Di Tongkrongan #3

33 3 0
                                        

Surat Cinta Untuk Starla
( YuMayo)

" Tuhanku yang selalu hadir untukku, aku berterimakasih kepadamu, atas karunia yang telah engkau berikan kepadaku, dan segalanya bagimu, dan lain hal yang lain untuknya yang telah engkau berikan kepadaku."

...

Kopi mulai ku seduh dengan air panas, dan perlahan dapat aku lihat air yang mulai berubah warnanya menjadi hitam pekat dan beraroma kuat, khas kopi bubuk.

Lantas aku aduk kopi yang masih panas itu dengan sedikit sendok gula di dalamnya.

Namun perlu aku beritahukan kepada kalian yang membaca! Kalau ini hanyalah sebuah ketikan dari seorang penulis labil pecinta musik folk, sementara aku, hanyalah seorang dokter wanita yang tak lebih dari seorang istri ( sedikit kali) tua dari si suami.

Baik, aku akan mulai bercerita dengan penuh emosi, karena itu yang diinginkan oleh si penulis, yaitu *********.

...

Hari itu bernama Selasa, dan itu hanya terjadi di bumi bagian Timur, bagiku ini adalah sebuah pujian aneh dari si Bumi kepadaku.

Pasalnya, ketika aku baru saja sampai di angkringan favoritku yaitu Angkringan Giyuu oon, tanpa sengaja aku bertemu dengan sesosok pria muda bermuka imut, dan disana dapat kulihat ia sedang menggambar sesuatu sambil di temani teh hangat yang masih berasap akibat panasnya air.

" Mank, kopi campur nangka satu,"

Setelah memesan kopi kesukaanku, lalu aku dekati pria imut itu. Sambil tersenyum lalu dengan sopan aku berkata.

" Hai salam kenal,"

Ia lalu menoleh ke arahku, dan tak sesuai dengan harapan awal, kami berdua justru saling tatap menatap seolah-olah ini adalah lomba tatap menatap terlama.

" Hai, siapa ya?" Tanya pria imut itu.

" Namaku Tamayo, barangkali anda perlu teman ngobrol? Soalnya saya sendirian dan teman saya malah tidak datang ke sini, jadi ya, bolehkah aku menjadi teman ngobrol untukmu?"

" Tentu! Lagipula saya sendirian di sini." Jawabnya

Aku lantas duduk di depannya, dan mulai membuka berbagai macam topik pembicaraan yang cukup ringan untuk dibahas. Toh aku ini bukan bapak-bapak ronda yang bisa berbicara pemerintahan yang nanti berujung kepada kontrasepsi antara dunia dan lite global. Tidak! Aku hanya sebatas dokter anak yang sudah berumur dua puluh sembilan tahun, dan sayangnya belum punya suami.

Nyatanya dia atau yang sudah kuketahui namanya yaitu Yusihiro, dia menawan, lucu, imut dan terkadang sebuah imajinasi terlintas dan itu bergambarkan sebuah ilustrasi bila saja dia... Aih! Itu menggelikan, barangkali pria semuda dirinya pasti sudah punya pacar kan?

" Dah punya pacar mas?"

" Belum mba, kebetulan saya ini orangnya emang agak pilih-pilih kalau urusan hati sama cinta."

" Oh gitu toh, terus tipe yang kamu cari kayak gimana?"

" Nggak perlu tinggi yang penting keibuan, penyayang, mau di ajak ngobrol, berpikiran bebas, dan tentu baik hati, enggak alay, pemalu tapi malu yang lebih ke arah feminim, dan kalau bisa yang lebih tua dari umurku yang sekarang."

Angkringan Time. KNY VERSION { Revisi}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang