Happy reading.
Jangan lupa tinggalkan jejak.
♕︎
[ ʟɪᴏɴ ᴋɪɴɢᴅᴏᴍ ]
♔︎
Berkumpulnya mereka sekarang di ruangan Wonwoo, ya lebih tepatnya tanpa Jiyoung dan Jangin. Mereka duduk berhadapan dan terhanyut dalam pikirannya masing - masing.
"Jadi apa yang mereka berdua sembunyikan?" Tanya Jeonghan membuka pembicaraan.
"Mereka membangun sebuah rumah, dengan banyak anak - anak disana, ketika ku hampiri dan bertanya pada salah satu anak, dia mengatakan Jiyoung dan Jangin yang merawat anak - anak disana. Dia juga mengatakan Jiyoung dan Jangin selalu mampir kemari untuk mengajak mereka bermain dan memberikan mereka makanan, dengan alasan agar mereka tidak mencari makanan lagi" jelas Wonwoo.
"Mereka melakukan hal itu? Tanpa memberitahu kita?" Tanya Dongjin dan dibalas anggukan oleh Wonwoo.
"Mereka sangat baik ternyata" gumam Seungcheol pelan.
"Di satu sisi aku bahagia karena mereka berbuat baik, di sisi lain aku kecewa karena mereka melakukannya sendiri" ucap Jisoo sendu.
Jeonghan segera berdiri dan keluar dari ruangan Wonwoo dengan raut wajah kesal dan kecewa. Beberapa detik kemudian Jeonghan kembali lagi ke ruangan Wonwoo dan duduk di tempatnya tadi.
"Tadi kau kemana eonni?" Tanya Minghao.
"Nanti juga kalian tahu" ucap Jeonghan acuh.
Ceklek
Pintu ruangan Wonwoo terbuka memperlihatkan Jiyoung dan Jangin. Mereka segera melangkahkan kakinya menuju sofa tempat Para ratu dan Seungcheol dkk duduk. Jiyoung duduk diantara Seungcheol dan Seokmin, sedangkan Jangin duduk diantara Jeonghan dan Jisoo.
"Dari mana saja kalian?" Tanya Wonwoo.
"Kami. . . . Dari taman belakang, ya taman belakang" ucap Jiyoung gugup.
"Jangin? Dari mana saja kau?" Tanya Jihoon.
"Dari taman belakang juga" ucap Jangin datar.
"Aku dari taman belakang, kenapa aku tidak melihat kalian?" Tanya Seungkwan.
"Kami di taman belakang hanya sebentar, setelahnya kami ke perpustakaan" ucap Jiyoung gugup.
"Aku dari perpustakaan, aku juga tidak melihat kalian" ucap Dongjin.
"Kalian tahu bukan, kami tidak mudah untuk dibohongi" ucap Wonwoo.
"Katakan yang sejujurnya!" Ucap Jeonghan tegas.
Jiyoung dan Jangin hanya menghela nafas berat.
"Kami pergi ke sebuah rumah, tempat anak - anak yang di tinggalkan seperti kami, kami memang sengaja membuat rumah itu dan mengumpulkan anak - anak disana, dan mengubah sedikit nasib mereka, maaf karena kami tidak pernah mengatakan apapun tentang mereka ke nuna" jelas Jangin sendu.
"Kami tidak akan melarang kalian melakukan apapun, tapi kenapa kalian tidak pernah memberi tahu kami?" Tanya Jisoo.
"Kami tidak ingin kalian kesusahan, kalian sudah bekerja keras selama ini, kami tidak ingin merepotkan kalian lagi, kami. . . . .kami-" ucap Jiyoung terpotong.
Sebelum Jiyoung selesai bicara Jeonghan beranjak dari duduknya menghampiri Jiyoung dan berlutut agar dapat melihat wajah Jiyoung dengan jelas, terlihat Jiyoung yang seperti menahan tangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lion Kingdom || SEVENTEEN GS
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kerajaan yang dulunya indah telah berubah menjadi kerajaan terkutuk karena peristiwa masa lalu. Kerajaan yang dipimpin oleh tujuh ratu cantik melebihi malaikat, tapi juga kejam melebihi iblis. Kerajaan makmur dan damai yang menyimpan 1...
