Happy Reading
Jangan lupa tinggalkan jejak
♕︎
[ ʟɪᴏɴ ᴋɪɴɢᴅᴏᴍ ]
♔︎
Keesokan harinya, para ratu dan pangeran memutuskan untuk berkumpul kembali di ruangan Wonwoo untuk membahas sang pelaku penurunan upah pengawal.
Seperti sekarang para ratu dan pangeran sudah duduk di sofa ruangan Wonwoo dan dilanda keheningan karena tidak tahu harus memulainya dari mana.
"Sampai kapan kita akan diam seperti ini? Kita seperti sekumpulan patung sekarang" tanya Seungkwan jengah.
"Aku tidak tahu harus memulai pembahasan kita dari mana" jawab Jeonghan.
"Apakah sebaiknya kita mulai dari membahas bukti yang kita kumpulkan saja?" usul Jisoo.
"Usulan yang bagus eonni, tapi bukti siapa yang akan kita bahas terlebih dahulu?" tanya Minghao.
"Apakah kau sudah punyai bukti Hao?" tanya Jihoon.
"Sudah, dokumen ini adalah buktinya" bukan Minghao yang menjawab tapi Jun dan mendapatkan anggukan dari Minghao.
"Siapa yang ditanya dan siapa yang menjawab" cibir Dongjin.
"Ck diamlah Dongjin, jangan memulai perdebatan yang tidak ada untungnya" tegur Wonwoo datar.
"Kemarikan dokumennya, dan jelaskan apa saja yang kau dapatkan" ucap Jeonghan.
Jun menyerahkan dokumen yang ia bawa kepada Jeonghan. "Aku dan hao membenarkan bahwa Panglima Corlin memang diancam dan ternyata bentuk ancaman itu bukan hanya berupa coretan dan surat, tapi juga berupa Magic Dreams" jelas Jun.
"Benar apa yang dikatakan Jun ge, juga beberapa hari terakhir Panglima Corlin tampak tertekan karena Magic Dreams, Hao dan Jun ge juga pernah memergoki Panglima Corlin dan Panglima Kris bertemu di pojok istana seperti sedang membahas sesuatu yang serius, tapi sayangnya kami datang terlambat" jelas Minghao.
"Juga saat kami mencoba membahasnya bersama panglima Corlin, ia tampak gugup dan selalu menghindari pembicaraan. Dan dokumen itu berisi tentang bukti surat dan coretan ancaman, dan juga bukti bahwa Panglima Corlin mengalami ancaman lewat Magic Dreams" tambah Jun.
"Baik kalian sudah bekerja keras, bukti yang lumayan berguna" puji Jeonghan.
"Kau kwan, apa yang kau dapatkan?" tanya Jihoon.
Hansol menyerahkan dua dokumen kepada Jeonghan. "Kami sudah memeriksa kediaman keluarga Efron, ternyata Panglima Kris juga menerima ancaman yang sama dengan Panglima Corlin" jelas Hansol datar.
"Benar, bahkan Panglima Kris mengatakan pada kami bahwa ia mengetahui siapa pelakunya, tetapi ia terlalu takut untuk mengatakannya. Aku sangat kasihan pada mereka, ancaman yang dilontarkan pelaku pada Magic Dreams sangat menakutkan sampai mereka berdua mengambil libur beberapa hari" jelas Seungkwan.
"Dan dokumen itu berisi tentang, keuangan keluarga Efron dan Panglima Kris juga bukti ancaman yang Panglima Kris dapatkan" tambah Hansol.
"Kalau boleh aku jujur yang menangani tentang upah pengawal hanya Jiyoung, Jangin, Seungkwan, Hansol, Jun, dan Minghao" ucap Dongjin.
"Apa?! Lalu apa yang kalian kerjakan?" tanya Seungkwan kesal.
"Kau tahu pelaku upah ini masih amatir jadi kami menyerahkannya pada kalian karena ia bukan lawan yang sepadan bagi kami" ucap Wonwoo datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lion Kingdom || SEVENTEEN GS
Fanfiction[SLOW UPDATE] Kerajaan yang dulunya indah telah berubah menjadi kerajaan terkutuk karena peristiwa masa lalu. Kerajaan yang dipimpin oleh tujuh ratu cantik melebihi malaikat, tapi juga kejam melebihi iblis. Kerajaan makmur dan damai yang menyimpan 1...
