#18 Racun

2K 232 61
                                        

Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan jejak

♕︎

[ ʟɪᴏɴ ᴋɪɴɢᴅᴏᴍ ]

♔︎

Pusat kota. Tempat dimana para ratu dan para pangeran berada sekarang. Bisa mereka liat di depan mereka beberapa rakyat sedang terbaring lemah di atas permukaan tanah.

Wonwoo melangkahkan kakinya menuju salah satu warga dan memeriksa tubuhnya untuk mengetahui racun apa yang menyebabkan rakyat seperti ini.

Setelah beberapa menit Wonwoo tersenyum tipis "Racun ini tidak akan membunuhnya dalam waktu yang singkat, korbannya akan mati dalam waktu lima hari" ucap Wonwoo datar.

"Kau punya penawarnya Wonu?" tanya Jisoo lembut.

"Seingatku, aku punya" ucap Wonwoo datar.

"Syukurlah kau punya, kita bisa menyembuhkan para rakyat" ucap Jisoo sedikit bersemangat.

"Kenapa mereka bisa keracunan?" tanya Jeonghan datar kepada rakyat yang menjadi saksi.

"Ada seorang pengawal yang datang dan membagikan kami makanan dan berkata bahwa makanan itu adalah pemberian dari Ratu Wonwoo" ucap salah satu rakyat yang menjadi saksi.

"Aku? aku tidak pernah memberikan kalian makanan" protes Wonwoo datar.

"T-tapi pengawal itu mengatakan bahwa anda yang memberikan kami makanan sebagai bentuk rasa syukur anda atas kesuburan tanah" ucap salah satu rakyat.

"Kesuburan tanah? yang seharunya memberikan kalian makanan sebagai rasa syukur itu Jichu eonni, bukan aku" protes Wonwoo lagi dengan datar.

"Aku membenarkannya, karena Wonu tidak suka hal - hal seperti itu" ucap Jihoon.

"Benar, jika Wonu eonni suka dengan hal - hal seperti itu, sudah dari dulu Wonu eonni akan membagikan kalian makanan sebagai bentuk rasa syukur" ucap Seungkwan.

"Kita urus itu nanti, pengawal berapa jumlah rakyat yang terkena racun?" tanya Jeonghan datar kepada pengawal yang ada disana.

"Sekitar tiga puluh rakyat yang terkena racun yang mulia" ucap salah satu pengawal.

"Baiklah tolong bawa para rakyat yang terkena racun ke istana" perintah Jeonghan kepada para pengawal.

"Baik yang mulia ratu" ucap para pengawal yang berada di pusat kota.

Setelah mendengar jawaban dari para pengawal, para ratu dan pangeran melangkahkan kakinya menuju istana.

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengintip dari belakang rumah salah satu warga dan ia berseringai "Tidak akanku biarkan kalian semua bahagia perang sudah dimulai, kita lihat bagaimana kalian menyelesaikan permasalahan ini" gumamnya pelan lalu pergi entah kemana.

•~•

Istana atau lebih tepatnya ruang rawat khus, tempat dimana para ratu dan para pangeran sekarang berkumpul dan di hadapan mereka terdapat banyak rakyat yang terbaring lemah ditempat tidur kecil yang disediakan di ruangan itu.

"Wonu dimana penawarannya?" tanya Jihoon.

"Hilang" jawab Wonwoo enteng.

"Apa!? Bagaimana bisa hilang Wonu?" tanya Jeonghan kesal.

"Entahlah, yang pasti pelakunya tahu dimana aku menyimpan penawaran itu dan ia juga tahu racun mana yang cocok untuk penawaran itu" jawab Wonwoo datar.

"Maid, tolong panggil tabib kemari" perintah Jeonghan kepada salah satu maid.

Lion Kingdom || SEVENTEEN GSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang