Kami sudah sampai di bagian luar Bor-O-Bdur, menunggu ceros berubah sekitar 10 menit lagi.
10 menit kemudian
ILY segera masuk ke ruangan inti Bor-O-Bdur dan disambut baik oleh dua ceros nglanggeran dan nglanggeram. Max? Sedang keluar dari kuil besar dan menuju ke arah kami.
"Hai Max!" Sapa Seli.
"Hai kakek" Sapa Ali dengan nada malas. Max mencebik kesal.
"Tak usah memanggilku kakek! Aku masih muda!" Sergah Max.
"Ck sudah tua ngaku muda" gumam Ali. Sebelum pertengkaran dimulai aku segera memotong perdebatan mereka.
"Ada suatu hal yang penting yang harus kita bahas" potongku cepat. Semua menoleh ke arahku.
Nglanggeran sedang memanipulasi ruang dan nglanggeram sedang memasak entah apa.
Kami bertiga berjalan ke kuil tamu dan mengobrol disana.
"Max, kau merasa kehilangan sesuatu tidak?" Tanyaku basa-basi.
"Tidak, sudahlah langsung keintinya saja" ucap Si Tanpa Mahkota jengah.
Aku langsung mengeluarkan kalung bulan itu dan menunjukkannya pada Max.
"Aku yakin kau merasakannya" ucapku.
"Kau!? Darimana kau mendapatkannya? Seingatku selalu kupakai" ucap Max menyelidik.
"Saat bertarung di klan matahari denganmu. Sebelum aku mengikutimu masuk portal, aku melihat sesuatu terjatuh dan ternyata itu kalung" jelasku.
"Saat diklan komet minor sempat hilang tapi ditemukan oleh teman petualang kami dan diantar kemari" tambah Seli.
"Sebenarnya ini sudah tidak berguna untukku" ucap Max enteng. Kami hanya melongo, kenapa tidak bilang daritadi? Kan tak perlu bicara panjan
"Apa maksudmu?" Ali yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara.
"Kalung ini ditakdirkan untuk Keturunan murni yang memegang buku kehidupan. Tetapi aku sudah lama tidak memegang buku itu jadi kalung ini sekarang adalah milikmu" Jelasnya. Kami masih menyimak walaupun sudah mulai terganggu dengan bau masakan yang enak.
"Aku?" Tanyaku. Dia hanya mengangguk dengan wajah datarnya.
"Kalung ini memiliki fungsi tersembunyi. Siapapun yang bisa memecahkan misterinya akan mendapat sesuatu yang besar. Tapi saat itu aku tak dapat memecahkan misterinya" jelasnya sayu.
"Ambillah! Ini milikmu sekarang. Aku sudah lapar, kita lanjutkan nanti saja" Putusnya. Jadi, kalungnya langsung ku pakai saja.
Kami mengikutinya. Ternyata dua ceros tadi memasak pasta dan ikan bakar.
Selesai makan
"Selalu enak masakan kalian" Puji Ali.
"Yah, masak-masaklah selalu" Tambah Seli.
"Kalian ini berlebihan. Yang namanya lapar pasti semua terasa enak" elak Nglanggeran.
"Sebenarnya apa tujuan kalian kemari?" Tanya nglanggeram to the point.
"Membicarakan tentang kalung dan juga tentang adanya musuh baru" Ali lebih dulu memberitahu.
"Ouh musuh baru" gumam dua ceros.
...
Oh ternyata RaSeLi juga ada draft🥲
Jadi aku up aja
Halo semua!
Setelah sekian tahun aku gak buka aplikasi karna kuhapus, hari ini aku bukak lagi dan ternyata masih ada draft yang belum sempurna ini.
Sebelumnya, aku minta maaf karena gak lanjutin ini cerita, karena masih sibuk sekolah guys🙏
Kalau sekarang mau lanjutin, aku terlanjut malu🤧
Mungkin aku bakal bikin cerita baru yang lebih bagus, lebih baik, dan lebih menarik.
Terimakasih atas dukungannya, ternyata selama aku hiatus, banyak yang nungguin yaa🥹
KAMU SEDANG MEMBACA
RaSeLi : ABTT Klan Bulan
FantasiaSebelum baca cerita ini ada baiknya kalian baca dulu novel Serial bumi. •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• Kisah tiga sekawan dari tiga klan yang bersekolah di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi terbaik di Klan bulan. setelah mengal...
