Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan jejak
♕︎
[ ʟɪᴏɴ ᴋɪɴɢᴅᴏᴍ ]
♔︎
Balkon istana, tempat dimana Minghao dan Jun berada sekarang. Sebenarnya mereka menjalankan tugas mengawasi Panglima Corlin karena tidak ada yang mencurigakan, jadi mereka memilih beristirahat di Balkon istana.
"Aku kira kita akan dengan mudah menemukan bukti itu" ucap Jun.
"Ya Hao pikir juga begitu" ucap Minghao.
"Tidak ada yang mencurigakan dari Panglima Corlin, haruskah kita melanjutkan ini?" tanya Jun.
"Tentu, kita tidak boleh lengah walaupun tidak ada bukti, yang terpenting kita sudah berusaha" jawab Minghao teguh.
"Oh iya bagaimana kalau kita menyelinap ke ruangan Panglima Corlin?" usul Jun.
Pletak
Bukannya menjawab Minghao malah memukul kepala Jun dan membuat sang empu kesakitan.
"Kenapa kau malah memukul kepalaku?" tanya Jun kesal.
"Cobalah berpikir lebih jernih, jika kita menyelinap sekarang, bersiaplah untuk penurunan jabatanmu sebagai pangeran dan penurunanku sebagai ratu" jawab Minghao kesal.
"Apa maksudmu? Bicaralah yang benar, aku tidak mengerti" ucap Jun kesal.
Pletak
"Bukannya kau menjelaskan, kau malah memukul kepalaku lagi? Apa salah kepalaku?" protes Jun kesal.
"Bayangkan jika kita menyelinap sekarang, kau tidak melihat menggunakan matamu yang sekecil semut itu ruangan Panglima Corlin dijaga dengan ketat, kita akan ketahuan bahkan sebelum kita mencari bukti itu dan itu akan mengakibatkan pencemaran nama baik dan rumor bertebaran dan berakhir dengan kita di turunkan dan diasingkan. Apa kau siap? Kalau kau siap silahkan lakukan itu sendiri, aku tidak sebodoh dirimu" jelas Minghao panjang lebar.
"Bisakah kau menjelaskan itu padaku tanpa mengatai aku bodoh dan tidak memukul kepalaku?" protes Jun lagi.
"Tidak, karena jika aku memukulmu mungkin saja otakmu yang berhenti bekerja itu bisa bekerja kembali dengan baik" ucap Minghao santai.
"Bukankah kau punya kekuatan?, kenapa kita tidak menggunakan saja" usul Jun.
Pletak
"Jika saja dulu saat Wen gege dan yang lain tidak menyegel kekuatan hao dan saudari hao, kami akan menggunakan tanpa perlu berfikir seperti ini tahu" jawab Minghao kesal.
"Jadi kekuatan kalian disegel, eh tapi kenapa kau memanggilku raja Wen dengan tambahan 'gege'?" tanya Jun.
"Karena dia lebih tua dari Hao" jawab Minghao enteng.
"Aku juga lebih tua darimu, jadi kau harus memanggilku gege, Jun gege" perintah Jun.
"Memang kau siapa? Seenaknya memerintahkan aku seperti itu" protes Minghao.
Jun mendekatkan wajahnya dengan wajah Minghao, bahkan Minghao bisa merasakan hembusan nafas Jun "Aku tidak menerima penolakan yang mulia ratu kelima Wen Minghao" ucap Jun berbisik.
Blush
"Jauhkan wajahmu dariku" ucap Minghao sambil mendorong Jun agar menjauh, tapi bukannya menjauh Jun malah mempersempit jaraknya dan mendekatkan bibirnya di telinga Minghao.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lion Kingdom || SEVENTEEN GS
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kerajaan yang dulunya indah telah berubah menjadi kerajaan terkutuk karena peristiwa masa lalu. Kerajaan yang dipimpin oleh tujuh ratu cantik melebihi malaikat, tapi juga kejam melebihi iblis. Kerajaan makmur dan damai yang menyimpan 1...
