6. Before Her Death

76 18 5
                                        


~HAPPY READING~


Flashback on

Gadis itu sedikit ragu, apa iya teman sekelasnya itu mau membantunya? Tapi yang ia tau Sanha adalah anak yang baik, tak ada salahnya jika ia mencoba. Gadis itu kembali melanjutkan langkahnya untuk menghampiri teman sekelasnya itu yang tengah duduk di taman sekolah sembari membaca sebuah buku. Ia sudah mengumpulkan segala keberaniannya, meskipun masih ada sedikit keraguan.

"Sanha?" panggil gadis itu.

Merasa namanya di panggil, lelaki itu pun menengok. "Kenapa Ren?" tanyanya ramah.

"Gue ganggu gak San?" tanya Yiren was was.

"Gak kok Ren, duduk aja" jawab Sanha sambil menggeleng. "Lo ada perlu sama gue?" tanyanya.

Yiren pun duduk di samping Sanha. "Hmm, gue boleh tanya sesuatu sama lo gak?" tanya Yiren ragu.

"Yaampun Ren, tanya aja kali, sama gue santai aja" ucap Sanha.

"Bokap lo yang punya salah satu maskapai penerbangan kan?" tanya Yiren sedikit takut, jujur ia masih tak enak bertanya seperti ini pada Sanha.

"Iya, kenapa?".

"Gue boleh minta tolong gak?".

"Kalo gue bisa pasti gue bantu".

"Lo bisa gak cariin gue 2 tiket pesawat untuk Jumat ini, tapi jangan mahal mahal, yang paling murah kalo bisa San".

"Tiket kemana Ren?" tanya Sanha penasaran.

"Ke Cina".

"Oh, mau liburan ya? Homesick ceritanya?" ucap Sanha sembari tersenyum antusias.

Yiren tersenyum tipis. "Gak San, gue mau balik" ucap Yiren.

Sanha mengerutkan keningnya. "Balik kesini lagi kan pasti?".

Yiren menggeleng sembari masih tersenyum tipis. "Lo kan tau keadaanya sekarang San, jadi gue harus balik ke Cina, gak mungkin kalo gue tetep disini"

"Ren, serius?" tanya Sanha tak percaya.

Yiren mengangguk. "Jadi gimana San, bisa gak?".

Sanha terdiam sejenak, tak lama itu ia tersenyum pada Yiren. "Bisa, nanti gue kabarin ya".

Yiren membalas senyum Sanha. "Makasih ya San. Kabarin ke gue ya soal harga tiketnya, soalnya harus gue sesuaiin sama budget" ucap Yiren.

"Lo gak usah mikiran soal harga Ren, anggep aja ini hadiah perpisahan dari gue".

"Tapi San—" ucapnya terpotong.

"Udah terima aja! Nanti kalo gue udah dapet tiketnya gue kabarin ke lo" ucap Sanha. "Dan, sorry ya Ren kalo selama ini gue gak bisa jadi temen yang baik buat lo, cuma ini yang bisa gue lakuin buat bantu lo" lanjut Sanha tulus.

Jujur, Yiren tak sanggup membendung airmatanya, Sanha bahkan jauh lebih baik dari apa yang ia pikirkan, walaupun mereka tidak terlalu dekat tapi Sanha begitu baik padanya. "M-makasih ya San" ucapnya gemetar menahan tangis.

Sanha mengangguk lalu tersenyum.

Flashback off

"J-jadi Yiren udah ada niatan buat balik ke Cina, San?" ucap Felix terkejut dengan cerita Sanha.

Sanha mengangguk. "Iya Lix! Dari awal gue emang gak pernah yakin kalo Yiren bunuh diri. Dia bahkan udah nyiapin semuanya untuk balik ke Cina, tiket pesawatnya pun udah ada di dia. Tapi sehari sebelum itu dia justru di temuin meninggal bunuh diri, itu bahkan gak masuk akal buat gue!" jelas Sanha pada Felix.

Class of Bullshit | 00LCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang