05. with u again

34 4 0
                                        

'Ya Allah mohon beri keajaiban' entah kali keberapanya menggerutu dalam hati, dia ingin cepat-cepat bebas dari ruangan menyedihkan ini.

"Kenapa lo liat liat" suara pria menginterupsi ruangan.

"Gausah ge-er deh, gue ngelamun bukan liatin lo!"

"Alasan" ledek pria itu lagi.

"Jangan banyak bacot deh mending doa biar pintu cepet ke buka"

"Doa harus pake usaha juga"

"Berisik ah lo"

Jam menunjukkan pukul setengah 3, sekolah sudah usai setengah jam yang lalu kecil kemungkinan pintu akan terbuka. Kemungkinan terbesar yang dapat terjadi adalah dua insan itu harus terkurung semalaman.

Hingga kemungkinan terkecil itu terealisasikan, doa-doa yang diucapkan Rara dalam hati terkabulkan perasaan senang menyelimuti wajahnya, dia bebas dari sebut saja kutukan ini.

Sayup-sayup terdengar langkah kaki seseorang dari luar sana langkahnya terhenti tepat didepan pintu ruang UKS ini, suara kunci membuka pintu dari luar sangat kontras dengan suasana yang sedang senyap.

"Kalian ngapain?" suara itu Bu Riska, seorang guru biologi yang juga merupakan pemegang kunci cadangan atas ruangan ini.

Rara yang sangat bahagia memeluk Bu Riska erat, "Makasih banyak Bu, Ibu nyelamatin hidup saya"

"Maksudnya? Apa yang terjadi?" Bu Riska linglung.

"Kami lagi beresin ruangan ini, terus ga sengaja pintu terkunci" jelas Kenzie pada Bu Riska.

"THANKYOUU BUU" suara Rara menggema sepanjang koridor, dia berlari kegirangan menuju kelasnya entahlah terkurung di ruangan itu membuat kepribadiannya berubah.

***

"Duh mana sih Pak Bambang!" lagi lagi dia menggerutu, kali ini di depan gerbang utama sekolahnya.

Sudah 15 menit dia menghubungi supir pribadinya namun tak ada respon apapun sama sekali, ditambah letak sekolahnya yang jarang dilalui angkot ataupun taksi jangan tanya kenapa tidak memesan ojek online, soalnya baterai handphonenya lowbatt dia lupa charge ataupun membawa powerbank oke sebut saja hari kesialan.

Tin..tinn..

Suara klakson motor memekakkan telinga sesiapapun yang mendengarnya. Rara ingin sekali marah pastinya namun otaknya memberi saran agar dia menahan amarahnya dan meminta tumpangan saja. Akan tetapi siapa yang tak kenal Rara gadis yang tingkat kegengsiannya sangat tinggi namun keadaan mengharuskan hal tersebut.

Kenzie dan motornya melaju melewati gadis yang sedang membeku di depan gerbang.

"Woi" teriak Rara.

Kenzie menghentikan motornya membuka helm fullface nya melirik kearah gadis itu sambil menaikkan kedua alisnya.

"Gue-"

"Apaan sih"

"Gue nebeng dong hehe" Rara mengucapkan itu dengan senyuman yang terkesan terpaksa.

"Ogah" lelaki itu memakai kembali helmnya dan melajukan motornya meninggalkan Rara sendirian.

Disela perjalanannya dia melirik ke arah spion sekilas, terlihat Rara dan beberapa pria disana seperti hendak mengganggunya. Kenzie yang kebetulan hari ini masih memiliki rasa kemanusiaan memutar balikkan motornya dengan laju kembali ke sekolah.

"Mau ngapain kalian" ucapnya datar namun tatapannya tajam seakan menusuk siapapun yang dilihatnya.

Para lelaki yang mendekati Rara sesaat setelahnya langsung ngacir sehabis melihat wajah Kenzie, siapa orang didaerah itu yang tak mengenalnya selain kapten basket terbaik dia juga mantan anggota bela diri terbaik dan orang orang itu adalah orang yang sama yang pernah dihajarnya dulu setelah mengusik adiknya.

HOPETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang