• Secret •
Tumpahkanlah semua keluh kesahmu padaku. Agar bahuku menjadi lebih berguna saat menjadi tempat bersandarmu.
- Taehyung Kim
Happy reading!
Pukul 10 malam. Tiga ambulans yang membawa 3 korban kecelakaan lalu lintas itu baru sampai di Asan Medical Center. Dengan sigap para Perawat dan Dokter mendorong bankar itu menyusuri lorong rumah sakit lalu masuk keruang IGD.
Seokjin yang baru saja akan pulang setelah lembur akibat beberapa operasi yang ia lakukan sebelumnya, langsung mengurungkan niatnya saat mendapat info bahwa adiknya menjadi korban kecelakaan dan kini masih mendapat penanganan di IGD.
Dengan cepat ia menuju ruangan dimana adiknya kini berada. Ketika sudah hampir sampai, didepan ruangan itu tampak seorang wanita paruh baya yang ia yakini adalah Bundanya tengah terduduk dilantai sambil menunduk.
Melihat itu, Seokjin merasa dadanya kembali sesak. Ingatannya seakan terlempar kemasa lalu, tapi ia cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Bukan saatnya untuk termangu seperti ini. Jadi yang dilakukannya sekarang ialah menghampiri Bundanya, lalu merengkuh tubuh yang tak lagi muda itu dengan erat.
"Jisoo-yaa hiks hiks"
"Tenanglah Bunda, Jisoo pasti selamat. Pasti."
Seokjin membisikkan kata-kata penenang seraya mengusap bahu Bundanya yang tengah gemetar hebat.
Sekitar 15 menit kemudian, datanglah seorang laki-laki yang tampak terengah-engah. Seokjin mengenalnya, meski tak begitu dekat. Ia adalah manajer Yoongi diagensinya, Sejin.
Seokjin mengecek keadaan bundanya yang masih terisak namun sudah mulai tenang. Ia pun permisi pada Bundanya dan mulai menghampiri Sejin yang terlihat sedang menerima telefon dan langsung menutupnya saat melihat Seokjin yang berjalan mendekatinya. Selang beberapa menit, kedua pria itu terlibat obrolan yang cukup serius.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 saat beberapa perawat terlihat keluar dari ruangan itu sembari mendorong satu bankar rawat lagi. Setelah melihat pasien itu adalah Jisoo, Seokjin dan juga Bunda langsung mendatangi dokter yang terlihat menyusul dibelakangnya.
"Dokter bagaimana keadaan anak saya dok" tanya bunda Yejin dengan kantung mata yang terlihat jelas membengkak karena terlalu banyak menangis.
"Pasien sudah bisa melewati masa kritis. Tapi kondisinya masih belum cukup stabil, dan bisa saja memburuk kembali. Jadi kami akan memindahkannya ke ruang ICU" jelas Dokter dengan name tag Lee Sung Kyung tersebut.
"Terimakasih dokter. Terimakasih"ucap Bunda Ye Jin tulus sambil menggenggam tangan dokter tersebut.
"Sama-sama Bu, itu sudah menjadi tugas saya" balas Dokter muda itu sambil mengulas senyum tipis.
"Dan Dokter Seokjin, bisakah anda ikut keruangan saya? Ada hal yang harus saya beritahukan pada anda" sambungnya lagi sambil membalas tatapan Seokjin yang sedari tadi memperhatikannya.
"Oh? B-baiklah." Jawab Seokjin sedikit kikuk lalu mengalihkan pandangannya kearah Bundanya.
"Pergilah, Bunda tidak apa. Bunda akan pergi lebih dulu untuk melihat keadaan Jisoo" Bunda Ye Jin pun berlalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐸𝓅𝒾𝓅𝒽𝒶𝓃𝓎
FanfictionKecelakaan yang dialaminya telah merubah hidup Jisoo sepenuhnya. Begitu pula dengan Taehyung yang telah kehilangan semangat hidup karena kemalangan yang menimpanya bertubi-tubi. Disaat keduanya ingin mengakhiri hidup masing-masing, takdir malah mem...
