kegirangan.

Jo hanya memberikan cengiran absurd sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, aneh saja padahal hal yang di ucapkan Ken mengandung unsur ketidak-sukaan tapi kenapa temannya satu itu malah kegirangan. Satu hal yang dapat dipelajarinya yakni cinta membuat seseorang menjadi bodoh.

Matpel pembuka di Rabu cerah ini yakni Kimia, mata pelajaran berjuta teori dan reaksi. Seperti biasa di ruangan ini di dominasi oleh Ken, kenapa tidak dia kan si peringkat pertama dan kebetulan si peringkat kedua dan ketiga sedang mengikuti olimpiade. Penghuni kelas lainnya? TAK ADA YANG BISA DIHARAPKAN DARI MEREKA eh maap ngegas kebawa emosi.

HOPETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang