Spesial
Jack the ripper.
Kisah ini memanglah bukan kisah nyata adanya, namun kisah Jack the ripper nyata adanya.
Saya hanya menggunakan kisah ini untuk hiburan semata.
Jika cerita saya agak melenceng dari sejarah aslinya mohon diralat.
Dan sekali lagi saya ucapkan.
Happy reading my reader's.
*************
London bridge is falling down, falling down, falling down, London bridge is falling down, my fair lady.
*****
Lantunan sajak anak anak bergetar di gang sepi kota London Britania raya, distrik whitechapel merupakan distrik terkumuh milik Inggris saat itu, sangat tak terawat, dan juga menjadi sarana bagi bisnis bisnis gelap.
Pelacur,pemerasan,rumah bordil, dan semua hal hal tersebut sekiranya ada di sini. Namun di tanggal 31 Agustus 1888, menjadi hari paling buruk dalam sejarah, pasalnya seorang pelacur bernama Mary ann Nichols, ditemukan tak bernyawa di jalanan kumuh distrik tersebut dengan tubuh yang sudah terkoyak.
Polisi bergerak cepat akan hal ini, namun sialnya mereka tak menemukan titik temu akan hal ini hingga menyusul empat korban lainnya, cukup mengherankan bagi polisi setempat karena pembunuh ini cukup terlatih karena Samapi kasusunya mereda pun ia masih tak kelihatan batang hidungnya, hingga ia dikenal sebagai 'jack the ripper'. Pembunuh ini kemudian hilang eksistensinya entah kemana, namun pembunuhan yang dilakukan terhadap lima orang pelacur masih menyisakan tanda tanya yang sangat besar.
Siapa namanya???, Apa tujuannya???,bagaimana rupanya???, Dan masih banyak lagi.
Di sebuah kantor percetakan.
" Nona kanao!!". Suara seorang wanita dengan nada yang ditekankan.
Orang yang namanya dipanggil itupun mulai tertunduk di kursinya, ia merasa bahwa ini mungkin akan menjadi hal buruk, karena atasannya sedang membentaknya.
Dan bagi kanao ini adalah hal paling buruk, karena bisa saja ia akan dipecat dari pekerjaannya ini, setelah membuat sang atasannya marah.
" nona kanao apa yang kau tulis ini!??!?, Kau ingin bilang bahwa saudarimu itu adalah Jack the ripper!?!?".
Kanao hanya bisa mengangguk ketika pertanyaan itu keluar dari mulut atasannya sendiri. Kanao hanya termenung melihat ke lantai dan sepatu hitam yang ia kenakan, ia belum berani jika harus bertatap muka langsung dengan atasannya sendiri.
" Nona kanao, aku tahu bahwa Jack the ripper adalah primadona di kalangan para jurnalis untuk saat ini, namun pertimbangkan kembali, menuduh saudarimu sendiri Ms. Shinobu kocho bukanlah hal baik, ditambah lagi ia adalah orang yang telah berjasa membuat perusahaan ini kembali berjalan". Kata sang atasan panjang lebar.
Kanao mendongak keatas dan dengan masih dengan perasaan takut ia melihat muka atasannya itu, dan kemudian berbicara dengan nada gugup.
"ji...jik..a...memang...b..enar, ia...tak....ber...salah,lalu bagaimana...dengan..berita..Korban itu??". Tanya kanao.
Sang atasan menghembuskan napas berat dan kemudian ia memberikan kanao sepucuk surat kepadanya dan berkata.
" sekarang pulanglah, dan baca surat itu". Katanya malas.
Kanao lantas mengambil surat berperangko itu dan kemudian pulang ke rumah sesuai arahan atasannya sendiri. Saat ia sampai di sebuah taman, ia sempatkan untuk singgah sementara waktu di situ sambil melihat pemandangan sore hari di London, di ambilnya surat itu dan dibukalah perangkonya, terdapat dua buah kertas ia mengambil salah satu darinya.
Ia bukan lipatannya dan akhirnya ia mengetahui fakta bahwa, ia sudah dipecat. Lanjut dengan surat kedua ia membacanya dan isi surat tersebut ternyata di tulis oleh kakaknya sendiri yaitu kanae. Ia sangat senang akan hal tersebut sampai sampai ia mengeluarkan air matanya. Isi surat tersebut tiada lain sebagai berikut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkringan Time. KNY VERSION { Revisi}
FanfictionSebuah cerita dimana kalian akan di bawa ke sebuah kehidupan sehari hari yang penuh dengan masalah, dimana akan banyak sekali parodi dari beberapa film dan series, dan lain sebagainya. Fanfic yang tidak hanya menghibur namun mengajarkan kalian apa a...
