12

861 113 31
                                        

Happy Reading

⭐🌟⭐

Soohyun dan Yeaji terburu-buru mengemas segala barang milik Woojin dan menyimpannya di ruangan kecil yang ada di dalam kamar Soohyun, tempat yang biasa dia gunakan menyimpan peralatan olahraganya.

Ketika hampir selesai, mata Yeaji mendapat barang yang belum tersentuh sama sekali.

"Mau kita apakan benda itu?" Yeaji menunjuk sebuah play mate yang masih belum tersentuh.

"Mau kita apakan benda itu?" Yeaji menunjuk sebuah play mate yang masih belum tersentuh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kereta bayinya juga belum disimpan."

Ponsel Soohyun kembali berdering.

"Aaiishh!! Jamkkanman!! (Tunggu!!)" Soohyun semakin frustasi.

"Eooh eomma.."

"Kenapa memutuskan panggilannya?!" Dari nada suaranya, ibunya sudah mulai emosi.

Setelah berkompromi dengan segala cara akhirnya ibu Soohyun mengalah meskipun Soohyun harus mendengar cekcok ibunya.

"Huuh...." menghela napas lega. Dia berkata pada Yeaji. "Mianhae... membuatmu ikut repot. Aku harus pergi dulu." Mengerti keadaan Yeaji hanya mengangguk.

Soohyun memeriksa lewat monitor dan ibunya sudah pergi. Dia bersiap untuk pergi dengan melewati tangga darurat dan buru-buru menuju cafe dimana dia akan bertemu ibunya.

Sementara Yeaji masih cukup takut untuk keluar, tetap berada di apartemen Soohyun untuk sementara. Bulu kuduknya bergetar, "Haaah.... hampir saja aku jantungan di pagi hari."

Dia melirik Woojin, "Aigoo... kau tertawa? Apa lucu? Untungnya kau tidak menangis."

⭐🌟⭐

Di sebuah cafe

Soohyun sudah duduk menunggu di dalam cafe dengan cake dua porsi dan jus untuk ibunya serta ice americano untuk dirinya. Perasaannya tidak karuan, hatinya selalu merutuk, tamat kau Kim Soohyun.

Orang yang dinanti telah memegang gagang pintu dan perlahan melangkah masuk.

"Eomma!"

Ibunya yang menoleh langsung saja berjalan ke arahnya. "Uri adeul... (purtraku)...." tanpa aba-aba ibunya memperlakukannya seolah seperti anak kecil.

"Eomma! Banyak orang melihat. Aku bukan anak kecil."

Sang ibu berdecih dan rautnya berubah. "Bagiku kau selalu putra kecilku ck! Kau tega membiarkan ibumu berjalan membawa kotak-kotak makanan ini? Pagi-pagi buta aku membuatnya lalu segera pergi menjengukmu. Kenapa kau ribet sekali! Sisa beritahu passcode apartemenmu. Kenapa juga kau menginap di rumah teman?!" Omelnya tanpa jeda.

Soohyun menelan salivanya yang mengganjal di tenggorokannya. "Itu... itu karena....... eum... kapan lagi aku bisa mengajak ibuku bersantai dan mengajaknya makan seperti ini. Bukannya lebih bagus menghabiskan waktu bersama di luar seperti ini dari pada di apartemen?"

BABY [Become Closer]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang