Aku sudah sampai di depan kamar mama dan papa lalu aku membuka pintu dan mama sedang terbaring lemah di kasurnya dengan lengan yang di gips. Ya, mama sebenarnya kecelakaan. Si Putih! Kupikir ia cerdas ternyata huh. Dia salah memberi informasi.
"Ma.....Pa" panggilku dengan lirih.
Seketika mereka semua menengok ke arah pintu.
"Sayang? Kamu disini? Bagaimana bisa?" Tanya mama dengan lemah.
"Tadi Si Putih memberitahuku, jadi aku langsung kesini saat disana aku sedang menonton Tv malam" jawabku dengan senyum tulus lalu mendekat ke arah mama dan duduk di pinggir kasur.
"Biar Ra sembuhin ya ma? Pakai kekuatan Ra" Lanjutku bertanya.
"Gak perlu Ra. Nanti kamu capek kan pasti di Akademi banyak kegiatan" bantah Papa dengan lembut sambil mengelus rambutku.
"Gapapa kok Pa. Lagipula Ra terakhir pake kekuatan ini tu em 7 bulan yang lalu. Kan biar mama cepet sembuh juga" bujukku dengan kekeh dan membuat mama dan papa pasrah mengangguk.
Aku lalu memegang tangan mama dan mulai mengeluarkan teknik penyembuhan. Cahaya putih keluar dari tanganku dan menyelimuti mama.
Seketika aku bisa melihat kalau tulang lengan kiri mama patah dan mengalami pergeseran juga otot otot-otot yang putus. Aku langsung mencoba menyembuhkannya dengan memperbaiki posisi tulang dan menyambung otot kembali. Selesai menyembuhkan aku memberinya teknik penenang sebentar.
"Bagaimana ma? Udah baikan?" Tanyaku.
"Sudah Ra. Terimakasih ya Ra" Jawab Mama tersenyum senang dan kubalas anggukan.
"Wah, Papa tidak menyangka akan secepat itu! Kalau tau begitu, papa tidak perlu bawa mama ke rumah sakit. Kenapa kamu gak buka klinik pengobatan mujarab saja Ram itu akan menguntungkan" usul papa dengan wajah berbinar. Tetapi langsung mendapat pelototan tajam dari mama.
"Ck. Pa orang klan bumi tidak akan percaya akan hal itu. Kalau di klan bulan mah sudah ada teknologi yang hebat di sana" Ucapku, karena memang di klan bulan sudah ada alat yang hebat.
"Hem benar juga" gumam Papa.
"Emm Ra? Mama boleh minta sesuatu gak sama kamu?" Tanya mama dengan ragu.
"Eum ya? Boleh kok ma. Mau minta apa?" Tanyaku lembut.
"Apa kita boleh membeli rumah disana untuk sementara? Papa sedang dapat cuti dan mama kesepian." Pinta mama.
"Disana? Di klan bulan?" Tanyaku terkejut.
"Iya Ra. Mungkin bisa dekat dengan rumah keluarga Ilo yang sering kamu ceritakan Ra?" Bukan Mama yang menjawab melainkan Papa.
"Hem, sebentar Ra mau tanya pada yang lain dulu" izinku lalu mengakses jam tangan dan muncullah hologram serta papan ketik hologram.
Av
Raib
Av, boleh aku minta izin?
mama di klan bumi tadi sakit dan sekarang aku ada di klan bumi untuk menyembuhkannya.
Tapi mama dan papa ingin tinggal sementara di klan bulan karena papa cuti.
Apa boleh Av mereka tinggal di dekat keluarga Ilo?
Av
Boleh, berapa lama?
Raib
Sekitar 2-3 bulan
Av
Yasudah, nanti kusuruh Saad mengurus rumahnya.
Raib
Terimakasih Av
"Boleh kok Ma. Ini rumahnya lagi di urus sama Av, ketua komite." Ucapku.
"Terus gimana sama uangnya? Nanti bicara sama orang-orang gimana? Soal pakaian?" Tanya Papa bertubi-tubi.
"Soal uang, rumah itu gratis untuk keluarga Putri bulan hehe. Kalau Papa bosen dan pingin kerja juga bisa kok. Soal komunikasi nanti aku minta penerjemah sama Ali. Soal pakaian, disana nanti sudah ada" jelasku. Papa hanya mengangguk dan Mama sepertinya sangat senang.
KAMU SEDANG MEMBACA
RaSeLi : ABTT Klan Bulan
FantasySebelum baca cerita ini ada baiknya kalian baca dulu novel Serial bumi. •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• Kisah tiga sekawan dari tiga klan yang bersekolah di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi terbaik di Klan bulan. setelah mengal...
