• Feelings •
"Kuharap sampai saat itu tiba, aku sudah menempati salah satu bagian terpenting dihidupmu"
- Taehyung Kim
Mohon koreksinya bila ada typo🤍
–Happy Reading–
"Bunda, apa Taehyung dan Jisoo memang sudah sedekat itu?" Bunda yang selesai memilih beberapa cemilan menoleh sekilas seraya mengoper cemilan yang sudah ia pilih pada putra sulungnya itu untuk dimasukkan dalam keranjang.
"BundAaAa~" rengek Seokjin sembari menghentakkan kakinya kesal sebab tak kunjung mendapat jawaban atas pertanyaannya.
Tak!
"Ssh sakit! Kenapa aku malah dipukul?!" Protes Seokjin saat Bundanya itu malah menggetok kepalanya dengan satu botol saus sambal.
"Itu lebih baik dari pada Bunda menjewermu disini. Aigo, bagaimana Bunda mau mendapat cucu jika tingkahmu saja masih kekanakan seperti ini." Sambil menggosok bekas pukulan Bundanya yang sebenarnya tak terlalu sakit itu Seokjin menjadi semakin protes.
"Huh! kenapa malah jadi membahas cucu, padahal aku gandengan saja tak punya." Mendengar gerutuan putranya, Bunda Yejin memijat pelipisnya.
"Makanya, daripada kau terlalu penasaran dengan urusan adikmu lebih baik fokus saja untuk mulai mencari pendamping hidup. Dan jangan terlalu sibuk bekerja." Seokjin pun hanya bisa mendengarkan omelan Bundanya sembari mengangguk-anggukan kepalanya, ya dari pada kena pukul sesuatu lagi kan.
"Sepertinya ini sudah semua, sebaiknya kita segera pulang. Jisoo dan Taehyung pasti sudah menunggu dirumah" selesai membayar keduanya bergegas naik ke mobil dan meninggalkan area minimarket itu.
Tanpa tahu bila ada sosok yang memakai helm full face tengah duduk diatas motor dengan pakaian serba hitam, telah memperhatikan mereka dari jauh. Yang tak lama ikut menyalakan mesin motornya.
"Jisoo... apa permintaanku terlalu berlebihan?" Tanya Taehyung lagi saat melihat Jisoo yang hanya diam sedari tadi.
Tak sadarkah ia jika Jisoo sedang terkena heart attack akibat pengakuan dan pertanyaan mendadaknya tadi. Ditambah jarak mereka yang begitu dekat dengan Taehyung yang masih setia menggenggam tangan Jisoo. Ia bahkan dapat merasakan hembusan nafas Taehyung yang terasa menggelitik wajahnya. Jisoo sampai menerka-nerka seberapa dekat jarak mereka saat ini?
"Tae aku-"
"EKHEM! JARAKNYA YA TOLONG DIPERHATIKAN"
Belum juga selesai menjawab omongan Jisoo sudah lebih dulu terpotong oleh teriakan sang kakak. Ia dan Taehyung yang terkejut dengan kompak memalingkan wajah kearah suara. Didepan gerbang sana dapat Taehyung lihat Seokjin yang tampak berwajah garang dengan Bunda Ye Jin yang memukul bahu putranya.
"Kau ini merusak suasana saja!" Bunda lalu beralih pada Taehyung dan Jisoo yang tampak kikuk. "Tak usah hiraukan dia, kalian lanjutkan saja ya mengobrolnya" ucapnya sambil menarik lengan Seokjin untuk mengambil barang belanjaan tadi dibagasi mobil.
Sedang Seokjin berjalan mundur mengikuti tarikan Bundanya. Matanya masih betah menatap Taehyung dengan wajah garangnya, seraya mengacungkan dua jari bergantian kearah matanya lalu ke Taehyung seolah berkata 'I'm watching you'.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐸𝓅𝒾𝓅𝒽𝒶𝓃𝓎
أدب الهواةKecelakaan yang dialaminya telah merubah hidup Jisoo sepenuhnya. Begitu pula dengan Taehyung yang telah kehilangan semangat hidup karena kemalangan yang menimpanya bertubi-tubi. Disaat keduanya ingin mengakhiri hidup masing-masing, takdir malah mem...
