Ep. 09

379 64 85
                                        

• Realization •

"Bunda, Kak Jin, maafkan aku. Tapi sepertinya mati adalah pilihan terbaik untukku"

- Jisoo Kim

—Happy reading—

"Anggap saja kita sedang melakukan simbiosis mutualisme. Dimana Aku menjadi matamu dan kau menjadi kakiku."

Jisoo sontak menggelengkan kepalanya saat ingatan saat Taehyung mengucapkan kata-kata itu terlintas dibenaknya.

Apanya yang simbiosis mutualisme!
Lagipula niat Jisoo untuk bunuh diri sudah mulai ia tekan dan lupakan. Walau fikiran itu masih sering muncul saat ia sendirian dan teringat kenangannya bersama Yoongi.

"Nona Jisoo?!"

"Ah iya, ada apa?" Jisoo tersentak dan langsung tersadar dari lamunannya. Bahkan ia heran sendiri. Bisa-bisanya melamun saat tengah latihan berjalan lagi dengan dibantu oleh suster yang sama seperti terakhir kali.

"Anda baik-baik saja?" Tanya Suster Park dengan raut cemas, yang tentu saja tak dapat dilihat oleh Jisoo.

"Iya aku baik, maaf tadi aku sedikit tak fokus."

"Tak apa, lagipula kata terapis sepertinya latihan hari ini sudah cukup" jelasnya. Baru kemudian menuntun  Jisoo untuk berjalan keluar ruangan setelah pamit pada sang terapis.

"Oh Sepertinya anda kedatangan tamu yang membesuk" ujar suster Park begitu sampai didepan pintu ruang inap Jisoo dan melihat seluit beberapa orang didalamnya dikarenakan pintu kamar yang sedikit terbuka.

Namun niat keduanya untuk masuk langsung terhenti saat mendengar suara Bunda Ye Jin yang sarat akan emosi.

"Saya kira kedatangan anda semua tulus ingin menjenguk Jisoo. Tapi jika tau niat anda semua dari awal kemari hanya ingin memberi kabar buruk untuk putriku lebih baik anda semua tidak perlu datang."

"Maafkan kami Nyonya Kim. Tapi kami memang berniat untuk menjenguk Jisoo sekaligus memberitahukan perihal pembatalan perilisan novel kali ini pada Jisoo langsung selaku penulisnya. Karena publik memberikan petisi agar Novel ini tidak jadi dirilis saat mengetahui bahwa penulisnya adalah seorang kekasih dari Agust D, dan ikut terlibat dalam kecelakaan 6 bulan lalu. Yang kami sendiri belum tahu siapa yang menyebarkan informasi ini pada publik padahal Jisoo menggunakan nama pena yang berbeda dengan nama aslinya" Jelas salah satu orang pria yang Jisoo ingat dari suaranya itu adalah Wakil direktur dari pihak penerbitnya.

"Nona... sebaiknya kita berkeliling dahulu" ajak Suster Park yang berada disamping Jisoo, mencoba mengalihkan perhatian Jisoo yang nampak masih diam menyimak pembicaraan didalam sana.

"Sebentar..."Ucap Jisoo yang tetap pada posisinya. Dengan tatapan kosong kedepan. Memasang telinganya baik-baik agar dapat mendengar semua pembicaraan itu dengan jelas.

Sejelas-jelasnya.

"Lalu apa anda semua tak memikirkan bagaimana kondisi Jisoo setelah mengetahui hal ini? Putriku baru saja bangun setelah 6 bulan lamanya tak sadarkan diri. Kondisinya fisik maupun mentalnya belum pulih sepenuhnya, tapi dengan teganya kalian ingin memberitahunya tentang hal ini?! Jika seperti itu lebih baik tidak usah memberitahunya sama sekali. Sekarang lebih baik anda semua pergi sebelum putriku kembali." Bunda Ye Jin meluapkan kekecewaannya disertai pengusiran halus diakhir kalimatnya. Ia tak ingin jika Jisoo sampai mengetahui semua ini.

𝐸𝓅𝒾𝓅𝒽𝒶𝓃𝓎Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang