#19 Penawar

2K 232 84
                                        

Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan jejak

♕︎

[ ʟɪᴏɴ ᴋɪɴɢᴅᴏaᴍ ]

♔︎

Wonwoo menghentikan langkahnya setelah tangannya ditahan oleh Mingyu. Wonwoo menoleh kearah Mingyu sambil memiringkan kepalanya dan menaikkan satu alis seperti bertanya 'kenapa' kepada Mingyu.

"Wonu kenapa pipimu merah begitu?" tanya Mingyu dengan raut wajah khawatir, ya sebenarnya pura - pura khawatir.

"A-aku baik - baik saja" ucap Wonwoo sedikit gugup.

"Kau yakin? atau kau sakit?" tanya Mingyu masih dengan raut wajah khawatirnya.

"A-a-aku baik - baik sa-" ucap Wonwoo terpotong karena tiba - tiba Mingyu menempelkan tangannya di dahi Wonwoo.

Wonwoo? Jangan ditanya dia sangat - sangat malu sekarang dan pipinya semakin memerah bahkan telinganya juga ikut memerah.

"Tapi dahimu tidak panas, tapi kenapa pipimu memerah? Oh lihat bahkan telingamu juga memerah" ucap Mingyu khawatir.

Saat Mingyu ingin memegang telinga Wonwoo, Wonwoo malah menepis tangan Mingyu.

"Kalau kau seperti itu, itu namanya tidak sopan hitam" ucap Wonwoo sambil mencoba menyembunyikan rasa malunya.

"Oh maafkan aku, aku tidak tahu" ucap Mingyu sedikit sendu.

Wonwoo yang melihat itu tersenyum manis "Terimakasih kau sudah mengkhawatirkan kondisiku, tapi aku baik - baik saja" ucap Wonwoo lembut sambil mengacak - acak rambut Mingyu lalu melanjutkan kegiatannya.

Oh tentu bukan hanya Wonwoo yang malu sekarang tapi Mingyu juga malu. Anggap saja mereka impas :)

Mingyu juga melanjutkan kegiatannya sambil senyum - senyum sendiri mengingat kejadian tadi.

Setelah beberapa jam akhirnya penawar racun yang mereka buat selesai.

"Akhirnya penawarnya selesai juga" ucap Wonwoo lalu menghela nafas panjang.

Tiba - tiba Mingyu mengulurkan tangannya dan membuat Wonwoo kebingungan.

"Kenapa kau mengulurkan tanganmu padaku?" tanya Wonwoo bingung.

"Tos sebagai tanda kerja sama" jawab Mingyu.

"Tidak, ayo kita pergi ke ruang rapat dan kau tidak perlu khawatir tentang penawar ini nanti maid akan datang dan membagikannya pada rakyat yang terkena racun" ucap Wonwoo lalu mengalahkan kakinya dan meninggalkan Mingyu menuju ruang tapat.

"Gini amat nasib gw, udah gak mau diajak tos ditinggalin pula, tapi gak papa deh yang penting Wonu udah gak dingin lagi sama gw" ucap Mingyu lalu melangkahkan kakinya menuju ruang rapat.

[Ruang rapat]

Terlihat Para ratu kecuali Wonwoo yang sedang duduk bersama para pangeran kecuali Mingyu menunggu para pengawal yang tak kunjung datang.

"Kemana sebenarnya para pengawal itu pergi?" keluh Seungkwan malas.

"Apakah istana kita berada di pegunungan tinggi yang harus melewati bukit - bukit dan melewati lembah - lembah dan juga sungai?" keluh Jiyoung malas.

"Istana kita hanya berjarak beberapa mil dari pusat kota, tidakkah mereka bisa mempercepat langkah kaki mereka?" keluh Dongjin malas.

"Atau sebenarnya para pengawal itu sebenarnya bukan pengawal melainkan sekumpulan siput kecil?" ucap Minghao bingung.

Lion Kingdom || SEVENTEEN GSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang